Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jokowi Instruksikan Alokasi RAPBN 2025 Untuk Program Prabowo-Gibran
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Jokowi Instruksikan Alokasi RAPBN 2025 Untuk Program Prabowo-Gibran

Didik Fitrianto Senin, 5 Agustus 2024 | 17:16 WIB Waktu Baca 6 Menit
Bagikan
Photo Credit: Presiden Joko Widodo (Jokowi) FILE/Setkab/Muchlis Jr
Photo Credit: Presiden Joko Widodo (Jokowi) FILE/Setkab/Muchlis Jr
Bagikan

TELEGRAF – Presiden Joko Widodo (Jokowi) meminta Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2025 dapat mengakomodasi program-program dari presiden dan wakil Presiden terpilih 2024-2029.

Jokowi menyampaikan hal tersebut ketika memimpin Rapat Terbatas mengenai Rencana Kerja Pemerintah (RKP), Nota Keuangan, dan RAPBN Tahun 2025 di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (05/08/2024).

“Pagi hari ini kita akan membahas mengenai RAPBN 2025. Dan saya ingin di dalam rencana rancangan APBN 2025 ini, mengakomodasi semua program presiden terpilih,” kata Jokowi.

Meski begitu, Jokowi tetap mengingatkan di dalam penyusunan RAPBN 2025 tersebut harus mewaspadai risiko perlambatan ekonomi dunia. Selain itu, ia juga berpesan untuk mengoptimalkan langkah-langkah strategis demi peningkatan target dari penerimaan negara.

“Di sini saya ingin menggarisbawahi mengenai kemudahan investasi, kemudahan untuk produk-produk yang berkaitan dengan ekspor. Lalu, alangkah baiknya apabila dalam RAPBN 2025 kita fokus. Tidak semuanya dikerjakan,” tegasnya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani usai rapat terbatas itu menyatakan pihaknya tidak bisa menyampaikan substansi daripada RAPBN 2025, karena hal tersebut akan disampaikan pada pidato Nota Keuangan oleh Presiden Jokowi 16 Agustus mendatang.

Meski begitu, Menkeu Sri menuturkan bahwa proses pembahasan dan penyusunannya antara pemerintahan saat ini dengan tim transisi Prabowo-Gibran dan DPR berjalan cukup baik. Menurut Sri, dalam menyusun RAPBN 2025 yang diperhatikan adalah lingkungan ekonomi makro baik dari sisi global maupaun nasional.

“Untuk itu, kami hari ini sudah mendapatkan persetujuan dari presiden dan presiden terpilih mengenai situasi makro yang kita baca mempengaruhi APBN 2025, seperti pertumbuhan ekonomi, inflasi, suku bunga dari SBN 10 tahun, nilai tukar rupiah, harga minyak, lifting minyak dan gas, itu yang sudah dibahas dengan DPR. Kami laporkan dan tadi mendapatkan beberapa arahan yang nanti finalnya disampaikan Bapak Presiden pada 16 Agustus,” ungkap Menkeu Sri.

Dalam kesempatan ini, Menkeu Sri menjelaskan,penyusunan postur APBN 2025 sesuai arahan dari Presiden Jokowi, bahwa anggaran negara di tahun depan harus bisa mengakomodir program unggulan dari presiden terpilih Prabowo Subianto.

“Posturnya diperkirakan tidak akan mengalami deviasi banyak dari yang sudah dibahas dengan DPR, namun karena ini adalah menampung sesuai dengan arahan bapak presiden saat ini, bahwa APBN 2025 menampung program-program prioritas yang sudah disampaikan oleh pemerintahan presiden terpilih. Jadi kami mulai untuk menghitung untuk program-program yang sering disebut seperti makanan bergizi gratis, kemudian beberapa program inisiatif baru yang sekarang sedang difinalkan dengan tim dari presiden terpilih. Ini sudah masuk di dalam postur APBN 2025,” jelasnya.

Baca Juga :  OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Terkait penjelasan lebih lanjut tentang program unggulan Prabowo-Gibran yakni makan bergizi gratis, mantan managing director World Bank ini mengatakan bahwa detilnya akan disampaikan oleh presiden terpilih dan tim transisinya.

“Sampai saat ini yang kita sudah mendapatkan arahan dari presiden saat ini dan presiden terpilih adalah total anggaran Rp71 triliun. Mengenai detilnya nanti adalah bapak presiden terpilih terus melakukan persiapan dengan timnya untuk persiapan pelaksanaannya,” tambahnya.

Ekonom Bank Permata Josua Pardede mengungkapkan berdasarkan pernyataan dari Menkeu Sri Mulyani, APBN tahun depan defisitnya akan tetap dijaga di bawah tiga persen. Dengan begitu, anggaran negara pada tahun depan di tangan pemerintahan baru, fiskalnya cenderung tidak akan terlalu ketat.

“Kita bisa katakan itu ketat atau tidaknya kan itu sudah masuk. Jadi sebenarnya tidak ada isu lagi, makan siang gratis bisa jalan. Tetapi kalau ada aspirasi lain dari pemerintahan baru, misalkan nomenklatur, ada K/L (kementerian negara atau lembaga) yang menambah, ini either way ada penambahan anggaran yang harus dipentokin sampai tiga persen budget anggarannya terhadap PDB, atau harus mengambil anggaran lain, ada yang harus dipangkas. Tapi harapannya jangan sampai memangkas anggaran pendidikan dan kesehatan,” ungkap Josua.

Josua yakin setidaknya pada 2025 mendatang tidak akan ada isu mengenai pengetatan fiskal. Namun, katanya, pemerintahan baru tetap harus mewaspadai isu perlambatan ekonomi global dan normalisasi harga komoditas agar tetap bisa memaksimalkan penerimaan negara yang cenderung terus menurun dalam beberapa waktu belakangan ini.

Terkait program unggulan Prabowo-Gibran, yakni makan bergizi gratis, Josua menekankan kepada Prabowo untuk melakukan persiapan yang lebih matang sebelum program ini berjalan, mulai dari rantai pasok hingga sumber stok bahan makanan. Menurutnya, hal ini akan menimbulkan permasalahan jika ada kewajiban kandungan Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) yang cukup tinggi.

Selain itu, Josua berharap bahwa program ini akan tepat sasaran dan tidak diberlakukan mayoritas di Pulau Jawa saja.

“Tapi ini subject to, bagaimana pelaksanaannya? Apakah terealisasi di semester I apakah mungkin bisa delay? Tentu dampaknya baru akan dirasakan di tahun depan. Jadi artinya semangatnya bagus, tinggal pelaksanaannya dan juga apakah ini tepat sasaran karena kalau nanti pelaksanaan makan bergizi gratis ini ujung-ujungnya di Jawa saja sebenarnya tidak signifikan. Tetapi kalau ditujukan kepada daerah yang stuntingnya tinggi, kemiskinannya tinggi, kemungkinan ada dampaknya,” pungkasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?