Indonesia Dorong Diplomasi Nuklir Untuk Kepentingan Rakyat

Indonesia Dorong Diplomasi Nuklir Untuk Kepentingan Rakyat

"Saat ini telah terjadi perubahan paradigma pemanfaatan nuklir sejalan dengan perluasan konsep security. Sebelumnya nuklir dipahami hanya dalam konteks security (keamanan) yang sempit (tradisional), yaitu untuk tujuan persenjataan. Kini aplikasi nuklir dikembangkan dalam konteks yang lebih luas, yaitu lingkup security yang lebih luas (non tradisional), yaitu untuk membangun berbagai sektor strategis seperti ketahanan pangan, ketahanan energi dan fondasi ekonomi yang lebih kuat,"

Indonesia Dorong Diplomasi Nuklir Untuk Kepentingan Rakyat


Telegraf – Kerjasama internasional dalam pemanfaatan teknologi nuklir untuk tujuan damai perlu terus dikampanyekan, hal itu dimaksudkan agar bisa memberikan manfaat langsung bagi pembangunan nasional dan orientasi kesejahteraan rakyat. Hal itu merupakan sebuah tindakan yang selaras dengan visi kebijakan politik luar negeri nasional yang dicanangkan oleh pemerintah Indonesia.

Diplomasi bilateral maupun multilateral diarahkan untuk memberikan dampak konkrit dan langsung kepada masyarakat berupa peningkatan taraf perekonomian serta mendukung berbagai sektor strategis pembangunan nasional. Demikian disampaikan oleh Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB, Darmansjah Djumala dalam webinar Himpunan Masyarakat Nuklir Indonesia (HIMNI) dengan tema “Membumikan Diplomasi Nuklir“

Webinar diikuti oleh anggota komunitas nuklir Indonesia/HIMNI, instansi pemerintah terkait nuklir dan civitas akademika berbagai universitas.

“Saat ini telah terjadi perubahan paradigma pemanfaatan nuklir sejalan dengan perluasan konsep security. Sebelumnya nuklir dipahami hanya dalam konteks security (keamanan) yang sempit (tradisional), yaitu untuk tujuan persenjataan. Kini aplikasi nuklir dikembangkan dalam konteks yang lebih luas, yaitu lingkup security yang lebih luas (non tradisional), yaitu untuk membangun berbagai sektor strategis seperti ketahanan pangan, ketahanan energi dan fondasi ekonomi yang lebih kuat,” kata Darmansjah Djumala, dalam keterangan resminya, Jumat (26/02/2021).

Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB, Darmansjah Djumala

Duta Besar (Dubes) RI untuk Austria dan PBB, Darmansjah Djumala.

“Peran aktif Indonesia dalam menjalankan diplomasi kerjasama pemanfaatan nuklir sebagai anggota Badan Tenaga Atom Internasional (IAEA),” terangnya.

Melalui pendekatan diplomasi yang membumi, Indonesia mendorong kerjasama IAEA dengan negara-negara anggotanya untuk mampu menjawab tantangan nyata dalam berbagai sektor pembangunan ditingkat nasional.

“Peran kepemimpinan Indonesia dalam kapasitas Keketuaan Dewan Gubernur IAEA pada tahun 2017-2018 telah memberikan dampak nyata pada penguatan kerjasama teknis aplikasi nuklir yang mendapatkan porsi prioritas jauh lebih besar dibandingkan program teknis IAEA lainnya yang bersifat pengawasan,” paparnya.

Seperti diketahui Indonesia telah memperoleh manfaat dari diplomasi kerjasama teknis nuklir ini, berupa penguasaan teknologi dan kemampuan menghasilkan berbagai produk riset aplikasi teknologi nuklir seperti varietas unggul padi dan kedelai yang berpotensi memperkuat ketahanan pangan nasional, produk radiofarma untuk penanganan kanker yang dapat meningkatkan kualitas kesehatan masyarakat, penyediaan layanan iradiasi produk pangan yang meningkatkan daya saing produk ekspor nasional, hingga pemanfataan nuklir untuk pengendalian populasi nyamuk Aedes Aegypti dengan teknik serangga mandul.

Indonesia ditetapkan IAEA menjadi tuan rumah dua Collaborating Centre pada bidang mutasi tanaman dan uji tak merusak, yang secara reguler memberikan layanan pelatihan bagi SDM negara-negara lain dibawah dukungan program IAEA. Program pelatihan ini menjadi salah satu bentuk kerjasama Selatan-Selatan yang diatur dalam Practical Arrangement Indonesia-IAEA sejak tahun 2018.

“Sebagai negara anggota yang telah memiliki kemampuan penguasaan teknologi nuklir, Indonesia berkontribusi membantu negara anggota lain dalam memanfaatkan teknologi yang telah dikuasai, diantaranya dengan memfasilitasi pengembangan kapasitas SDM peneliti negara lain melalui pelatihan, fellowship dan kunjungan saintifik, serta memberikan bantuan dalam implementasi proyek kerjasama teknis IAEA di negara berkembang lainnya,” imbuhnya.

Perlu untuk diketahui bahwa saat ini Indonesia turut mendorong berbagai inisiatif baru pemanfaatan teknologi nuklir di IAEA, seperti menjadi negara percontohan untuk program penanganan limbah plastik (NUTEC Plastic) dan berpartisipasi aktif dalam jejaring kerjasama penanganan penyakit zoonotik (hewan) yang menjadi tantangan baru di abad ke-21.

Semua program kerjasama nuklir dengan IAEA dan sesama anggota yang dilakukan selama ini diyakini sejalan dengan strategi diplomasi membumi yang memberi manfaat langsung bagi rakyat Indonesia.


Photo Credit: Thermal power station, ketika membahas soal energi berkelanjutan, pertimbangan logistik dan ketersediaan sumber daya, membuat tenaga nuklir menjadi banyak dijadikan pilihan oleh negara maju. GETTY IMAGES

 

A. Chandra S.

close