Kenaikan Listrik Sumbang Terbesar Inflasi Aril 2017

"Kalau dibandingkan April 2017 lebih tinggi dibandingkan April 2016. Akan tetapi, lebih rendah dibanding April 2015 yang 0,36 persen"

Kenaikan Listrik Sumbang Terbesar Inflasi Aril 2017


Telegraf, Jakarta – Badan Pusat Statistik merilis inflasi bulan april 2017 adalah 0,09 dengan indek harga konsumsi (IHK) sebesar 128,33, lebih tinggi sedikit dibanding proyeksi Bank Indonesi yaitu 0,08 persen Inflasi ini disebabkan oleh penyesuaian harga listrik untuk rumah tangga 900 Volt Amper (VA), dan untuk Inflasi tahun kalender april terhadap desember sebesar 1,29 persen dan untuk inflasi tahun ke tahun adalah 4,17 persen.

Bila dibandingkan pada bulan april tahun lalu Indonesia malah mencatat Deflasi sebesar 0,45, Kondisi ini memang berbalik dibandingkan Maret 2017 yang terjadi deflasi 0,02 persen, dan jika menengok ke tahun sebelumnya yaitu April 2015 lebih rendah yaitu 0,36 persen.

“Kalau dibandingkan April 2017 lebih tinggi dibandingkan April 2016. Akan tetapi, lebih rendah dibanding April 2015 yang 0,36 persen,” kata Kepala BPS Suhariyanto, saat pres confrance di kantornya, Jakarta Pusat, Selasa (2/5/2017).

Suhariyanto menerangkan angka itu didapat dari survei yang dilakukan di 82 kota, sementara yang menunjukan inflasi adalah 53 dan 29 kota mengalami deflasi, untuk inflasi tertinggi di kota Pangkalpinang sebesar 1,02 persen sementara terendah di kota cilacap sebesar 0,01 persen dengan IHK 136,83.

Sementara dari 29 kota yang mengalami deflasi, kota yang mengalami deflasi tertinggi adalah Singaraja sebesar -1,08 persen sementara deflasi terendah terjadi di kota Jakarta dan Menado sebesar -0,02 persen.

“Survai ini dilakukan oleh BPS di 82 kota dengan angka 0,09 berarti tahun kalender april terhadap desember sebesara 1,28 persen sementara inflasi tahun ke tahun 4,17 persen dari 82 kota yang di survei oleh bps ada 52 kota yang mengalami inflasi sebaliknya ada 29 kota yang mengalami deflasi, di Pangkalpinang 1,02 persen dan inflasi terendah ada di Cilacap yaitu 0,01 persen dari 29 kota yang engalami deflasi, deflasi paling tinggi di singaraja yaitu -1,08 persen sementara deflasi terendahnya adalah DKI jakarta dan Menado masing masing sebesar -0,02 persen,” Ujar Suhariyanto.

Dari 7 kelompok pengeluaran penyumbang inflasi tertinggi pada kelompok perumahan, air, listrik gas dan bahan bakar sebesar 0,22 persen sementara inflasi pada kelopok pengeluaran ini adalah 5,19 persen. Dari kelompok pengeluaran tersebut tarif listrik memberi andil terhadap infasi terbesar yaitu sebesar 0,20 persen.

“Komoditas, apa yang memberikan andil inflasi adalah adanya kelompok pengeluaran yaitu penyesuaian harga tarif listrik ini memberi andil terhadap inflasi 0,20 persen,” tuturnya.

Suhariyanto menjelaskan karena tarif listrik 900 VA tadinya subsidi sekarang dicabut. Membayarnya pasca bayar. 900 VA pelanggannya 17,18 persen pasca bayar jadi dampak kenaikan tarif dasar listrik pada April lebih besar karena pelanggan lebih besar otomatis rata-rata pemakaian listrik kan lebih besar.

Sementara untuk kelompok pengeluaran bahan makanan pada bulan Aparil ini mengalami deflasi sebesar -1.13 sementara prosentase andilnya adalah -0,24, adapun penyebab deflasi ini terjadi pada penurunan harga komoditas seperti cabe merah dan cabe rawit yang andil masing masing 0,09 persen serta penurunan bawang merah 0,08 persen serta beras, 0,02 dan beberapa komoditas seperti daging sapi, telor ras, dan beberapa sayuran serta minyak yang maing maing andil sebesar 0,01 persen. (Red)

Credit fotto : Atti kurnia


 

Atti Kurnia

close