Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Gerakan Superiman Mencakup Ekosospol
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Gerakan Superiman Mencakup Ekosospol

Yuan Adriles Selasa, 10 Agustus 2021 | 20:33 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf – Gerakan Solidaritas Umat Peduli Modal Nasional (Superiman) mencakup aspek ekonomi, sosial, dan politik, selain penerapannya efektif sapu jagad untuk menyelesaikan permasalahan selama tiga zaman, yakni posisi etnis Tionghoa di Indonesia. Walaupun, kondisi Tionghoa di Indonesia, sejak reformasi 1998 semakin baik. Karena Pemerintah, dimulai dari mantan-mantan presiden; alm. Bacharuddin Jusuf Habibie (1998 – 1999), Abdurrahman Wahid (Gus Dur; 1999 – 2001), Megawati Soekarnoputri (2001 – 2004), Susilo Bambang Yudhoyono/SBY (2004 – 2014) mengabulkan permintaan masyarakat Tionghoa. Salah satunya, penetapan Imlek sebagai hari libur nasional, penerbitan koran mandarin dan lain sebagainya.

“Akidi effect nya, (keluarga Akidi Tio di Palembang, Sumatera Selatan) nggak perlu sumbang 2 triliun rupiah, cukup (sumbang) Rp 200 milyar. Nilai sumbangan ibaratnya subsidi silang juga untuk 200 juta rakyat Indonesia,” kata penggiat Superiman Bambang Sungkono atau Wu Kwok Haw.

Superiman diyakini akan berlanjut setelah vacuum selama 18 tahun, tepatnya sejak tahun 2003. Saat itu, Wakil Presiden RI (2001 – 2004) Hamzah Haz mengakomodir gerakan tersebut. Presidennya pada saat itu, Megawati Soekarnoputri (2001 – 2004) juga diyakini menyambut gerakan Superiman.

“Tapi mungkin karena informasinya (acara deklarasi Superiman) tidak sampai pada ibu Megawati, sehingga dia tidak tahu. Ibu Megawati juga pasti mendukung Superiman,” kata Direktur PT Maha Era Motor (Piaggio Distributor).

Walaupun ada ‘plesetan’ yang sangat tidak bertanggungjawab, menuduh Superiman menghimpun dana untuk tim sukses Hamzah Haz sebagai persiapan Pemilu umum presiden (Pilpres) 2004. Padahal Superiman tidak ada urusan dengan politik. Bambang dan beberapa penggiat Superiman hanya meminta Hamzah Haz mengakomodir niat baik dan tulus.

Baca Juga :  Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

“Pilpres 2004 juga akhirnya dimenangkan SBY (Susilo Bambang Yudhoyono),” kata Bambang Sungkono yang akrab disapa ‘Akwet’.

Pengusaha otomotif ini langsung merogoh kocek yang tidak sedikit, yakni Rp 100 juta untuk Superiman. Aspek social dan politiknya dari Superiman, yakni mereduksi gesekan akibat ketimpangan social. Terutama sejarah etnis Tionghoa di Indonesia yang beberapa kali menjadi target kerusuhan, terutama Mei 1998. Periode waktu yang ditetapkan yakni sejak naiknya presiden kedua RI, Soeharto (1966 – 1998) sampai puncak kerusuhan rasial yang memakan banyak korban.

“Kerusuhan pasti ada mastermind atau actor intelektualnya. Suasana kesenjangan social dimanfaatkan actor intelektual tersebut dan pihak tertentu yang tersulut membuat kerusuhan sampai penjarahan dan Tionghoa menjadi targetnya. Tetapi karena gerakan pembauran dari beberapa saja orang Tionghoa yang selama ini ‘masuk’ pada komunitasnya (kelompok ekstrim), mereka bahkan menjadi ‘benteng’ melindungi sesama (anak) Bangsanya,” kata Akwet.

Filosofi Superiman juga pertanggungjawaban komponen bangsa, dalam hal ini Tionghoa di Indonesia. Sebagaimana, ada komponen yang berprofesi anggota TNI (Tentara Nasional Indonesia) yang keluar tenaga untuk menjaga keutuhan NKRI. Berarti harus ada komponen yang mengeluarkan uang, sebagai bentuk gotong royong juga menjaga keutuhan NKRI.

“Sehingga filosofi gotong royong dan kebersamaan melekat pada Superiman. Saya yakin, seorang tukang sapu di pinggir jalan mau sumbang Rp 100 ribu. Kami catat dan tampung dananya di rekening 17081945 (angka keramat Bangsa Indonesia). Kita kejar target penghimpunan dana sampai triliunan rupiah,” tegas Akwet.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Magang Nasional
Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta
Waktu Baca 3 Menit
vivo Y31d Pro
vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W
Waktu Baca 2 Menit
Gindaco - Promo Hari Kartini
Rayakan Semangat Kartini, F&B ID Hadirkan Promo Spesial untuk Perempuan di Seluruh Indonesia
Waktu Baca 6 Menit
BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang
Waktu Baca 2 Menit
OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda
Waktu Baca 2 Menit

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit

Airlangga: Hilirisasi Industri Jadi Kunci Ketahanan Ekonomi di Tengah Risiko Global

Waktu Baca 3 Menit

DPR RI dan Komdigi Tekankan Pentingnya Preventif Kesehatan Nasional

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?