Jaga Daya Beli Masyarakat Pemerintah Berikan Bantuan Sosial Tunai Ke Rakyat Miskin

“Realisasi Bantuan Sosial Tunai Alhamdulillah telah mencapai 82% secara nasional. Kami berterimakasih kepada semua Bupati, Walikota, Gubernur, Camat, Kepala Desa, Lurah, kemudian aparat, yang bahu membahu menyalurkan bantuan, sehingga apa yang sebelumnya kita perkirakan sebagai tantangan luar biasa, pada akhirnya bisa kita laksanakan dengan baik”

Jaga Daya Beli Masyarakat Pemerintah Berikan Bantuan Sosial Tunai Ke Rakyat Miskin

Telegraf – Bantuan Sosial Tunai yang dikeluarkan pemerintah melalui Kementrian Sosial saat pandemi covid-19 melanda sudah mencapai 82 persen. Bantuan sosial tunai ini di berikan kepada masyarakat kurang mampu di 33 provinsi di Indonesia. bantuan Sosial tunai dilakukan untuk tetap menjaga daya beli masyarakat akibat pandemi wabah virus corona (Covid-19)

Penerima manfaat mendapatkan Rp600 ribu per bulan/Kartu Keluarga (KK) yang sudah di salurkan pada bulan April- Juni ini masuk golongan pertama sementara untuk golongan ke dua dari Juli- Desember disesuaikan menjadi Rp300 ribu per KK/bulan.

“Realisasi Bantuan Sosial Tunai Alhamdulillah telah mencapai 82% secara nasional. Kami berterimakasih kepada semua Bupati, Walikota, Gubernur, Camat, Kepala Desa, Lurah, kemudian aparat, yang bahu membahu menyalurkan bantuan, sehingga apa yang sebelumnya kita perkirakan sebagai tantangan luar biasa, pada akhirnya bisa kita laksanakan dengan baik,” ungkap Asep Sasa Purnama, Direktur Jenderal Penanganan Fakir Miskin Kemensos, di suatu kesempatan.

Asep menjelaskan Bantuan Sosial Tunai tidak hanya berdampak sosial semata-mata bagi keluarga penerima manfaat, tapi juga berdampak ekonomi yang lebih besar lagi. Dengan adanya Bantuan Sosial Tunai ini, terjadi sirkulasi uang secara nasional dengan jumlah Rp32,4 Triliun atau sekitar Rp2 Triliun tiap bulannya, dan mampu membantu menggerakkan kegiatan ekonomi di tingkat akar rumput.

Lanjutnya, Bantuan Sosial Tunai rencananya akan berlanjut hingga periode Juni 2021 mendatang melihat dampak pandemi Covid-19 masih akan terus mempengaruhi daya beli masyarakat rentan Indonesia. Selain bantuan akan berlanjut provinsi jakarta juga akan mendapatkan bantuan sosial tunai, yang sebelumnya tidak menerima karena mereka mendapatkan bantuan dari presiden yaitu sembako.

Bantuan Sosial Tunai bisa di ambil di cabang cabang kantor pos terdekat di daerah masing masing PT. Pos juga telah menjalin koordinasi dengan komunitas setempat, RT, RW, atau banjar dan bekerjasama menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ini. Bahkan bagi penerima manfaat yang tidak bisa mendatangi titik pengambilan, petugas pos akan mendatangi langsung dan mengantar Bantuan Sosial Tunai, seperti bagi mereka yang telah lanjut usia, sakit atau tinggal di desa-desa terpencil.

Faizal Rochmad Djoemadi, Direktur Utama PT. Pos Indonesia, mengatakan PT pos sudah menyalurkan ke 483 kota dan 514 Kabupaten, 7094 Kecamatan, dan 83.447 desa termasuk termasuk ke wilayah 3T (Tertinggal, Terdepan, Terluar) yang terkenal sulit untuk disentuh akibat keterbatasan sarana transportasi dan cuaca untuk menuju ke sana.

“Kami sudah berhasil menyalurkan Bantuan Sosial Tunai ini ke 483 kota, 514 Kabupaten, 7094 Kecamatan, dan 83.447 desa. Alhamdulilah dengan jumlah yang masif tersebut kita telah sampai pada tahap ke-6, tercapai 96,79% dana yang kita salurkan Rp21,5 Triliun. Sisanya karena ada yang sudah meninggal maupun pindah alamat, itu kita kembalikan ke Kemensos dan diganti dengan data baru yang akan diberikan di periode berikutnya” tutupnya. (AK)


Photo Credit :Pemerintah memberikan Bantuan Sosial tunai untuk masyarakat miskin selama pandemi berlagsung/ KATADATA/Donang Wahyu


 

Atti K.