Telegraf – Aktor Gary Iskak, yang dikenal karena karyanya di film, televisi, dan platform digital, meninggal dunia pada hari Sabtu di usia 52 tahun. Ia meninggal dunia di Rumah Sakit RSPPN Suyoto, Tangerang Selatan, setelah mengalami kecelakaan sepeda motor.
Polisi mengatakan Gary sedang mengendarai sepeda motornya tak lama setelah tengah malam ketika ia kehilangan kendali dan menabrak pohon di depan tempat cuci mobil ‘Rainbow Car Wash’ di Jalan Kesehatan Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan hingga meninggal dunia, pada Sabtu dini hari.
“Kejadiannya pada Sabtu (29/11) sekitar pukul 00.30 WIB di Jalan Kesehatan Raya, Pesanggrahan, Jakarta Selatan,” kata Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Pol Budi Hermanto dalam keterangannya.
Saksi mata melaporkan bahwa akibat benturan tersebut, ia terlempar dari kendaraan. Pihak berwenang mengonfirmasi bahwa ia tidak berada di bawah pengaruh alkohol saat kecelakaan terjadi.
“Dugaan sementara penyebab kecelakaan dalam proses penyelidikan,” ujar Budi.
Lahir dengan nama Gary Muhammad Iskak di Bogor, Jawa Barat, pada 10 Juli 1973, ia dikenang sebagai seorang aktor serba bisa dan berdedikasi. Gary membangun karier selama dua dekade yang mencakup film layar lebar, sinetron, dan serial web, menjadikannya salah satu wajah dunia hiburan Indonesia yang dikenal.
Ia memulai debut filmnya pada tahun 2000 dengan Bintang Jatuh dan menjadi terkenal melalui serangkaian film hits awal tahun 2000-an, termasuk Ada Apa dengan Cinta?, 30 Hari Mencari Cinta, Ungu Violet, Jatuh Cinta Lagi, D’Bijis, dan Merah Itu Cinta. Kiprahnya yang konsisten di dunia pertelevisian dimulai pada tahun 2001 dengan peran-peran dalam serial populer seperti Opera SMU, Putri, Buku Harian Baim, dan Pangeran 2, diikuti dengan sederet drama keluarga dan religi. Ia kemudian melebarkan sayapnya ke produksi FTV dan serial digital seperti Halusinada, Mami Kost, Twisted, World of Dr. Boyke, Second Account, dan Generasi D’Bijis.
Film terbaru Gary, komedi horor Maju Serem Mundur Horor, tayang perdana di seluruh Indonesia pada 23 Oktober 2025. Ia juga bergabung dengan proyek mendatang Rumah 78, yang disutradarai oleh Demian Aditya, dan Semesta Diary Misteri Sara yang diciptakan oleh Sara Wijayanto.
Gary meninggalkan seorang istri, aktris Richa Novisha, dan dua anak mereka. Secara total, ia meninggalkan empat anak dari beberapa hubungan, termasuk pernikahan sebelumnya dengan Sabrina R. Bonita dan Irma Risma.