Istana Bantah Ada Reshuffle Pasca Moeldoko Terseret Isu Kudeta

"Tidak ada (rencana reshuffle). Semua fokus menangani pandemi Covid-19,"

Istana Bantah Ada Reshuffle Pasca Moeldoko Terseret Isu Kudeta


Telegraf – Juru Bicara (Jubir) Presiden Joko Widodo (Jokowi), Fadjroel Rachman, menampik adanya kabar soal reshuffle kabinet.

Isu itu menyeruak, pasca Kepala Kantor Staf Presiden (KSP) Moeldoko disebut berencana melakukan kudeta kepemimpinan di Partai Demokrat.

Fadjroel mengatakan tidak ada pembicaraan mengenai reshuffle di lingkungan Istana. Dia berkata semua elemen pemerintahan fokus bekerja.

“Tidak ada (rencana reshuffle). Semua fokus menangani pandemi Covid-19,” kata Fadjroel, Jumat (05/02/2021).

Fadjroel menyebut saat ini pemerintah berupaya menuntaskan krisis kesehatan dan ekonomi. Berbagai program digenjot untuk memulihkan kondisi tersebut.

“Khususnya vaksinasi dan pemulihan ekonomi nasional yang berfokus pada UMKM,” imbuhnya.

Kabar adanya rencana kudeta di Partai Demokrat (PD) mengemuka ke publik setelah diungkap oleh Ketua Umum Partai Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY). AHY menyebut ada orang istna di lingkaran Jokowi yang hendak mengambil alih Demokrat.

Belakangan, elite Demokrat menyebut nama Moeldoko sebagai sosok yang dimaksud AHY. Moeldoko disebut telah menyiapkan dana untuk membayar suara pimpinan Demokrat di daerah untuk menggelar Kongres Luar Biasa.

Kepala Badan Komunikasi Strategis DPP Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa Moeldoko merencanakan kudeta bersama sejumlah kader senior Demokrat. Herzaky menyebut Moeldoko hendak menjadikan Demokrat kendaraan untuk maju Pilpres 2024.


Photo Credit: Kepala Staf Kepresidenan Moeldoko menilai keputusan pemindahan ibu kota ke Pulau Kalimantan tak perlu sampai melakukan referendum. TELEGRAF/Koes W. Widjojo

 

Edo W.

close