Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Mahfud Nilai Amien Rais Sudah Overdosis
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Mahfud Nilai Amien Rais Sudah Overdosis

Telegrafi Minggu, 10 Juni 2018 | 05:45 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit : Menteri Koordinator Bidang Politik Hukum dan Keamanan (Menkopolhukam) Mahfud MD. BERITAGAR/Wisnu Agung Prasetyo
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Mantan ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Mahfud MD menilai kiprah pendiri Partai Amanat Nasional, Amien Rais, sudah melebihi batas terutama dalam menyerang Presiden Joko Widodo (Jokowi).

“Sebenanya sih kalau kita mempelajari perilaku poltiknya Pak Amien, orangnya memang keras sejak dulu. Tapi menurut saya yang belakangan ini agak overdosis,” kata Mahfud dalam program Beritasatu News Channel, Jumat (08/05.18) malam.

Mantan ketua MK dan mantan ketua Timses pemenangan Prabowo-Hatta itu menunjukkan salah satu contoh ucapan Amien yang menurutnya sudah keterlaluan dan melewati batas.

“Overdosis itu nampaknya di berbagai tempat Pak Amien hanya selalu menyerang Jokowi saja, misalnya yang terakhir dia menunjuk gambarnya Jokowi, ‘ini orang sebentar lagi akan dilengserkan oleh Allah’.” kata Mahfud.

“Menurut saya overdosis itu, karena implikasinya tidak bagus bagi Pak Amien. Kalau ternyata misalnya Jokowi tidak lengser, berarti Allah tidak percaya pada omongan Pak Amien. Kan gitu kalau dibalik (logikanya) ya.” Imbuhnya.

“Iya kalau lengser, kalau enggak kan berarti Allah enggak sama dengan Amien, lebih dipercaya oleh Allah itu Jokowi, kan gitu.”

Dalam acara itu, Mahfud pun dijatuhi sebuah pertanyaan seperti berikut, “Mungkin bagian dari taktik politik?”

“Mungkin juga. Oleh karena itu saya anggap overdosis. Tapi ya silakan saja, Pak Amien kan punya caranya sendiri untuk menjelaskan,” jawab Mahfud.

Dalam perkembangan politik sekarang, Mahfud juga menilai bahwa wacana pertemuan Amien dengan Jokowi patut didukung.

“Bagus kalau ada ide Pak Amien dan Pak Jokowi itu bertemu, entah di mana terserah gitu,” tegasnya. (Red)


Photo Credit : Mantan Ketua MK Mahfud MD. FILE/Beritagar/Wisnu Agung Prasetyo

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit
Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Waktu Baca 4 Menit
Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru

Waktu Baca 10 Menit

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat

Waktu Baca 2 Menit

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?