Gubernur BI : Neraca Pembayaran 2017 Surplus Tetapi Turun

"Tahun lalu kami lihat ada dorongan dari tax amnesty, maka dari itu ada pengaruh di transaksi modal"

Gubernur BI : Neraca Pembayaran 2017 Surplus Tetapi Turun


Telegraf, Jakarta – Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo memperkirakan bahwa neraca pembayaran Indonesia pada 2017 masih akan surplus, namun jumlahnya menurun menjadi tiga hingga empat miliar dolar AS, dari surplus tahun lalu yang sebesar 12 miliar dolar AS.

Menurut Agus di Jakarta, Senin malam, penurunan surplus tersebut karena melorotnya neraca transaksi modal dan finansial yang disebabkan berakhirnya program amnesti pajak pada 31 Maret 2017 lalu, yang menyurutkan dana repatriasi ke pasar finansial.

“Tahun lalu kami lihat ada dorongan dari tax amnesty, maka dari itu ada pengaruh di transaksi modal,” ujar Agus.

Perkiraan jumlah surplus NPI pada akhir tahun tersebut sama realisasi surplus NPI di periode Januari-Maret 2017 yang banyak terbantu surplus transaksi modal dan finansial sebesar 7,9 miliar dolar AS.

NPI merupakan gambaran transaksi yang terjadi antara penduduk Indonesia dengan penduduk warga negara lain. Dalam NPI, terdapat neraca transaksi berjalan (termasuk barang, jasa, pendapatan) serta neraca transaksi modal dan finansial.

Selain faktor neraca modal dan finansial, Agus memandang, menurunnya surplus NPI juga karena defisit neraca transaksi berjalan yang pada akhir tahun diperkirakan BI sebesar 1,8-1,9 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). Angka tersebut sama dengan defisit transaksi berjalan pada 2016.

Meskipun masih defisit, Agus mengatakan, kinerja neraca transaksi berjalan masih terkendali. Perbaikan kinerja ekspor pada tahun ini akan turut membantu memperbaiki kinerja neraca transaksi berjalan.

Baca Juga :   Bantuan PPKM, Pemilik Warung Hingga PKL Akan Dapat Rp 1,2 Juta

Pada triwulan I 2017, defisit transaksi berjalan sebesar 2,4 miliar dolar AS atau satu persen Produk Domestik Bruto (PDB).

Peningkatan defisit transaksi berjalan pada triwulan I 2017 sebagian besar akibat naiknya defisit neraca perdagangan migas yang sebesar 2,1 miliar dolar AS dan pendapatan primer yang defisit 7,4 miliar dolar AS. (Red)

Sumber : antaranews

Credit foto : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close