Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Jaga Ibukota Dari Ancaman Fundamentalisme Agama, GMNI Ajak Sinergi Ansor
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Jaga Ibukota Dari Ancaman Fundamentalisme Agama, GMNI Ajak Sinergi Ansor

Aris Maulana Jumat, 12 Juli 2019 | 05:20 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – DPD PA GMNI Jakarta Raya mengadakan acara halal bihalal dan diskusi publik di gedung PP PA GMNI pada (08/07/19) lalu, sebagai Ketua DPD PA GMNI Jakarta Raya Rio Dwi Sambodo, menegaskan bahwa Dari pelbagai kasus intoleran yang terjadi, sudah bukan rahasia lagi bila para pelaku berasal dari kelompok-kelompok tertentu yang sudah dikenal masyarakat sebagai kelompok intoleran dengan mengatasnamakan agama tertentu.

Meski tidak sepenuhnya mencerminkan situasi riil di masyarakat yang cenderung harmonis, kehadiran kelompok-kelompok intoleran saat ini sudah tidak lagi sekadar berada pada tahap mengganggu relasi sosial, namun juga mengancam spirit kebhinekaan di masyarakat. Bahkan, bila berkelanjutan dan kebablasan, dapat mengancam ideologi dan eksistensi negara. Padahal Pancasila sebagai ideologi negara berangkat dari nilai-nilai luhur yang hidup di Indonesia dan merupakan konsensus bersama para pendiri negara.

Merebaknya paham radikal di kalangan masyarakat, khususnya kalangan terdidik memicu keprihatinan banyak kalangan. DPD PA GMNI Jakarta Raya bersama dengan GP Ansor DKI Jakarta dan juga Indonesia Publik Institute (IPI) berusaha mencari solusi terbaik untuk mengatasi persoalan ini dengan menggelar diskusi public dengan tema Menjaga Ibu Kota dari Ancaman Fundaentalisme Agama dan Pasar, acara pun berlangsung selama kurang lebih empat jam.

Sementara itu Karyono Wibowo dari Indonesia Publik Institute (IPI) yang juga seorang alumni GMNI, mengatakan DKI Jakarta harus dijaga dari radikalisme atau dari extrimisme agama dan juga politik identitas yang sudah sangat terstuktur dan tersistematis.

“Kenapa masyarakat Indonesia sangat cepat terpapar paham-paham radikal salah satu alasanya adalah, minimnya literasi di masyarakat, sehingga banyak sekali dari masyarakat Indonesia yang sangat cepat mempercayai hal tersebut, lebih parah lagi ASN sampai akademisi tak luput menjadi korban paham radikal,” imbuhnya.

“Radikalisme bisa di bendung dengan berbagai cara, untuk itu tiga hal yang bisa ditawarkan adalah usulan PERDA Radikalisme khususnya di DKI Jakarta ,karena dengan PERDA pemerintah memiliki peran penting untuk mencegah maraknya paham radikal yang sampai hari ini semakin bertumbuh besar dan yang kedua adalah bagaimana sosial media harus menjadi alat pembersih paham-paham radikal,” kata Abdul Aziz yang merupakan Ketua GP Ansor DKI Jakarta.

“Penyebaran paham radikal sangat masif di media sosial target mereka adalah masyarakat yang masih kurang pemahamannya tentang makna kebangsaan dan yang ketiga adalah sudah saatnya kelompok agamis dan nasionalis harus mengontrol dan masuk kedalam masjid-majid dan pengajian-pengajian kenapa seperti itu karena munculnya bibit paham menyimpang berawal dari dakwah-dakwah menyimpang tanpa rujukan yang jelas,” pungkasnya. (Red)


Photo Credit : Diskusi public Menjaga  Dari Ancaman Fundamentalisme Agama dan Pasar di DPD PA GMNI Jakarta Raya. | TELEGRAF/Yudi Ginanjar

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Program CKG bertujuan meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat Indonesia dan mengurangi beban penyakit yang bisa dicegah. FILE/IST Photo
DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional
Waktu Baca 2 Menit
Perkuat Pertahanan Semesta, Kominfo dan DPR Dorong Percepatan Transformasi Digital
Waktu Baca 2 Menit
BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia
Waktu Baca 2 Menit
Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup
Waktu Baca 3 Menit
PGN Perkuat Ekosistem BBG, Dorong Penggunaan Gas untuk Kendaraan Lebih Efisien dan Ramah Lingkungan
Waktu Baca 3 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Ruang Aman Digital Demi Kesehatan Mental Anak

Waktu Baca 2 Menit

BTN Genjot Penyaluran Kredit, Tembus Rp400,63 Triliun di Kuartal I/2026

Waktu Baca 2 Menit

Kominfo dan DPR RI Dorong Literasi Digital Guna Ciptakan Ruang Siber Ramah Anak

Waktu Baca 3 Menit

BTN Jakarta International Marathon 2026 Diproyeksi Putar Ekonomi di Atas Rp200 Miliar

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Narasi ‘Cuci Tangan’ Disorot, Pakar: Proses Masih Berjalan

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?