Ini Yang Harus Dilakukan Penyintas Covid-19 Jika Long Covid Syndrome Terjadi

Ini Yang Harus Dilakukan Penyintas Covid-19 Jika Long Covid Syndrome Terjadi

"Janganlah diabaikan jika mengalami gejala gejala tersebut , gejala sindreome paska inveksi covid ini merupakan masalah kesehatan yang sangat perlu diperhatikan dan harus dilakukan tindakan lanjut oleh tim medis ataupun rehabilitasi,"

Ini Yang Harus Dilakukan Penyintas Covid-19 Jika Long Covid Syndrome Terjadi

Telegraf – Menurut web covid-19.co.id perkembangan kasus Covid-19 per tanggal 28 Mei menunjukan 168.040.871 terkonfirmasi untuk Global sementara untuk Indonesia sebanyak 1.803.361 terkonfirmasi. Pemerintah bersama stakeholder hingga masyarakat juga harus terus berpuaya untuk menghentikan penyebaran Virus Covid-19.

Bukan saja yang terkonfirmasi yang harus mendapatkan perhatian tetapi penyintas Covid-19 yang sudah dinyatakan negatif pun demikian. Tidak semua penyintas covid yang sudah dinyatakan sembuh tidak ada gejala yang di rasakan, menurut studi World Health Organization atau Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), 1 dari 10 kasus Covid-19 berpotensi memiliki gejala yang berkepanjangan satu bulan setelah infeksi atau disebut long covid syndrome.

Pjs Direktur RS Premier Jatinegara, Susan Ananda menjelaskan jangan diabaikan jika mengalami adanya suatu keluhan seperti gejala sesak nafas, tubuh merasa lemas, mudah lelah, batuk berkepanjangan bahkan yang masih mengalami anosmia.

“Janganlah diabaikan jika mengalami gejala gejala tersebut , gejala sindreome paska inveksi covid ini merupakan masalah kesehatan yang sangat perlu diperhatikan dan harus dilakukan tindakan lanjut oleh tim medis ataupun rehabilitasi,” ungkapnya disela sela pembukaan Layanan Sentra Pemulihan Pasca Covid-19, melalui virtual, Jumat (28/5/2021).

Susan menjelaskan sebagai bentuk dalam peningkatan layanan kesehatan bagai pelayanan kesehatan RS. Premier Jatinegara megahdirkan layanan sentra pemulihan paska covid 19 yang di peruntukan oleh pasien yang dinyatakan sembuh namun masih mengalami gejala sisa, kami akan terus mendampingi agar dapat kembali beraktifitas seperti semula dalam menjalani kehidupan yang sehat paripurna.

Salah satu dokter spesialis paru di RS Premier Jatinegara dr. Ida Bernida Sp.P,FCCP menjelaskan pasiencovid yang sudah dinyatakan negaatif dan masih mengalami beberapa keluhan akan ditangani oleh tim dokter spesialis multidisipliner, sesuai kebutuhan pasien. Salah satunya yang berperan penting juga adalah dokter spesialis rehabilitasi medik. Rencana terapi atau latihan yang diberikan kepada pasien sembuh covid 19 / penyintas akan dirancang secara personalized, mulai dari latihan uji kapasitas fungsional (Sit to Stand test, dll ), uji fungsi otot pernapasan, Uji kekuatan otot & ekstremitas.

“Latihan fisik nya sendiri akan kita berikan secara tailor made, sesuai kebutuhan pasien. Mulai dari peregangan , pernapasan, aerobic dan penguatan . begitu Ujar dr. Yaya Sudibyo Sp.KFR , Dokter Spesialis Kedokteran Fisik dan Rehabilitasi RS Premier Jatinegara.,’ ungkap dr. Ida.

Ungkapnya untuk penanganan kondisi pasien penyintas/pasca Covid-19 RS Premier Jatiegara melayani secara komprehensif ( integrated one stop services ), berbasis kebutuhan pasien (personalized patient care), ditunjang dengan program rehabilitatif yang memadai, para pasien PASCACOVID akan mendapatkan pertolongan yang tepat untuk pemulihan jiwa, raga dan sosial, dan dipersiapkan untuk kembali kepada aktivitas dan produktivitas sediakala, ( Bekerja, Sekolah, kegiatan sehari – hari lainnya.


Photo Credit: Sejumlah warga yang dinyatakan sembuh dari COVID-19 saat dipulangkan dari tempat karantina di Asrama Haji Surabaya, Kamis (2/6/2020). – ANTARA/Humas Pemkot Surabaya

Atti K.

close