Donasi “Peduli Junalis” Terus Bertambah

Donasi “Peduli Junalis” Terus Bertambah

Telegraf, Jakarta – Memasuki bulan kedua pandemi Covid-19 melihatkan banyaknya masyarakat yang terimbaas dari pandemi tersebut, pemutusan hubungan kerja, waktu mencari nafkan terbatas bagi pencri nafkan paruh waktu yang mengandalkan rejeki harian terus bertambah, tak luput pula efek pandemi tersebut menimpa kuli tinta di jakarta khususnya.

Gerakan peduli jurnalis di buka hingga tahap ketiga semakin bertambah yang dari awal hanya menyasar pada 75, 80 hingga pada tahap ke tiga mencapai 100 jurnalis yang terbantukan akibat dampak Covid-19.

“Jumlah donasi yang kita siapkan bagi jurnalis terdampak Covid-19 juga terus meningkat setiap tahapannya. Mulai dari 75, 80, dan hari ini 100 jurnalis yang kita fasilitasi,” ujar Ketua ‘Peduli Jurnalis, Andi Arif.

Gerakan ‘Peduli Jurnalis’ juga mendapat kunjungan dari Wakil Ketua MPR, Fadel Muhammad beserta sang istri, Hana Hasanah yang juga merupakan pengurus Sahabat Kartini pada Selasa (12/5), pada waktu yang sama pembagian sembako kepada para jurnalis yang tearimbas Covid-19.

“Alhamdulillah saya bisa melihat langsung dan menyerahkan bantuan ke Posko ‘Jurnalis Peduli’. Saya percaya teman-teman wartawan juga bekerja keras untuk membantu sesama wartawan dan masyarakat. Semoga kebaikan ini menjadi berkah untuk semua,” kata Fadel Muhammad.

Di tempat waktu yang berbeda M Taufik selaku Pembina Yayasan Bahira menyebut, dirinya bersyukur anggota Yayasan Bahira punya rasa kepedulian tinggi, bukan hanya pada masa pandemi Corona (Covid-19) saja, bahkan sejak sebelumnya.

“Alhamdulillah teman-teman punya kelebihan, sehingga dapat menyalurkan bantuan. Beberapa waktu lalu, kita datangi kampung nelayan di Muara Baru. Kondisi mereka sangat memprihatinkan, begitu pula dengan wartawan pun tidak luput dari perhatian kami,” ujar Taufik di Jakarta.

Selama masa pandemi Covid-19 ini, Yayasan Bahira dan Sahabat Kartini pimpinan Rani Anggraini Safitri juga membagikan nasi kotak, beras dan sembako pada masyarakat yang membutuhkan.

Baca Juga :   Setelah Paket Sembako GSUI Distribusikan 10 Ribu Masker ke 10 Kota dan "Panggilan untuk Indonesia"

“Tidak semua cukup secara ekonomi, dan tidak semua memiliki posisi bagus. Jadi saat ini kita tidak bisa pandang profesi. Wartawan pun banyak yang gajinya dipotong karena perusahaan tidak kuat menggaji secara penuh,” papar Wakil Ketua DPRD DKI Jakarta ini. (Ak)


Credit Photo : M Taufik selaku Pembina Yayasan Bahira menyerahkan simbolis beras kepada jurnalis yang terdampak Covid-19 di Jakarta/Istimewa


Tanggapi Artikel