Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Ingin Hindari Impor Pangan, Mentan Dinilai Realistis dan Logis
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Ingin Hindari Impor Pangan, Mentan Dinilai Realistis dan Logis

Hanna Iffah Minggu, 10 November 2019 | 01:55 WIB Waktu Baca 2 Menit
Bagikan
Photo Credit : Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam peringatan ke-39 Hari Pangan Sedunia (HPS) di Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11). JPNN/Rama Sakti
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Tekad Menteri Pertanian (Mentan) Syahrul Yasin Limpo yang ingin menghindari impor pangan menuai tanggapan positif, khususnya dari kalangan akademisi.

Pengamat pertanian dari Universitas Hasanuddin (Unhas), Yunus Musa, mengungkapkan bahwa pernyataan Syahrul Yasin Limpo merupakan sikap yang logis dan realistis dalam sistem pengelolaan pangan nasional.

“Saya kira begitu yang obyektf ya. Jangan terlalu kaku menolak impor pangan. Saya kira lebih tepat menghindari impor pangan. Mentan sekarang memahami itu,” ungkapnya dalam keterangan resminya, di Jakarta, Sabtu (09/11/19).

Yunus menilai, kadang dalam kebutuhan pangan sebuah negara, termasuk Indonesia, ada stok mendesak demi stabilisasi. Namun, komoditas itu sedang tidak ada atau jarang.

“Sehingga perlu impor supaya pangan aman dan kebutuhan masyarakat terpenuhi kan. Asal sesuai syarat dan untuk tujuan memenuhi kebutuhan saja,” ujarnya yang juga mantan Dekan Fakultas Pertanian Unhas.

Sedangkan menghindari, Yunus mengatakan, cenderung mengoptimalkan kemampuan produksi pangan sendiri untuk kebutuhan domestik. Namun tak anti-impor demi hajat kesejahteraan masyarakat.

Sebagai informasi, pasca-baru dilantik menjadi Mentan Syahrul Yasin Limpo menyampaikan jika dirinya akan berusaha maksimal menghindari dilakukannya kebijakan impor pangan untuk stok dalam negeri.

Syahrul Yasin Limpo bertekad soal ketersediaan pangan Indonesia berasal dari hasil produksi lokal yang telah berhasil melaksanakan swasembada.

Kendati begitu, Syahrul Yasin Limpo menyebutkan, jika memang keadaan terdesak, maka dapat saja impor pangan diterapkan. Tujuannya agar stabilitas pangan terjaga dan harga terjangkau oleh masyarakat. (Red)

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Photo Credit : Mentan Syahrul Yasin Limpo dalam peringatan ke-39 Hari Pangan Sedunia (HPS) di Sulawesi Tenggara, Sabtu (2/11). JPNN/Rama Sakti

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?