Ekosistem Inovasi Industri dan Kondusifitas Percepat PEN

Ekosistem Inovasi Industri dan Kondusifitas Percepat PEN

“Pada triwulan III-2021, kami optimis pertumbuhan sektor industri dan ekonomi dapat meningkat,”

Ekosistem Inovasi Industri dan Kondusifitas Percepat PEN

Telegraf – Kementerian Perindustrian telah mengeluarkan berbagai kebijakan strategis guna meningkatkan kinerja sektor industri di tengah dampak pandemi Covid-19. Salah satunya adalah dengan menciptakan ekosistem inovasi. Langkah ini sekaligus untuk mengakselerasi upaya pemulihan ekonomi nasional (PEN).

“Salah satu tantangan yang dihadapi dalam pemulihan ekonomi nasional (PEN) adalah menciptakan ekosistem inovasi yang kondusif antar industri, asosiasi, akademisi, dan lembaga pemerintah, sehingga dapat bersinergi dan berkolaborasi secara bersama untuk membangun industri yang tangguh dan mandiri,” kata Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita di Jakarta, (12/10/2021).

Agus menjelaskan, upaya menciptakan ekosistem inovasi di sektor industri sesuai dengan implementasi peta jalan Making Indonesia 4.0.

“Program ini memprioritaskan pengembangan terhadap tujuh sektor industri dalam mengimplementasikan teknologi pada proses produksinya untuk dapat meningkatkan efisien dan kompetitif industri nasional,” terangnya.

Ketujuh sektor tersebut, yakni industri makanan dan minuman, tekstil dan pakaian, otomotif, kimia, elektronik, farmasi, serta alat kesehatan. Sektor-sektor ini dipilih karena dapat memberikan kontribusi sebesar 70 persen dari total PDB manufaktur, 65 persen ekspor manufaktur, dan 60 persen pekerja industri.

“Pada triwulan III-2021, kami optimis pertumbuhan sektor industri dan ekonomi dapat meningkat,” paparnya.

Sepanjang triwulan II-2021, industri pengolahan nonmigas tumbuh sebesar 6,91 pwrsen, yang mampu memberikan kontributor terbesar pada pertumbuhan PDB nasional dengan mencapai 17,34 persen.

Kepala Badan Standardisasi dan Kebijakan Jasa Industri (BSKJI), Doddy Rahadi, mengemukakan dalam mendukung penguatan ekosistem inovasi di sektor industri, Balai Riset dan Standardisasi (Baristand) Industri Palembang, menyelenggarakan seminar nasional yang dihadiri sebanyak 500 perserta dari perwakilan asosiasi dan industri, praktisi, akademisi, serta instansi pemerintah pusat dan daerah. Kegiatan yang dilaksanakan secara daring ini mengagkat tema Peran Sektor Industri dalam Percepatan Pemulihan Nasional.

“Seminar nasional ini diselenggarakan sebagai wadah komunikasi dan diskusi yang konstruktif untuk dapat bertukar informasi dalam mengoptimalisasi peran tiap stakeholders guna mendukung penguatan industri nasional di era pandemi,” tuturnya.

Baca Juga :   BTN Umumkan Pertumbuhan Laba Bersih Kuartal III 2021 Naik 35,32 Persen

Menurut Doddy, pembangunan industri nasional bertumpu pada tiga pilar, yaitu penguatan struktur industri, penguasaan teknologi, dan peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM). Penyelenggaraan seminar nasional merupakan wadah tukar pikiran yang konstruktif dalam berbagi penhetahuan dan pengalaman tentang pemanfaatan teknologi terkini untuk mendukung pembangunan industri nasional.

“Seminar ini juga bertujuan untuk mempublikasikan teknologi kepada industri dan stakeholders sebagai upaya untuk membangun industri nasional yang mandiri, tangguh dan berdaya saing dalam penguatan industri nasional,” imbuhnya.

Faktor lain dalam percepatan pemulihan ekonomi nasional adalah pentingnya pembangunan dan kesiapan SDM industri.

“Sisi lain dari pandemi Covid-19 adalah sebuah katalisator untuk memaksa perubahan kehidupan yang terjadi di dunia. Seminar ini juga membahas teknologi informasi berperan penting terutama pada sistem operasi yang efisien pada industri,” imbuhnya.

Doddy berharap, buah pemikiran hasil seminar dapat menambah pemahaman mengenai teknologi industri dan menjadi bahan pertimbangan pengambilan keputusan untuk para pemangku kepentingan terkait.

“Selain itu, karya tulis yang dipublikasikan akan menghasilkan beberapa rekomendasi kebijakan bagi stakeholders,” pungkasnya.


Photo Credit: Menteri Perindustrian Agus Gumiwang Kartasasmita. FILE/Kemenperin

 

Shan Santi

close