Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Indonesia Eximbank Terbitkan Surat Berharga 20,5 Triliun
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Indonesia Eximbank Terbitkan Surat Berharga 20,5 Triliun

Atti Kurnia Selasa, 7 Februari 2017 | 18:43 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Melihat perkembangan perekonomian yang relative kuat ditengah dinamika ekonomi global yang cenderung melambat, Lembaga Pembiayaan Ekspor Indonesia (LPEI) atau Indonesia Eximbank akan menerbitkan surat berharga dengan nilai total 20,5 triliun bagi investor dalam negeri maupun luar negeri untuk tahun 2017.

Hal itu disampaikan Raharjo Adisusanto, Direktur Pelaksana Indonesia Eximbank, dalam Investor Gathering dengan judul Investasi Membangun Negeri Melalui Pembiayaan Ekspor Nasional di The Ritz Carlton, SCBD, Jakarta, Selasa (7/2/17).

Dari total nilai surat berharga yang dikeluarkan oleh LPEI untuk mendukung pembiayaan ekspor di tahun 2017 LPEI menyediakan dana sebesar Rp14 triliun dan egv US$500juta dalam bentuk valuta asing, untuk obligasi yang diterbitkan terdiri dari Rp32,67 triliun untuk surat berhagra rupiah (merupakan emiten tertinggi diindonesia atau ±11% dari total outsorsing obligasi korporasi), dan Rp7,20 triliun surat berharga valas.

“Proyeksi kinerja pada tahun 2017 ini akan diprioritaskan pada penyaluran ke komoditas unggulan pemerintah yaitu penetrasi pasarekspor non-tradisional, pengembangan UKM ekspor bersinergi dengan Kementrian an Lembaga terkait, dan pembiayaan atas penugasan khusus dan pemerintah/Nasional Insert Account  (NIA),” Raharjo menegaskan.

Sementara itu, Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani, mengatakan, Sejak  LPEI berdiri 7 tahun lalu, lembaga pembiayaan ini diharapkan dapat memberikan dukungan bagi pelaku usaha untuk masuk pasar ekspor.

“LPEI berusia 7 tahun didirikan 2009, ini satu lembaga diharapkan beri berbagai fungsi dan dukungan yang sulit diperoleh dari mekanisme market biasa. Masuk ke hal yang tidak bisa dimasuki sebelumnya ke ekspor,” tegasnya.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Menurutnya, LPEI juga dapat memberikan dukungan pembiayaan bagi UMKM. Penetrasi ini penting dilakukan untuk menjaga ketahanan ekonomi Indonesia.

“LPEI bisa penetrasi pembiayaan dan akomodasi UMKM dapat support pembiayaan dan penetrasi pasar ekspor. Ini penting bagi kita ciptakan daya tahan ekonomi Indonesia yang enggak boleh tergantung sedikit pasar dan sedikit pelaku,” paparnya.

Ditemui di tempat yag sama Firdaus Djaelani Kepala Eksekutif Pengawas Industri Keuangan Non-Bank Otoritas Kasa Keuangan (OJK), mengatakan jika LPEI ingin berorientasi ekspor pada UMKM bunga akan lebih tinggi mengapa karena pembiayaannya besar, seperti harus memiliki kantor cabang lebih banyak dan jika untuk UMKM perlu adanya pembinaan, ini butuh biaya banyak.

Firdaus menambahkan kalo memang LPEI harus lebih bisa penetrasi pebiayaan dan akomodasi UMKM, pemerintah sebaiknya menambah modal untuk LPEI sehingga LPEI dapat menyediakan dana dengan bunga lebih murah dan lebih banyak atau LPEI masuk dalam program kur. (Red)

Credit Foto : bimarasolusindo


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit
strategi digital marketing 2026
Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search
Waktu Baca 6 Menit
Kecelakaan Kereta Bekasi
Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan
Waktu Baca 4 Menit
Indonesia berada dalam fase penting menuju adopsi AI yang lebih matang. Investasi digital meningkat, kebutuhan enterprise berkembang, dan kesadaran akan pentingnya infrastruktur mulai tumbuh.
Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan
Waktu Baca 3 Menit
Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara
Waktu Baca 11 Menit

Padel Jadi Ruang Baru Kaum Urban Bangun Koneksi, Inspire Rally Series 2026 Digelar di Bekasi

Waktu Baca 4 Menit

Bersama DPR, Komdigi Dorong Partisipasi Rakyat Dalam Pertahanan Semesta Digital

Waktu Baca 2 Menit

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

BTN Salurkan 6 Juta KPR, Perkuat Akses Hunian bagi 24 Juta Masyarakat Indonesia

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?