Investasi Dorong Q1 Tumbuh 16,4 Persen

" Total pendapatan (income)industri asuransi jiwa pada kuartal pertama 2017, mencatat pertumbuhan industri sebesar 16,4 persen, dari Rp48,94 ditahun 2016 menjadi Rp56,96 triliun di tahun 2017. Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesara 75,8 persen,"

Investasi Dorong Q1 Tumbuh 16,4 Persen


Telegraf, Jakarta – Asosiasi Asuransi Jiwa Indonesia (AAJI) merilis kinerja Industri Asuransi Kwartal 1 2017, yang menyatakan bahwa industri Asuransi menunjukan sinyal positif dan mencatat kenaikan sebesar 16,4 persen pada kuartal 1 2017.

Hal itu disampaikan oleh ketua Umum AAJI Hendrisman Rahim dalam sambutanya di kantornya, Jakarta, Rabu, (14/6/17), pertumbuhan ini kata Hendrisman selain peartumbuhan ekonomi nasional yang terus menunjukan perbaikan, tingkat kesadaran masyarakat akan pentingnya asuransi jiwa juga mengalami peninngkatan.

” Total pendapatan (income)industri asuransi jiwa pada kuartal pertama 2017, mencatat pertumbuhan industri sebesar 16,4 persen, dari Rp48,94 ditahun 2016 menjadi Rp56,96 triliun di tahun 2017. Total pendapatan premi merupakan kontributor terbanyak atas total pendapatan industri asuransi jiwa, yakni sebesara 75,8 persen,” tutur Hendrisman.

Terkait investasi Hendrisman mengatakan jumlah investasi pada kuartal pertama 2017 mengalami peningkatan sebesar 21,3 persen setara Rp420,82 triliun, sektor investasi merupakan penyumbang utama dari kenaikan pada total aset menjadi 19,8 persen atau senilai Rp475,75 triliun,naik cukup tinggi dibanding pencapaian periode yang sama tahun 2016 sebesar Rp397,25 triliun.

Ditemui di tempat yang sama Christine Setyabudhi mengatakan klaim dan manfaat meningkat 11,6 persen tahun lalu yaitu Rp13,27 triliun, klaim ini memiliki porsi Rp24,05 triliun dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya Rp21,55 triliun.

“Klaim nilai tebus (Surrender), meningkat sebesae 23,6 persen dibandingkan tahun sebelumnya yakni Rp13,27 trliun. klaim ini memiliki porsi tebesar dalam pembayaran klaim dan manfaat, yakni sebesar 55,2 persen. Peningkatan diperlukan karena meningatkan kebutuhan masyarakat terhadap uang tunai untuk memenuhi kebutuhan sehari hari,” ujar Christine. (Red)

Credit foto : Atti kurnia


 

Atti Kurnia

close