Telegraf – Helatan ManggungDi Festival 2022 yang digelar pada 3-4 September 2022 lalu di Edutown Arena BSD City telah sukses menghipnotis penonton.
Festival yang diselenggarakan salah satu perusahaan promotor yang terintegrasi dengan Threego Indonesia, serta berkolaborasi dengan ADProduction dan Adnomali ini menghadirkan beragam musisi lokal maupun internasional.
“Lebih dari 10.000 orang dari berbagai penjuru Nusantara menghadiri ManggungDi Festival 2022,” kata Miftakul Arif dan Erlin Widya Sitorus, key person dari Threego Excon Indonesia, Rabu (07/09/2022).
ManggungDi Festival 2022 disebut sebagai titik balik bangkitnya festival musik setelah dua tahun mati suri akibat pandemi Covid-19 yang melanda Indonesia dan juga dunia.
ManggungDi merupakan konsep festival alternatif yang tak hanya menonjolkan pagelaran musik saja, tetapi juga menghadirkan konten-konten menarik lainnya seperti creative corner, bazar UMKM, hingga food truck culinary.
Mengusung tema Live, Life, and Lit, ManggungDi berkolaborasi dengan Pasar Santa, Binus University dan beberapa brand ternama lainnya, yang dikemas dalam satu gelaran festival.
“Meski sempat diguyur hujan, acara tetap berlangsung meriah bahkan tiket terjual habis. Para pengunjung bersorak gembira kala musisi idolanya beraksi di atas panggung,” terangnya.
Di awal pertunjukan hari pertama, pengunjung diajak bernostalgia bersama para band yang eksis di tahun 90-an seperti Planet Bumi, Rumahsakit, hingga Basejam.
Memasuki hari ke dua antusias para pengunjung semakin tak terbendung dengan hadirnya Andra and The Backbone, Fourtwnty, Kangen Band, hingga Yura Yunita.
Pihaknya bersyukur perusahaannya yang merupakan salah satu pionir digital event pada masa pandemi ini bisa menjadi bagian dari bangkitnya festival musik di Indonesia.
“Dalam waktu dekat kami juga akan ikut andil dalam event Pestapora, sebuah event musik festival yang mengusung tema yang juga berbeda. Jadi setiap event memiliki konsep yang unik” kata Erlin.
Miftakul Arif menambahkan nantinya setiap festival musik yang diadakan akan melibatkan banyak pelaku industri kreatif, UMKM, dan pelaku seni lainnya.
Hal ini diharapkan dapat menjadi wadah berbagai kalangan yang terjun di industri kreatif.
“Tidak hanya sebatas profit source melainkan juga supporting source,” tandasnya.