Melihat Kartu Digesek 2 Kali Laporkan BI

"Harus (berani menolak). Si pemegang kartu melihat, meyakini bahwa kalau sudah dilakukan swipe di EDC tidak boleh di-swipe lagi di mesin kasir karena itu bisa terjadi profil dan data daripada pemegang kartu itu di-copy dalam mesin kasir”

Melihat Kartu Digesek 2 Kali Laporkan BI

Telegraf, Jakarta – Bank Indonesia menghimbau kepada seluruh masyarakat yang melakukan transaksi non tunai (mengunakan kartu ATM/debit dan kartu kredit) diseluruh merchant atau toko, jika dikasir kedapatan mengesek/double swipe kartu yang digunakan di mesin Elektronic Data Capture (EDC), harap berani menolak.

“Harus (berani menolak). Si pemegang kartu melihat, meyakini bahwa kalau sudah dilakukan swipe di EDC tidak boleh di-swipe lagi di mesin kasir karena itu bisa terjadi profil dan data daripada pemegang kartu itu di-copy dalam mesin kasir,” hal itu diungkapkan Gubernur BI Agus Martowardojo di Jakarta Selasa (5/9/17).

Jika masih ada toko dan tempat belanja Agus katakan yang masih melakukan penggesekan ganda atas kartu, BI tak segan untuk pelakukan tindakan peneguran kepada toko dan merchant tersebut.

“Kalau masih ada yang seperti itu kami betul-betul mengharapkan agar si acquire bank yang berhubungan langsung dengan merchant bisa menegaskan itu tidak diperkenankan. Kami langsung (tegur) ke acquire atau ke merchant supaya bisa langsung ambil tindakan,” tutur Agus.

Jika masyarakat mengetahui atau mengalami praktek penggesekan ganda, maka dapat melaporkan ke Contact Center BI di 131, dengan menyebutkan nama pedagang dan nama bank pengelola yang terdapat di stiker mesin EDC.

Larangan Gesek Ganda
Pelarangan gesek ganda adalah upaya regulator untuk melindungi masyarakat dari pencurian data dan informasi. Untuk pelarangan ini tertuang dalam peraturan BI no 18/40/PBI/2016 tentang Penyelengara pemrosesan transaksi pembayaran.

Secara rinci, Pasal 34 huruf b menyebutkan bahwa Bank Indonesia melarang penyelenggara jasa sistem pembayaran menyalahgunakan data dan informasi nasabah maupun data dan informasi transaksi pembayaran selain untuk tujuan transaksi pemrosesan pembayaran. (Red)
Photo Credit : Atti Kurnia/Telegraf.co.id

Baca Juga :   Bank BNI Angkat Herry Sidharta Sebagai Direktur Utama Mengantikan Achmad Baiquni

 

Tanggapi Artikel