Ganjaran Kartu Kuning Ketua BEM, Rektor UI Minta Maaf Pada Jokowi

Ganjaran Kartu Kuning Ketua BEM, Rektor UI Minta Maaf Pada Jokowi

"Kami sangat menyayangkan mahasiswa memilih cara penyampaian aspirasi seperti itu, padahal sudah diagendakan pertemuan langsung untuk menyampaikan aspirasi pada Presiden,"

Ganjaran Kartu Kuning Ketua BEM, Rektor UI Minta Maaf Pada Jokowi


Telegraf, Depok – Rektor Universitas Indonesia (UI) Muhammad Anis meminta maaf kepada Presiden Joko Widodo dan segenap civitas akademika UI atas peristiwa interupsi “kartu kuning” dalam acara Dies Natalis ke-68 Tahun UI, Jumat (02/02/2018). Saat itu, Ketua Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) UI Mohammad Zaadit Taqwa menyalurkan aspirasinya dengan melakukan aksi simbolik meniupkan pluit dan mengangkat kartu kuning.

“Kami sangat menyayangkan mahasiswa memilih cara penyampaian aspirasi seperti itu, padahal sudah diagendakan pertemuan langsung untuk menyampaikan aspirasi pada Presiden,” ujar Anis dalam keterangan pers yang diterima kepada redaksi Selasa (06/02/2018).

Anis mengatakan, UI menyesalkan peristiwa interupsi yang dilakukan dalam Sidang Terbuka Dies Natalis yang seharusnya dihormati dan dijaga kekhidmatannya. “Kami menyampaikan permohonan maaf kepada civitas akademika serta para undangan yang hadir termasuk Bapak Presiden RI Joko Widodo,” kata Anis.

Rektor UI memaparkan, sikap kritis mahasiswa sudah sewajarnya dibangun, karena mahasiswa adalah calon pemimpin bangsa. Namun penyampaian kritik dan solusi konkret semestinya memperhatikan berbagai kondisi, seperti waktu, tempat, dan situasi yang terjadi. “Kami berharap dapat diutarakan dengan cara baik, dan tetap menghormati aturan yang berlaku dan menjaga ketertiban dan kenyamanan bersama,” ujar Anis.

Rektor UI mengungkapkan, universitas harus menghasilkan intelektual muda yang mampu menjadi pemimpin dan memberikan kontribusi pada Indonesia. “Kami mohon semua pihak memiliki kearifan seperti yang ditunjukan Presiden, yaitu untuk melihat peristiwa ini sebagai sebuah pengalaman dan pembelajaran bagi mahasiswa tersebut pada khususnya, dan mahasiswa UI pada umumnya, serta seluruh komponen bangsa,” jelasnya.

UI berjanji akan mengingatkan para mahasiswanya untuk dapat menyampaikan pandangan yang bersifat kritis dan konstruktif, dalam suatu kerangka yang memerhatikan peraturan dan tata tertib yang berlaku.

Anis menuturkan, perayaan Dies Natalis UI adalah sebuah manifestasi rasa bersyukur UI yang telah berkiprah selama 169 tahun dalam mengabdi pada bangsa dan selama 68 tahun dengan kehormatan menyandang nama bangsa.

Bagi civitas akademika dan alumni UI dimana pun berada, Anis melanjutkan, kehormatan yang diberikan pada UI melalui nama Universitas Indonesia adalah sebuah nasihat berkelanjutan bagi seluruh civitas akademika UI untuk selalu berkontribusi bagi Indonesia. “Karena UI hadir untuk Indonesia,” tegas Anis. (Red)

Photo Credit : Dok/Ist. Photo


KBI Telegraf

close