Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Makna Tujuh Lapis Langit Versi Game Edukatif Ngaji Semesta Buatan Fitria Khasanah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Religi

Makna Tujuh Lapis Langit Versi Game Edukatif Ngaji Semesta Buatan Fitria Khasanah

MSN Minggu, 29 September 2024 | 15:15 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

LAMPUNG, TELEGRAF.CO.ID — Menurut Fitria, Alam Semesta adalah manifestasi Tuhan yang tidak terbatas, banyak ayat dan firman Tuhan yang tidak tertulis dalam kitab suci tapi mudah ditemukan dan dipelajari di alam semesta.

Didalam game edukasi Ngaji Semesta juga di ada tentang sejarah 6 agama di Indonesia, termasuk juga keyakinan penganut penghayat kepercayaan.

Salah satu materi dalam game Ngaji Semesta yang menarik untuk dikaji adalah tentang tujuh lapis langit dan tujuh lapis bumi.

Dalam ajaran agama Islam, tujuh lapis langit identik dengan perjalanan Isra Miraj Nabi Muhammad yang melihat kejadian setiap lapis langit sampai ke tujuh

Tapi dalam Game edukasi Ngaji Semesta, tujuh langit diartikan sebagai derajat kedekatan dan keterpisahan dengan Tuhan, player nanti bisa menyimpulkan berada di posisi mana saat ini dalam posisi langit terdekat atau langit terjauh hubungan dengan Tuhan.

Derajat paling jauh dari Tuhan adalah tahapan langit ke 1 yaitu penghuninya mereka yg menutupi dan menolak kebenaran, dalam tahap ini biasanya mereka merasa apa yang diperoleh bukan karena ada campur tangan Tuhan tapi murni karena kerja keras dia semata. Kelompok ini tak percaya adanya Tuhan.

Tahapan langit ke dua adalah mereka percaya Tuhan, tapi tidak percaya bahwa Tuhan semesta Alam itu satu, mereka menganggap Tuhan disetiap agama berbeda beda, biasanya mereka sudah ibadah, tapi ya maksiat tetap jalan. Agama hanya sebatas formalitas saja.

Tahapan langit ke tiga yaitu mereka sudah ber Tuhan, ibadahnya rajin, mungkin haji sudah berkali kali, tapi hubungan dengan sesama manusia renggang, mudah menghakimi orang lain, ibadah rajin tapi sifat kasih sayang atau rahman dan rahim Tuhan tidak direalisasikan hadir dalam realitas kehidupan. Kelompok langit ke satu sampai ketiga masih disebut intoleran.

Selanjutnya tahapan langit ke empat merupakan ideal, mereka menganggap bahwa Tuhan didunia hanya satu, Tuhanku dan Tuhan mereka sama, hanya beda menyebut dan beda cara beribadah.

Ditahap langit ke empat biasanya orang sudah tidak mau membenci dan mudah memaafkan sesama sebab mereka menganggap kehadiran orang lain disekitarnya adalah sarana untuk memperbaiki hubungan diri dengan Tuhan.

Jadi kalau ada teman atau keluarga yang nyebelin, maka dianggap itu sebagai alarm pengingat evaluasi sebagai instrospeksi diri supaya bisa berubah lebih baik.

Tahap langit ke lima adalah seperti cermin, mereka menganggap bahwa semua manusia itu saudara dan diciptakan oleh Tuhan yang sama, menyakiti orang lain sama saja menyakini diri sendiri, menolong orang lain sama saja menolong diri sendiri.

Ditahap langit ke enam adalah jatuh cinta, ketika orang sudah jatuh cinta maka dia akan menghilangkan aku dan akan melakukan apapun demi yang dicintainya yaitu Tuhan, semua yang melekat dengan kita bukan milik kita, tapi milik-Nya. Harta, pangkat jabatan itu titipan, kelak akan diambil pemilik-Nya.

Langit ke tujuh sering disebut sebagai manunggaling kawula gusti atau dengan istilah kosong itu isi, istilah Jawa disebut kiblat papat limo pancer, yaitu ketika manusia telah dapat mengendalikan mengosongkan empat nafsu, yaitu nafsu biologis seperti makan minum syahwat dll, nafsu duniawi seperti kekayaan, kedudukan kecantikan dll, nafsu amarah, emosi, egois, maka dia akan mendapatkan limo pancer atau roso jati sejatining roso, atau hati nurani.

ketika kita dapat mengendalikan mengosongkan nafsu nafsu tersebut maka disitulah sejatinya ada isi yaitu Tuhan hadir dalam realitas kehidupan.

Jadi di dalam game Ngaji Semesta, jika sudah berhasil menyelesaikan misi, maka pemain akan diajak jalan jalan menjelajah menikmati indahnya kearifan lokal setiap provinsi di Indonesia dengan keaneka ragaman budaya adat tradisional yang dapat dipersatukan dengan Pancasila terutama sila pertama yaitu Ketuhanan Yang Maha Esa. (rilis)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Religi

Tarhim Tingkatkan Imtak dan Momentum Penting Bertemunya Ulama-Umaro

Waktu Baca 1 Menit
Religi

Begini Jam Belajar Siswa Madrasah Saat Ramadhan Nanti

Waktu Baca 3 Menit
Religi

Menag Nasarudin Usulkan Pembentukan Ditjen Ponpes dan Regulasi Khusus

Waktu Baca 2 Menit
Religi

Momen Hari Santri, Gerakan Penanaman Pohon Digalakkan untuk 41.000 Pesantren se-Indonesia

Waktu Baca 3 Menit
Religi

Pemerintah Naikkan APBN untuk Bantu Pesantren

Waktu Baca 3 Menit
Religi

Kunjungan Imam Masjid Nabawi, Berikut Agendanya Selama Sepekan

Waktu Baca 3 Menit
Religi

Inilah 100 SK Izin Operasional Lembaga Pendidikan Pesantren Yang Telah Diserahkan

Waktu Baca 11 Menit
Religi

Deklarasi Pesantren Ramah Anak, Komitmen Ciptakan Lingkungan Pesantren yang Aman dan Berkualitas

Waktu Baca 6 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?