Infrastruktur Mendominan Naiknya Laba Bersih BNI di Q1

"Perkirakan auntuk ekspansi di infrastruktur itu kurang lebih bahwa di tol sekitar 25% di powerplant sekitar 22% telekomunikasi sekitar 13% itu porsentasenya dan oil gas ini disini kurang lebih hampir sama dengan telekomunikasi, untuk toll hampir 90% itu di tol tranjava, semarang seksen semarang purwokerto, kanci pejagan da kebanyakan di jawa, sampai 2018 dari merak sampai banyuwangi nyambung semua ini"

Infrastruktur Mendominan Naiknya Laba Bersih BNI di Q1

Telegraf, Jakarta – PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (IDX: BBNI) mencatat laba sebesar Rp 3,23 triliun atau tumbuh 8,5% dibandingkan laba yang diraih pada periode yang sama tahun 2016. Kenaikan laba bersih ini ditopang antara lain oleh fungsi intermediasi BNI yang tetap solid dalam menyalurkan pembiayaan ke sektor-sektor ekonomi produktif, terutama infrastruktur. Kredit tumbuh 21,4% year on year (yoy) menjadi sebesar Rp 396,52 triliun.

Hal itu diungkapkan Direktur Utama BNI Achmad Baiquni dalam konfrensi pers analist meeting 1Q 2017 di kantornya Jln Sudirman, Jakarta Selatan, Rabu (12/4/17).

Ia juga mengatakan total infrastruktur yang di investasikan untuk tol sekitar 25%, untuk Powerplan sekitar 22 &, dan untuk telekomunikasi 13% sedangkan oli dan gas hampir sama dengan telekomunikasi yaitu sekitar 135. Untuk jalan tol Achmad mengatakan hampiar 90% BNI infestasi di toll tranjava, seperti Kanci-Pejagan, Semarang-Purwokerto, dari Merak hingga Banyuwangi, berkesinambungan.

“Perkirakan auntuk ekspansi di infrastruktur itu kurang lebih bahwa di tol sekitar 25% di powerplant sekitar 22% telekomunikasi sekitar 13% itu porsentasenya dan oil gas ini disini kurang lebih hampir sama dengan telekomunikasi, untuk toll hampir 90% itu di tol tranjava, semarang seksen semarang purwokerto, kanci pejagan da kebanyakan di jawa, sampai 2018 dari merak sampai banyuwangi nyambung semua ini,” ujarnya.

Perolehan laba juga ditopang oleh Pendapatan Non-Bunga yang naik 14,2%, dari Rp 1,96 triliun pada Kuartal I 2016 menjadi Rp 2,23 triliun pada Kuartal I 2017, didukung oleh kenaikan fee based income dari trade finance, pengelolaan rekening, bisnis kartu, transaksi ATM, dan sumber pendapatan non-bunga lainnya. Pencapaian ini telah mengantarkan Return on Equity (ROE) BNI ke level 16,0% meningkat dibandingkan posisi akhir tahun lalu di level 15,5%, yang mencerminkan efektifitas permodalan BNI dalam menciptakan laba terus meningkat

Baca Juga :   Gubernur BI Optimis Rupiah Menguat Pada Akhir Tahun 2020 pada Posissi Rp15.000 Per Dolar AS

Achmad menambahkan laba bersih BNI terbentuk oleh Pendapatan Bunga Bersih (NII) yang naik 12,3% dari Rp 6,91 triliun pada Kuartal I 2016 menjadi Rp 7,76 triliun pada Kuartal I 2017. Pencapaian NII tersebut mendukung net interest margin (NIM) tetap terjaga pada level 5,6%.

Untuk Credit BNI tidak hanya menyalurkan kredit ke infrastruktur, BNI juga memperoleh peluang pengembangan bisnis penting dari supply chain financing mulai dari hulu ke hilir, sehingga memunculkan sumber-sumber pendanaan baru dan fee based income baru dari segmen korporat, antara lain dari syndication fee, trade finance, garansi bank, hingga cash management fee. (Red)

Credit Foto : Atti kurnia


 

Tanggapi Artikel