KPU Larang Capres-Cawapres Kampanye di Tempat Ibadah

"Kami selalu mengedepankan pencegahan daripada penindakan dan kami sudah ingatkan tim kampanye Prabowo-Sandiaga agar tidak ada kampanye di tempat ibadah, tidak hanya berlaku di masjid, tapi juga di tempat ibadah semua agama,"

KPU Larang Capres-Cawapres Kampanye di Tempat Ibadah

Telegraf, Jakarta – Komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU), Wahyu Setiawan, mengingatkan calon presiden dan wakil presiden agar tidak melakukan kampanye di tempat-tempat yang dilarang oleh Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu. Salah satunya, kata Wahyu, adalah larangan melakukan kampanye di tempat ibadah, seperti masjid.

Hal ini disampaikan Wahyu menanggapi menanggapi dugaan pelanggaran kampanye Calon Presiden Nomor Urut 02 Prabowo Subianto di Masjid Agung Semarang atau yang akrab disebut Masjid Kauman.

“Terkait dengan ibadahnya tidak ada masalah, tetapi kalau berkampanye itu tidak boleh, itu melanggar,” ujar Wahyu di Kantor KPU, Jalan Imam Bonjol, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (14/02/19).

Menurut Wahyu, capres-cawapres sebenarnya tidak dilarang melakukan ibadah di masjid atau rumah ibadah lainnya. Termasuk, kata Wahyu, mereka juga tidak dilarang mengajak orang melakukan ibadah bersama. Apalagi, beribadah merupakan hak asasi yang dilindungi konstitusi.

“Orang beribadah di negara ini dilindungi. Kebebasan beribadah dan menjalankan keyakinannya sesuai agama masing-masing merupakan hak asasi setiap orang,” ungkapnya.

Sebelumnya, Bawaslu Provinsi Jawa Tengah juga mengingatkan pasangan calon presiden bernomor urut 02 agar tidak melakukan kegiatan kampanye di tempat ibadah.

“Kami selalu mengedepankan pencegahan daripada penindakan dan kami sudah ingatkan tim kampanye Prabowo-Sandiaga agar tidak ada kampanye di tempat ibadah, tidak hanya berlaku di masjid, tapi juga di tempat ibadah semua agama,” kata Koordinator Divisi Humas dan Hubungan Antarlembaga Bawaslu Jateng Rofiuddin di Semarang, Kamis (14/02/19).

Ia menegaskan pihaknya tidak pernah melarang siapapun untuk menunaikan ibadah Salat Jumat di masjid karena hal tersebut menjadi urusan pribadi masing-masing dan bukan merupakan ranah Bawaslu Jateng. Menurut dia, Bawaslu Jateng hanya ingin memastikan tidak ada kampanye di tempat ibadah, dalam hal ini masjid, dan jika ada kampanye maka itu merupakan bagian dari pelanggaran pidana pemilu Pasal 280 Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu.

Guna mengantisipasi adanya kegiatan kampanye di masjid yang dilakukan oleh kubu Capres Prabowo Subianto, Bawaslu Jateng telah menyurati tim sukses pasangan capres bernomor urut 02 dan takmir Masjid Kauman Semarang. Bawaslu Jateng juga akan melakukan pengawasan terhadap semua kegiatan Capres Prabowo Subianto di Kota Semarang pada Jumat (15/02/19) guna mengantisipasi terjadinya pelanggaran kampanye.

“Kami juga minta tidak ada pengerahan massa dan penggunaan berbagai atribut partai karena atribut itu bagian dari citra diri parpol, sedangkan masjid merupakan tempat ibadah dan tempat umum sehingga harus bebas dari kepentingan politik tertentu,” ujarnya.

Selain itu, pemakaian seragam parpol saat Salat Jumat juga sebaiknya dihindari karena itu bagian dari atribut yang bisa menunjukkan ciri-ciri terhadap peserta pemilu. Dalam rangkaian kegiatan kampanye di Kota Semarang pada Jumat (15/2), Capres Prabowo Subianto dijadwalkan melaksanakan ibadah salat jumat di Masjid Kauman. (Red)


Photo Credit : Kantor Komisi Pemilihan Umum (KPU). FILE/DOK/IST. PHOTO/ANTARA
Share



Komentar Anda