Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Kapolri Baru Siap Jalankan “Polri Presisi” Apa Itu?
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Kapolri Baru Siap Jalankan “Polri Presisi” Apa Itu?

Rina C. Latuperissa Selasa, 26 Januari 2021 | 00:08 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Kapolri Listyo Sigit Prabowo
Photo Credit: Kabareskrim Polri yang juga calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). ANTARA/Galih Pradipta
Bagikan

Telegraf – Masyarakat menilai program “Polri Presisi” yang digagas oleh Kepala Kepolisian Republik Indonesia (Kapolri), Komjen Pol. Listyo Sigit Prabowo, pada saat fit and proper test di komisi III Dewan Perwakilan Rakyat (DPR), dinilai tepat dan menjanjikan.

Dalam rilisnya, Direktur RIDMA Foundation, S.S Budi Rahardjo, menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk mengetahui dan mengukur tingkat akseptabilitas calon Tunggal Kapolri di mata masyarakat. Survei RIDMA Foundation (research, investigation and multimedia)  digelar pada 21-23 Januari 2021, sehari setelah fit and proper test digelar Komjen Listyo Sigit di oleh DPR-RI.

Program Polri Presisi yang berarti konsep kepolisian yang prediktif, responsibiltas, dan transparan berkeadilan dianggap sebagai konsep yang relevan dan bagus menghadapi tantangan yang dihadapi oleh kepolisian mendatang.

Masyarakat juga menilai sosok Komjen Listyo Sigit Prabowo sebagai sosok yang tepat menggantikan Kapolri Jenderal Idham Aziz yang sudah memasuki masa pensiun Februari mendatang. Demikian kesimpulan hasil survei Ridma Foundation yang dirilis kepada media, Senin (25/01/2021).

Metode survei opini masyarakat ini melibatkan 1.200 responden yang tersebar di berbagai kota di Indonesia yang dilakukan melalui wawancara telepon.

Survei dilakukan dengan stratified random sampling diklaim memiliki derajat kepercayaan 95% dengan margin of error 2,7%.

Dalam rilisnya, Direktur RIDMA Foundation, S.S Budi Rahardjo, menjelaskan bahwa survei dilakukan untuk mengetahui dan mengukur tingkat akseptabilitas calon Tunggal Kapolri di mata masyarakat.

Sekaligus untuk mengetahui respon masyarakat terhadap program atau gagasan yang dibawa oleh Komjen Listyo Sigit Prabowo yang menjadi calon tunggal Kapolri oleh Presiden Joko Widodo.

Budi menerangkan, bahwa pergantian Kapolri yang menjadi tema utama survei lembaganya dianggap menjadi momentum penting untuk mereformasi lembaga kepolisian secara lebih sistematis dan terencana.

Mengingat banyaknya pekerjaan rumah kepolisian dan masa jabatan Komjen Sigit yang relatif panjang hingga empat sampai lima tahun mendatang.

“Pergantian Kapolri jadi moment yang sangat penting karena banyak hal yang harus dilakukan oleh kepolisian dan masa jabatan Jenderal Sigit memungkinkan untuk melakukan banyak hal,” ujar Budi Raharjo.

Lebih lanjut Budi menjelaskan masyarakat menaruh harapan yang besar terhadap Jenderal Sigit yang dianggap mampu menyelesaikan semua persoalan yang dihadapi oleh kepolisian.

Sebesar 92% masyarakat menganggap sosok Jenderal Sigit sangat mampu menyelesaikan persoalan keamanan dan ketertiban nasional yang menjadi tugas utama kepolisian.

Hanya 5 % yang ragu, 2% yang menilai tidak mampu, dan 1% tidak menjawab atau tidak tahu.

“Komjen Sigit dinilai mampu dan cakap menjadi Kapolri yang dapat menyelesaikan persoalan yang menjadi tugas utama kepolisian,” tutur Budi yang juga wartawan senior ini.

Terkait agama yang dianut oleh calon Kaporli, menurut survei RIDMA Foundation, masyarakat sama sekali tidak mempersoalkan agama sebagai faktor yang harus dipertimbangkan dalam pemilihan calon Kapolri.

Mayoritas masyarakat (93%) menganggap beragama Islam sebagai agama mayoritas masyarakat Indonesia bukan faktor yang dianggap penting dalam pemilihan Kapolri.

Masyarakat juga menilai kriteria yang penting dan harus menjadi pertimbangan utama adalah kecakapan (80%), rekam jejak (97%), dan profesionalitas (90%).

“Masyarakat Indonesia membuktikan dirinya memiliki sikap yang terbuka dan pluralis, buktinya masyarakat tidak mempersoalkan agama yang dianut oleh Kapolri yang berbeda dengan agama mayoritas, ini kemajuan dan catatan penting survei ini,” tegas Budi.

Survei RIDMA Foundtaion ini juga menemukan beberapa pekerjaan rumah yang harus diselesaikan oleh kepolisian yang dianggap penting dan mendesak oleh kapolri baru.

Kriminalitas yang meningkat belakangan paska pendemik covid19 menjadi persoalan terbesar (87%) menurut masyarakat, disusul narkoba (86%), terorisme dan ektrimisme (84%), korupsi (80%).

Masyarakat menilai sangat positif terhadap sikap Komjen Sigit yang akan menaruh kesetaraan hukum untuk semua sebagai sikap yang harus diapresiasi.

Pernyataan sikap Jenderal Sigit yang akan memberlakukan hukum sama tajam ke atas dan ke bawah sebagai sikap ksatria yang dibutuhkan saat ini.

Dalam penutupnya, Budi Raharjo mengatakan masyarakat menaruh harapan besar sosok Kapolri baru mampu bertindak adil dalam menegakan hukum kepada masyarakat.


Photo Credit: Kabareskrim Polri yang juga calon Kapolri Komjen Pol Listyo Sigit Prabowo bersiap mengikuti Uji Kelayakan dan Kepatutan Calon Kapolri di ruang Komisi III DPR, Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (20/1/2021). ANTARA/Galih Pradipta

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?