Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jokowi Instruksikan Peningkatkan Produktivitas Jagung
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Jokowi Instruksikan Peningkatkan Produktivitas Jagung

Didik Fitrianto Kamis, 7 Oktober 2021 | 03:40 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Presiden Joko Widodo (Jokowi) instruksikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produksi jagung. ANTARA
Photo Credit: Presiden Joko Widodo (Jokowi) instruksikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produksi jagung. ANTARA
Bagikan

Telegraf – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menginstruksikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produksi jagung serta memitigasi dampak perubahan iklim terhadap sektor tanaman pangan di Tanah Air.

Jokowi juga secara khusus memerintahkan jajaran menteri terkait untuk mendorong produktivitas jagung agar melampaui target nasional dan mengembangkan industri pertanian lainnya seperti industri peternakan telur.

“Yang tahap pertama itu terkait dengan budi daya. Bagaimana pengembangan jagung untuk bisa kita produktivitasnya terus meningkat dan produksi nasionalnya sesuai dengan target yang dibutuhkan bahkan melampaui target yang ada,” kata Mentan Syahrul Yasin Limpo, Rabu (06/10/2021).

Jokowi memerintahkan Mentan untuk menyiapkan pengelolaan budi daya pertanian, mulai dari pemetikan hingga pengolahan pascapanen. Mentan juga diminta untuk menyiapkan pasar bagi komoditas jagung.

“Jadi, tiga tahap itu yang betul-betul Bapak Presiden minta supaya semua menteri, lebih khusus saya sebagai menteri pertanian, akan main di budi daya dan bisa meningkatkan semua produktivitas jagung kita khususnya di dalam menghadapi climate change, perubahan-perubahan anomali cuaca yang luar biasa baik secara nasional maupun secara global,” jelasnya.

Syahrul mengatakan, bahwa Jokowi berharap jika produksi jagung nasional sudah memenuhi kebutuhan di dalam negeri, maka kelebihan hasil produksi tersebut bisa diekspor ke luar negeri.

“Tadi perintah konkret kepada kami sebagai penteri pertanian dan menteri lain agar pengembangan jagung dikembangkan lebih luas lagi, melampaui existing yang ada,” jelasnya.

Ia menyebutkan juga bahwa presiden Jokowi meminta agar Kementerian Pertanian secara bertahap memanfaatkan lahan-lahan pertanian yang masih banyak seperti di Papua Barat.

Seperti diketahui, di Papua Barat terdapat 11.000 hektare lahan jagung, namun baru sekitar 33% yang dimanfaatkan baik. Jokowi akan terus mendorong untuk menjadikan Papua Barat sebagai lumbung pangan di Kawasan Timur Indonesia.

Baca Juga :  Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

“Ya Bapak Presiden minta untuk kita secara bertahap melihat apa-apa yang bisa kita lakukan di sana, lebih khusus untuk memanfaatkan lahan-lahan yang memang sangat realistis untuk kita lakukan penanaman dan salah satu yang harus kita maksimalkan adalah jagung kita di tempat itu. Dan ini saya dikasih waktu satu bulan untuk melakukan itu,” imbuhnya.

Menurutnya saat ini Kementan sedang melatih sekitar 800 petani milenial di Papua Barat dari target 2.000 petani milenial. Nantinya para petani milenial tersebut juga akan dibekali dengan pendampingan terkait sejumlah hal yang dibutuhkan.

“Ini terus berkejaran, tidak hanya pelatihan, sesudah dilatih dia punya program dan dia menggunakan KUR untuk kemudian kita lakukan asistensi sampai pada tahap-tahap yang dibutuhkan,” bebernya.

Selain peningkatan produktivitas jagung, dalam rapat, Jokowi juga menyoroti mengenai turunnya harga telur karena stok yang melimpah. Pemerintah, ujar Mentan, menyiapkan beberapa kebijakan untuk memulihkan harga telur.

“Salah satu agenda adalah untuk permanennya dibuatkan industri telur yang ada, dan seperti itulah dalam perencanaan,” katanya.

Selanjutnya dikatakan, pemerintah juga mempertimbangkan agar stok telur yang tersedia di pasar dapat diserap ke dalam program bantuan sosial penanganan Covid-19.

“Bagaimana hasil-hasil ini bisa terjualkan dan terbelikan dan juga masuk dalam program program katakan lah penggunaan dari bansos-bansos yang memungkinkan untuk itu,”tandasnya.


Photo Credit: Presiden Joko Widodo (Jokowi) instruksikan Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo untuk meningkatkan produksi jagung. ANTARA

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi
Waktu Baca 4 Menit
Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital
Waktu Baca 2 Menit
Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026
Waktu Baca 2 Menit
BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026
Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan
Waktu Baca 2 Menit

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru

Waktu Baca 10 Menit

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat

Waktu Baca 2 Menit

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit

Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?