Indonesia Kecam Putusan AS Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

Indonesia Kecam Putusan AS Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel

"Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,"

Indonesia Kecam Putusan AS Akui Yerusalem Sebagai Ibu Kota Israel


Telegraf, Jakarta – Indonesia mengecam keras pengakuan sepihak Amerika Serikat (AS) terhadap Yerusalem sebagai ibu kota Israel dan meminta Amerika Serikat mempertimbangkan kembali keputusan tersebut.

Sebagaimana diketahui, Presiden AS Donald Trump telah mengumumkan bahwa AS secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel, dan akan memulai proses perpindahan kedutaannya ke kota tersebut.

“Saya telah menetapkan bahwa sekarang saatnya untuk secara resmi mengakui Yerusalem sebagai Ibu kota Israel,” kata Trump dalam pengumumannya pada Rabu (06/12/2017) waktu setempat.

Hal tersebut tertuang dalam pernyataan pers Jokowi yang disampaikan melalui Deputi Bidang Protokol, Pers dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin di Jakarta, Kamis (07/12/2017).

Jokowi menyatakan pengakuan sepihak tersebut telah melanggar berbagai resolusi Dewan Keamanan dan Majelis Umum PBB dan Amerika Serikat menjadi salah anggota tetapnya. Hal ini bisa mengguncang stabilitas keamanan dunia.

“Saya dan rakyat Indonesia, kita semuanya tetap konsisten untuk terus bersama dengan rakyat Palestina dalam memperjuangkan kemerdekaan dan hak-haknya sesuai dengan amanah Pembukaan Undang-Undang Dasar 1945,” demikian Jokowi.

Dalam beberapa hari ini, Pemerintah Indonesia telah berkomunikasi dengan negara-negara OKI agar segera mengadakan sidang khusus tentang masalah pengakuan sepihak tersebut, sekaligus meminta PBB segera bersidang serta menyikapi pengakuan sepihak Amerika Serikat.

“Saya memerintahkan menteri luar negeri untuk memanggil duta besar Amerika Serikat untuk langsung menyampaikan sikap Pemerintah Indonesia,” kata Jokowi. (Red)

Photo Credit : Rahmat


KBI Telegraf

close