Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ketika Jokowi Taraweh Bersama Santri, Jadinya? Ini…
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Ketika Jokowi Taraweh Bersama Santri, Jadinya? Ini…

Edo W. Sabtu, 17 Juni 2017 | 09:48 WIB Waktu Baca 5 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Wonosobo – Sejak belum jadi Presiden, Joko Widodo sudah dikenal dekat dengan kalangan santri dan Pondok Pesantren. Oleh karena itu selama bulan suci Ramadhan, Presiden Jokowi punya kebiasaan blusukan bersilaturahmi dari Pondok Pesantren ke Pondok Pesantren untuk Sholat Taraweh berjamaah dengan para santri.

Usai Sholat Taraweh pun kedekatan Presiden Jokowi dengan para santri terlihat dari komunikasi mereka. Itu terlihat saat Presiden Joko Widodo blusukan sekaligus melakukan Sholat Taraweh di Pondok Pesantren Al Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jateng. Ia terlihat begitu akrab dengan para santri. Dialog antara Presiden dengan para santri sesekali diwarnai gelak tawa.

Usai shalat Tarawih, Jokowi pun menggelar main kuis. Siapa yang bisa menjawab pertanyaannya maka akan diberikan hadiah. Gelat tawa muncul, saat Jokowi minta santri memperagakan jurus pencak silat, namun santri Ponpes Al Asy’ariyah justru menghafal pencak silat. Rupanya ia salah dengar.

Jokowi hadir di Pondok Pesantren Al Asy’ariyah Kalibeber, Wonosobo, Jateng sekitar pukul 18.45 WIB disambut ribuan santri dan warga. Setelah itu, langsung mengikuti Saalat Tarawih berjamaah.

Usai salat Tarawih, seperti biasa Jokowi memberikan sambutan sekaligus menggelar kuis. Kemudian dilanjutkan menuliskan huruf “Ba” permulaan lafal Bismillah pada Alquran Akbar.

Dalam sambutannya, Jokowi menyampaikan tentang keberagaman Indonesia yang terdiri dari 714 Suku, memiliki 34 provinsi, memiliki 516 kota, serta terdiri dari bebeberapa agama.

Menurut Jokowi hal tersebut sebagai takdir dari Allah untuk Indonesia. Tiap daerah juga memiliki bahasa yang berbeda.

“Kita ada Agama Islam, Hindu, Buddha, serta beberapa agama lain, semua itu takdir untuk Indonesia,”ungkap Jokowi.

Seperti biasa, usai sambutan Jokowi mengajukan kuis. Beberapa santri bersemangat untuk menjawab. Mereka berebut tunjuk jari dan maju.

“Sebentar, ini banyak yang semangat, saya pilih satu yang itu,” ucap Jokowi sambil menunjuk satu santri.

Setelah itu, Santri yang dipilih disuruh memperkenalkan diri. Santri pertama yang maju bernama Ulul Azmi, asal Tegal.

“Coba kalau bahasa Tegal apa kabar apa?,”tanya Jokowi.

“Kepriwe kabare..,”jawab Ulul Azmi disambut gelak tawa.

Jokowi kemudian mengulang sambutanya, bahwa di Indonesia terdapat 714 suku yang tersebar di nusantara.

“Sekarang tolong sebutkan tujuh suku saja yang ada di Indonesia,” tanya Jokowi.

Santri bernama Ulul Azmi kemudian menjawab. Awalnya dia lancar menjawab. Namun sampai nama suku keempat jawabannya mulai bingung.

Baca Juga :  GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan

“Suku Dayak, Suku Jawa, Suku Sunda, Sukuuu, Sukuuu,” kata Azmi, disambut tawa oleh Presiden dan warga yang hadir.

Jokowi kemudian memancing dengan beberapa kunci, diantaranya menyebutkan suku yang pandai melaut, suku di Papua yang pandai mengukir, suku di sebelah timur Surabaya.

“Suku yang suka berlayar, Bugis. Yang di dekat Surabaya, Suku Madura, Suku Betawi,” jawa Azmi.

“Sudah sudah, tujuh ya, silahkan nanti saya beri sepeda diambil, “kata Jokowi.

Setelah mengajukan satu pertanyaan, Jokowi kemudian kembali meminta satu santri untuk maju.

“Tadi saya sebutkan, kita memiliki 714 suku, memiliki 34 provinsi, memiliki 516 kota. Pertanyaanya bukan itu. Siapa santri di sini yang bisa pencak silat,” tanya Presiden.

Dengan pertanyaan tersebut, puluhan santri tunjuk jari untuk maju. Jokowi kemudian menunjuk satu santri paling bersemangat.

Santri tersebut kemudian diminta memperkenalkan diri. Santri kedua ini bernama Taufiq Umar berasal dari Kabupaten Pemalang. “Benar ini bisa, pencak silat? Saya sangat senang para santri di sini bisa pencak silat, ini budaya Indonesia pencak silat,” kata Jokowi.

Jokowi kemudian meminta santri tersebut memperagakan Pencak Silat. “Ayo silahkan bisa berapa jurus pencak silat, dua puluh jurus bisa?,” tanya Jokowi.

Taufiq pun langsung menimpali Jokowi. “Saya bisa lima,” kata Taufiq.

Jokowi kemudian mempersilakan Taufiq memperagakan jurus Pencak Silat. Namun ternyata Santri kelas SMA ini malah salah dengar. Bukannya memperagakan jurus pencak silat. Namun malah mengambil mikrophone. “Pancasila, satu…,” kata Taufiq.

Buru-buru Jokowi kemudian memotong.  “Bentar, bentar, tadi yang salah saya apa mas Taufiq? Mungkin saya yang salah ucap. Yang benar pencak silat. Bukan Pancasila,” ungkap Jokowi disambut tawa.

Tidak mau kalah, santri yang bersemangat ini tetap bertahan. “Pencak silat saya bisa,” ungka Taufiq.

“Coba silakan diperagakan, bena- benar bisa tidak,”ungkap Jokowi

Taufiq kemudian bergegas mengambil tempat dan memperagakan pencak silat. Pertama dia memperagakan gerakan kuda-kuda sambil memukul. “Oke baru satu, silahkan gerakan yang lain, bisa berapa jurus?,” tanya Jokowi lagi.

“Saya cuma bisa satu jurus,” kata Taufiq disambut gelak tawa.

Jokowi pun kemudian memaklumi dan menyilahkan kepada Taufiq untuk mengambil sepeda yang sudah disediakan. (Tim)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Ini Respon Jaksa Saat Diminta Untuk Periksa Jokowi di Kasus Pertamina
Waktu Baca 2 Menit
Susul Mahendra Siregar, Mirza Adityaswara Juga Ikutan Mundur Dari OJK
Waktu Baca 2 Menit
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar Mundur Dari Jabatan
Waktu Baca 4 Menit
Tekan Unbanked, LPS Targetkan Peningkatan Literasi dan Inklusi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit
GMNI Nilai Pencabutan 28 Izin Perusahaan Harus Jadi Awal Reformasi Kehutanan
Waktu Baca 8 Menit

Senator Dayat El: Polri Lebih Efektif di Bawah Komando Presiden Langsung

Waktu Baca 2 Menit

eSIM XL PRIORITAS Solusi Konektivitas Digital untuk Gaya Hidup Modern

Waktu Baca 4 Menit

SPPG Yang Tolak Pasokan Dari UMKM dan Petani Kecil Bakal Disanksi BGN

Waktu Baca 2 Menit

Prabowo Bakal Hadiri Seremonial Penerimaan Pesawat Tempur Rafale Buatan Prancis

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

378 Pendaftar Lolos Seleksi Administrasi Calon Anggota KIP 2026-2030, Ini Daftarnya

Waktu Baca 12 Menit
Nasional

Menteri KKP Terjatuh dan Pingsan Saat Upacara Pelepasan Korban Pesawat ATR

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Seorang petugas kebersihan sedang membersihkan gedung KPK. ANTARA
Nasional

KPK Sita Ratusan Juta Tunai Dari Kasus Korupsi Wali Kota Madiun

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Tim SAR Temukan Total 10 Jenazah Korban Pesawat ATR 42-500

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) memprediksi terjadi hujan lokal di beberapa wilayah di DKI Jakarta pada hari ini. IST. PHOTO
Nasional

Pramono Anung: Perpanjangan Modifikasi Cuaca Hingga 27 Januari

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Mantan Menpora Dito Ariotedjo Akan Diperiksa KPK Terkait Korupsi Haji

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Ahok Pastikan Bersaksi Terkait Korupsi Kilang Pertamina Pekan Depan

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Prabowo Tak Tetapkan Status Bencana Nasional, Ini Alasannya

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?