Jokowi dan PM Kamboja Bicarakan Investasi di KTT ASEAN

Jokowi dan PM Kamboja Bicarakan Investasi di KTT ASEAN

“Pertama, terkait kerja sama kesehatan, Jokowi menekankan pentingnya dukungan vaksin multilateral untuk pemerataan akses vaksin bagi semua negara. Jokowi juga mengajak Kamboja untuk memperkuat kerja sama di bidang farmasi, obat-obatan dan alat kesehatan,”

Jokowi dan PM Kamboja Bicarakan Investasi di KTT ASEAN

Telegraf – Presiden Joko Widodo (Jokowi) menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kamboja Hun Sen usai menghadiri ASEAN Leaders Meeting di Jakarta, Sabtu.

Menteri Luar Negeri Retno Marsudi mengatakan pertemuan tersebut dilaksanakan di Ruang Serbaguna Gedung Sekretariat ASEAN.

Marsudi mengatakan kedua pemimpin bertukar pikiran tentang bagaimana meningkatkan kerja sama bilateral antara kedua negara.

Jokowi mengangkat empat masalah dalam pertemuan bilateral tersebut.

“Pertama, terkait kerja sama kesehatan, Jokowi menekankan pentingnya dukungan vaksin multilateral untuk pemerataan akses vaksin bagi semua negara. Jokowi juga mengajak Kamboja untuk memperkuat kerja sama di bidang farmasi, obat-obatan dan alat kesehatan,” ucapnya.

Peluncuran usaha patungan Dynamic Argon Co Ltd yang merupakan hasil kerja sama antara perusahaan farmasi Indonesia dengan mitranya di Kamboja pada tahun 2019, merupakan awal yang baik untuk kerja sama kesehatan kedua negara.

Jokowi meminta dukungan Hun Sen untuk perluasan investasi BUMN dan swasta Indonesia di bidang farmasi dan alat kesehatan di Kamboja.

Sedangkan isu kedua adalah kerjasama ekonomi untuk pemulihan ekonomi. Jokowi mendorong upaya peningkatan volume perdagangan kedua negara, antara lain dengan memiliki jalur pengiriman langsung antarkedua negara yang sudah dijajaki oleh Pelindo II.

Terkait investasi, Jokowi meminta dukungan agar Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan swasta Indonesia bisa menjadi mitra pembangunan dan investasi utama di Kamboja.

“Proyek seperti sistem perkeretaapian, gerbong kereta, dan floating power, pembangunan pabrik, kapal tunda, dan proyek infrastruktur lainnya di Kamboja bisa dilakukan oleh BUMN Indonesia,” jelasnya.

Lebih lanjut, keduanya juga membahas kerja sama pertahanan. Jokowi berpandangan bahwa kerja sama bilateral di bidang pertahanan harus semakin diperkuat, antara lain dengan memperluas kerja sama antara Army to Army serta mendorong peningkatan kegiatan pendidikan dan pelatihan bagi personel militer kedua negara.

Jokowi juga menyuarakan perlunya sinergi antara Indonesia, Kamboja, dan Thailand di mana pada tahun 2022 ketiga negara Asia Tenggara tersebut akan menjadi ketua dari sejumlah organisasi. Indonesia akan menjadi ketua G-20, Kamboja sebagai ketua ASEAN, dan Thailand sebagai ketua APEC.


Photo Credit: Selepas ASEAN Leaders’ Meeting pada Sabtu, 24 April 2021, Presiden Joko Widodo menggelar pertemuan bilateral dengan Perdana Menteri (PM) Kamboja, Hun Sen. Pertemuan tersebut digelar di Multipurpose Room, Gedung Sekretariat ASEAN, Jakarta. BPMI/Laily RE

 

Shan Santi

close