Imigrasi: Tak Ada Pencekalan Rizieq Shihab Balik ke Tanah Air

"Sampai saat ini Imigrasi belum menerima surat penangkalan apapun, dari instansi manapun yang menyatakan Rizieq Shihab tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia,"

Imigrasi: Tak Ada Pencekalan Rizieq Shihab Balik ke Tanah Air

Telegraf, Jakarta – Direktorat Jenderal Imigrasi Kementerian Hukum dan HAM (Dirjen Imigrasi Kenkumham) menegaskan tidak ada surat permintaan dari pemerintah maupun aparat hukum terkait pencekalan Rizieq Shihab ke tanah air.

Hal ini disampaikan oleh Kasubag Humas Dirjen Imgrasi, Sam Fernando sebagai jawaban atas klaim Rizieq yang mengaku dicekal pemerintah Indonesia sehingga tak bisa keluar Arab Saudi.

“Sampai saat ini Imigrasi belum menerima surat penangkalan apapun, dari instansi manapun yang menyatakan Rizieq Shihab tidak diperbolehkan masuk ke Indonesia,” ujar Sam saat dikonfirmasi, Senin (11/11/19).

Sebelumnya, Rizieq sempat mengatakan lewat akun Youtube Front TV tentang alasannya kenapa dia tak bisa pulang ke Indonesia hingga saat ini.

Kata Rizieq, ada surat cekal dari pemerintah Indonesia yang ditujukan kepada pemerintah Arab Saudi sehingga membuat pimpinan FPI itu tak bisa kembali kembali ke tanah air.

Padahal, menurut Rizieq pencekalan itu dilakukan lantaran tak berkaitan dengan kasus pidana atau pelanggaran keimigrasian apapun selama dirinya tinggal di tanah suci.

“Pemerintah Indonesia tidak usah berpura-pura tidak mengetahui tentang cekal ini karena sebetulnya yang meminta saya untuk dicekal karena alasan politik, karena saya tidak diinginkan oleh pemerintah Indonesia agar tidak hadir di tengah-tengah masyarakat indonesia pada saat digelarnya Pilpres 2019 yang baru digelar lalu,” ujar Rizieq dalam video yang diunggah pada 8 November 2019 lalu itu. (Red)


Photo Credit : Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Rizieq Shihab (kanan) memenuhi panggilan Bareskrim Polri di Jakarta, Kamis (03/11). Rizieq Shihab diperiksa sebagai saksi ahli agama dari pihak pelapor yaitu FPI DKI Jakarta terkait kasus dugaan penistaan agama yang dilakukan oleh Basuki Tjahaja Purnama. ANTARA/Puspa Perwitasari

Tanggapi Artikel