Indonesia Minta AS Untuk Selesaikan Isu Nuklir Iran

Indonesia Minta AS Untuk Selesaikan Isu Nuklir Iran

"Prihatin atas penarikan diri AS dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi unilateral kepada Iran. Dalam kesempatan ini, Indonesia juga menyambut baik sinyal positif dari pemerintah AS untuk kembali terlibat melalui forum multilateral dalam isu nuklir tersebut,"

Indonesia Minta AS Untuk Selesaikan Isu Nuklir Iran


Telegraf – Indonesia meminta pada Amerika Serikat (AS) untuk kembali ke meja perundingan guna menyelesaikan isu nuklir Iran sesuai dengan komitmen yang tertuang dalam JCPOA (Joint Comprehensive Plan Action), serta meminta AS dan Iran bekerja sama dengan IAEA untuk memenuhi kewajibannya dalam JCPOA.

Seruan itu disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB Darmansjah Djumala, dalam Pertemuan Dewan Gubernur (Board of Governors/BoG) Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA) di Wina, Austria, Kamis (04/03/2021) yang dihadiri oleh seluruh anggota IAEA.

“Prihatin atas penarikan diri AS dari JCPOA dan penerapan kembali sanksi unilateral kepada Iran. Dalam kesempatan ini, Indonesia juga menyambut baik sinyal positif dari pemerintah AS untuk kembali terlibat melalui forum multilateral dalam isu nuklir tersebut,” kata Darmansjah dalam rilis keterangan resminya, Sabtu (06/03/2021).

Sejalan dengan seruan Indonesia, Delegasi AS dalam pertemuan juga telah memperlihatkan indikasi bahwa pemerintahan baru AS yang dipimpin oleh Joe Biden dari Partai Demokrat bersedia untuk menggunakan jalur diplomasi multilateral untuk berdialog dengan Iran dan kembali ke meja perundingan JCPOA. Sinyalemen AS ini mendapat sambutan positif dari banyak negara anggota IAEA.

Kepada Iran, secara tegas, Darmansjah menyatakan keprihatinan atas sikap Iran untuk menghentikan implementasi langkah-langkah transparansi sukarela kepada IAEA pada bulan Februari lalu.

Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB, Darmansjah Djumala

Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB, Darmansjah Djumala.

Namun, Indonesia juga mencatat perkembangan positif berupa kesepahaman teknis bilateral antara IAEA dan Iran yang memungkinkan IAEA dapat melanjutkan misi pelaksanaan verifikasi dan pengawasan atas program nuklir Iran yang diperlukan selama tiga bulan ke depan. Indonesia meminta persoalan ini dapat segera diselesaikan dalam waktu dekat.

“Bagi Indonesia, kesepakatan JCPOA tetap merupakan elemen esensial dalam arsitektur keamanan dunia yang keberlangsungannya harus dijaga oleh semua pihak, dan jalur diplomasi multilateral merupakan jalan terbaik untuk menyelesaikan isu nuklir Iran,” jelas Darmansjah.

Selain isu nuklir Iran, dalam pertemuan Dewan Gubernur IAEA ini, Indonesia juga menyampaikan sejumlah posisi dan kepentingan nasional terkait keselamatan dan aplikasi teknologi nuklir.

Pertemuan Dewan Gubernur IAEA yang diselenggarakan 1-5 Maret 2021 merupakan forum bagi negara anggota IAEA untuk mendiskusikan
sejumlah isu terkait tenaga atau energi nuklir.


Photo Credit: Pemandangan umum fasilitas air di Arak barat daya ibu kota Iran Teheran, Iran mengancam akan melanggar kesepakatan nuklir 2015 karena sanksi AS, negara ini mencari negara-negara Eropa untuk memberikan bantuan dari sanksi yang melumpuhkan. AFP/Getty Images/Hamid Foroutan

 

Edo W.

close