Kemristekdikti Targetkan 10 Unicorn Baru

"Kami ingin hasil inovasi dari para inovator benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat dan menumbuhkan sektor industri, khususnya menjawab tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0,"

Kemristekdikti Targetkan 10 Unicorn Baru

Telegraf, Jakarta – Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemristekdikti) mendorong agar pengusaha pemula berbasis teknologi (PPBT) yang dibinanya tumbuh besar menjadi perusahaan unicorn.

Unicorn adalah sebuah perusahaan startup yang memiliki valuasi nilai hingga US$ 1 miliar. Valuasi startup adalah nilai ekonomi dari bisnis yang dilakukan sebuah startup. Saat ini di Indonesia terdapat tiga unicorn yakni Bukalapak, Tokopedia dan Traveloka, sementara Gojek sudah mencapai valuasi decacorn dengan valuasi di atas US$10 miliar atau setara Rp 140 triliun.

Perkembangan PPBT di Indonesia pun tumbuh signifikan. Untuk mengenalkan berbagai produk tersebut ke masyarakat, Kemristekdikti akan menggelar pameran startup teknologi dan inovasi industri anak negeri (I3E) di Jakarta Convention Center pada 3-6 Oktober 2019. I3E bertema Startup Teknologi dan Inovasi Industri Meningkatkan Daya Saing Bangsa akan diikuti 396 peserta pameran.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi Mohamad Nasir ingin hasil inovasi dari para inovator bisa bermanfaat bagi masyarakat.

“Kami ingin hasil inovasi dari para inovator benar-benar terasa manfaatnya bagi masyarakat dan menumbuhkan sektor industri, khususnya menjawab tantangan dan peluang di era revolusi industri 4.0,” katanya di Jakarta, Selasa (10/09/19).

Sebanyak 396 peserta pameran itu terdiri atas 248 startup PPBT, 130 calon PPBT, tiga perusahaan lanjutan berbasis teknologi (PLBT) dan 15 inovasi industri.

Nasir pun mengaku kaget atas peningkatan jumlah startup. Awalnya Kemristekdikti menargetkan 300 tapi lompatannya sangat jauh yakni mencapai 1.307 sejak tahun 2015.

Sejak 2015, Kemristekdikti telah melakukan program penumbuhkembangan wirausaha rintisan berbasis teknologi dan hasil lembaga penelitian dan pengembangan yang dimanfaatkan industri.

Lima tahun terakhir, Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti melakukan telah melakukan pembinaan dan penumbuhan startup teknologi yang berasal dari perguruan tinggi, lembaga penelitian dan pengembangan, industri, serta masyarakat umum sebanyak 1.307 yang terdiri dari 749 PPBT, 558 calon startup dan 15 inovasi industri.

Direktur Jenderal Penguatan Inovasi Kemristekdikti Jumain Appe mengungkapkan, saat ini upaya untuk mendorong inovasi agar layak menjadi startup terus dilakukan.

“Dari startup ini kita harapkan muncul unicorn minimal 10 persen untuk pendukung ekonomi kita ke depan,” ucapnya. (Red)


Photo Credit : Ilustrasi startup. GETTY IMAGES

Bagikan Artikel



Komentar Anda