Jaguar Land Rover Akan Kembangkan Hidrogen Fuel Cell

"Jika Anda bisa menggabungkannya dengan PHEV, dalam penggunaan normal atau di perkotaan, Anda benar-benar bersih dan jauh lebih senyap, jadi Anda tidak mencemari lingkungan dengan kebisingan,"

Jaguar Land Rover Akan Kembangkan Hidrogen Fuel Cell

Telegraf, Jakarta – Jaguar Land Rover akan terus berinvestasi dalam teknologi diesel, meskipun pabrikan mobil yang berbasis di Kota Whitley ini berencana untuk menggunakan teknologi listrik untuk model-modelnya dan mengembangkan kendaraan hidrogen fuel cell, demikian dilaporkan laman Autocar.

“Kami benar-benar percaya bahwa pelanggan akan fokus untuk menjadi lebih bersih, lebih aman dan lebih pintar daripada sebelumnya. Elektrifikasi akan menjadi semakin penting, tetapi berpotensi dengan cara yang cerdas,” kata Nick Rogers, bos rekayasa produk Jaguar Land Rover.

“Kami benar-benar merasa ada tempat yang nyata – dalam perjalanan panjang – untuk mesin diesel ‘super bersih’ kami dan gasolin ‘super bersih’ kami. Kami percaya itu adalah moda transportasi yang nyata dan valid,” ujarnya.

“Kami akan terus berinvestasi di mesin diesel yang bersih, serta kendaraan bensin yang bersih, BEV dan PHEV menawarkan variasi, karena bagi banyak orang, paling bersih, paling efisien adalah mesin bensin dan diesel, dan mereka dapat memanfaatkan dengan sangat efisien,” ucapnya.

Lalu, bagaimana dengan pabrikan lain? Pabrikan lainnya sebagian besar berbicara tentang ambisi mereka untuk berpindah dari sistem bahan bakar.

Baru-baru ini Porsche menghapus semua mesin diesel di line-up produk mereka dan perusahaan induk mereka yakni Volkswagen akan memulai pengembangan kendaraan final combustion pada 2026.

Menurut Rogers masih ada tempat untuk mesin diesel jika mereka dapat membuatnya lebih efisien dan ramah lingkungan.

“Jika Anda bisa menggabungkannya dengan PHEV, dalam penggunaan normal atau di perkotaan, Anda benar-benar bersih dan jauh lebih senyap, jadi Anda tidak mencemari lingkungan dengan kebisingan,” tambahnya.

Saat ini, Jaguar Land Rover (JLR) hanya menawarkan tiga model varian powertrain plug-in yakni Range Rover, Evoque dan Discovery Sport, semuanya bertenaga bensin.

Meskipun banyak mobil diesel yang saat ini dilengkapi dengan teknologi hibrida ringan, hanya Mercedes yang memiliki powertrain diesel plug-in yang saat ini ada di pasaran.

Baca Juga :   Banyak Kemewahan Baru, Intip Setiap Bagian Dari Bentley Bentayga

C300 dan E300 berpasangan dengan motor diesel empat silinder 2.0-liter dengan baterai lithium ion 13,5 kWh, di mana jika murni menggunakan tenaga listrik maka daya jelajahnya sejauh 30 dan 34 mil.

Sedangkan GLE 350 memiliki daya jelajah hingga 61,5 mil dengan paket baterai berkapasitas 31,2kWh.

Meningat masih dalam masa pandemi, Jaguar Land Rover memajukan rencana untuk transisi menjadi layanan mobilitas.

Selain, membuat powertrain lebih efisien, bekerja untuk meningkatkan penggunaan bahan yang bisa didaur ulang pada kendaraannya, meningkatkan kualitas udara di kabin dan mengurangi ‘beban kognitif’ pada pengemudi dengan fungsi-fungsi bantu seperti keyless entry.

Saat ini pabrikan mobil asal Inggris ini tengah mengembangkan powetrain hidrogen dalam kemitraan dengan beberapa perusahaan seperti diantaranya Delta Motorsport, Marelli Automotive Systems dan UKBIC.

Dengan didanai oleh Advanced Propulsion Centre yang didukung oleh pemerintah Inggris, JLR tengah mengerjakan prototipe SUV premium berbahan bakar fuel cell dengan kode nama Zeus.

JLR menawarkan daya jelajah yang lebih jauh, waktu pengisian baterai yang jauh lebih singkat, kemampuan off-road dan kapasitas derek yang jauh lebih besar.


Photo Credit : Jaguar Land Rover. GETTY IMAGES


A. Chandra S.