Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca India Alami Krisis Covid-19 Terburuk di Dunia
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Internasional

India Alami Krisis Covid-19 Terburuk di Dunia

Didik Fitrianto Minggu, 25 April 2021 | 16:05 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Photo Credit: Lebih dari 187.000 orang meninggal akibat Covid-19 yang melanda India. Hal itu diketahui berdasarkan angka resmi Kementerian Kesehatan India. EPE/Divyankant Solaki
Photo Credit: Lebih dari 187.000 orang meninggal akibat Covid-19 yang melanda India. Hal itu diketahui berdasarkan angka resmi Kementerian Kesehatan India. EPE/Divyankant Solaki
Bagikan

Telegraf – Lebih dari 187.000 orang meninggal akibat virus corona (Covid-19) yang melanda India. Hal itu diketahui berdasarkan angka resmi Kementerian Kesehatan India.

India mencatat krisis Covid-19 terburuk di dunia saat lonjakan kematian dan keruntuhan sistem perawatan kesehatan nasional, dialnsir dari ABC News Minggu (25/04/2021).

Pada Jumat (23/4/2021), negara Bollywood itu melaporkan lebih dari 332.000 kasus infeksi baru, rekor dunia untuk hari kedua berturut-turut yang menambah jumlah kasus melebihi 16 juta sejak pandemi dimulai.

Dengan lebih dari 4 juta kasus tercatat, Maharashtra adalah negara bagian yang paling parah terkena dampak di negara berpenduduk hampir 1,4 miliar orang.

Gambar kremasi massal beredar online, saat India bergulat dengan ‘banjir’ kematian dan sistem perawatan kesehatan yang runtuh. Lonjakan tersebut telah menimbulkan rasa sakit, ketakutan, dan kecemasan bagi jutaan keluarga di seluruh negeri. Saat mereka berusaha mati-matian untuk mengatasi krisis, ribuan orang India beralih ke media sosial untuk meminta bantuan.

Pesan dari orang-orang yang mencoba mencari tempat tidur kosong, pasokan oksigen yang langka atau obat antiviral remdesivir membanjiri Twitter dan Facebook.

Di negara bagian Maharashtra, India barat, Seorang pria bernama Durge adalah satu dari lebih dari 187.000 orang, menurut angka resmi, meninggal akibat Covid-19 yang melanda India.

Sang kakak Ujwala Dupare sempat mencengkeram tangan Durge yang berusaha mengatur napas di belakang mobil. “Jangan takut, saya di sini. Saya tepat di sebelahmu,” kenangnya kepada Praveen Durge, 40, saat keluarganya dengan panik mencari ranjang rumah sakit yang kosong.

“Dia mulai ketakutan, dan dengan pelan mengatakan kepada kami bahwa dia pikir dia akan mati. Saya terus meyakinkannya, memegangi tangannya,” kata Dupare kepada NBC News dalam wawancara telepon.

Ketika mereka mendekati rumah sakit terakhir dalam daftar mereka, istri Durge, Khushbu, melihat matanya telah terpejam. Dia berteriak dan memanggil namanya. “Bangun, tolong, bangun,” serunya, menurut Dupare.

Durge, ayah satu anak itu akhirnya meninggal di kursi belakang mobil akibat komplikasi terkait Covid-19. Pada pekan lalu, Durge yang bekerja sebagai seorang guru sekolah, pertama kali mengalami demam dan batuk biasa.

Menduga telah teinfeksi Covid-19, Durge pergi ke rumah sakit swasta pada Sabtu (17/04/2021), berharap untuk dirawat dan menerima perawatan. Tetapi rumah sakit tidak memiliki ruang atau alat pengujian Covid-19.

Rumah Sakit justru mengirim Durge pulang hanya dengan obat-obatan untuk meredakan sakit tenggorokannya. Keesokan harinya, kesehatannya memburuk dengan cepat, kata saudara perempuannya.

Pada Minggu (18/4/2021) pukul 2 pagi waktu setempat, dia bangun dan tidak bisa bernapas dengan teratur. “Suami saya, istrinya, dan saya segera memasukkannya ke dalam mobil dan kami berkendara dari rumah sakit ke rumah sakit untuk mencari ranjang rumah sakit yang kosong,” katanya.

Selama lebih dari tiga jam, pada Minggu (18/4/2021 dini hari, mereka pergi ke sekitar 12 rumah sakit di seluruh kota Chandrapur. “Mereka semua menolak kami,” imbuh Dupare.

“Tidak ada satu dokter pun yang keluar untuk melihat saudara laki-laki saya, bahkan seperti yang kami minta. Kami sangat tertekan, kami bahkan memohon kepada dokter untuk membiarkan dia tidur di lantai rumah sakit. Semua orang mengatakan tidak,” ungkapnya.


Photo Credit: Lebih dari 187.000 orang meninggal akibat Covid-19 yang melanda India. Hal itu diketahui berdasarkan angka resmi Kementerian Kesehatan India. EPE/Divyankant Solaki

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Internasional

Trump Ancam Kanada Jika Terus Melakukan Hubungan Perdagangan Dengan China

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Indonesia dan Prancis Tegaskan Kerja Sama Dalam Pertemuan Paris

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Ancaman Trump Terhadap Greenland Bangkitkan Rasa Persatuan di Denmark

Waktu Baca 11 Menit
Internasional

AS Kirim Kapal Perang ke Iran, Trump: Mereka Kami Awasi Sangat Ketat

Waktu Baca 7 Menit
Internasional

JPMorgan dan CEO Jamie Dimon Kena Gugat Rp84 Triliun Oleh Presiden Trump

Waktu Baca 5 Menit
Internasional

Pidato Prabowo di WEF Davos, Tegakkan Konstitusi dan Supremasi Hukum

Waktu Baca 2 Menit
Internasional

Resmi Hengkang Dari WHO Amerika Serikat Tinggalkan Setumpuk Hutang

Waktu Baca 4 Menit
Internasional

Tandatangani Piagam Board of Peace, Prabowo Implementasikan Solusi Dua Negara

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?