Harga Bawang Putih Merajai Pasar

Harga Bawang Putih Merajai Pasar

"Beberapa hari yang lalu kita melakukan pertemuan dengan importir bawang putih. Saya memyampaikan bahwa dalam minggu ini, dan hari ini, saya bersama mentan menandatangani tata niaga bawang putih yang selama ini tidak kita atur"

Harga Bawang Putih Merajai Pasar


Telegraf, Jakarta – Setelah cabe rawit merah menjadi primadona pasar karena harganya melambung tinggi, dua minggu belakangan ini bawang putih merajai harga, untuk menekan harga bawang putih yang kian merangkak Kementrian Perdagangan adakan sidak bawang putih ke pasar induk kramat jati.

Menteri perdagangan Enggartiasto Lukita untuk mencegah naik turunya harga bawang putih agar sesuai harga eceran tertinggi bersama kementrian pertanian dan para importir bawang putih melakukan pertemuan dalam rangka mennandatangani tata niga bawang putih yang selama ini tidak diatur.

“Beberapa hari yang lalu kita melakukan pertemuan dengan importir bawang putih. Saya memyampaikan bahwa dalam minggu ini, dan hari ini, saya bersama mentan menandatangani tata niaga bawang putih yang selama ini tidak kita atur,” ujarnya usai melakukan sidak di pasar Induk Kramat Jati,Jakarta, Jumat (12/5/17).

Dalam pertemuan itu enggar mengatakan untuk harga tahap awal dua minggu kedepan tidak boleh melebihi dari Rp38.000 dieceran, enggar meminta kepada para importir agar melepas stock yang ada, dengan tidak melebihi harga Rp38.000. Dengan itu pihak kementrian perdagangan akan memberi prioritas kepada eksportir tersebut untuk impor.

Pantauan redaksi telegraf di pasar Induk Kramat Jati saat itu harga bawang putih mencapai Rp48.000, ujar salah satu pedagang di kramat jati Anto mengatakan “harga bawang putih mahal Rp 48.000, udah seminggu ini,” tuturnya.

Dengan kesepakatan yang kita setujui Enggar menjelaskan para importir harus menandatangani kesepakatan mengenai harga. Enggar juga berterimakasih kepada perusahan importir bawang putih yang saat ini menurunkan 3 kontainer dengan harga sebesar Rp32.000, dan para tengkulak bisa menjual Rp34.000 dan untuk harga eceran itu berfariasi dari Rp34.000 hingga tidak melebihi Rp38.000.

Untuk kali ini Enggar mengatakan masih memerikan tolerasi karena sebagian mereka membeli dengan harga lebih tinggi, karena itu mungkin masih dicampur dengan stock yang sebelumnya. Enggar menegaskan akhir Mei ini khusus di jakarta akan diturunkan 7.672 ton, jadi kalau stock yang ada sekarang tidak diturunkan, bisa jadi awal bulan nanti harga akan turun drastis.

“Akan kami masukan lagi sampai dengan akhir Mei ini, sebanyak 7.672 ton lagi, yang akan masuk, terutama di Jakarta, kemudian di Surabaya, dan beberapa kota besar lainnya. Dengan harga jual bervariasi, dari 20.000. Ada juga sebagian bawang putih dari India, sampai dengan 35.000 variasinya,” tutupnya. (Red)

Credit Foto : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close