Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Diskusi Bareng Penyandang Disabilitas, Atikoh Tegaskan Inklusivitas Jadi Tanggung Jawab Bersama
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Nasional

Diskusi Bareng Penyandang Disabilitas, Atikoh Tegaskan Inklusivitas Jadi Tanggung Jawab Bersama

Maharani Ardini Minggu, 3 Desember 2023 | 11:38 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Dari berbagai pertemuannya dengan kelompok disabilitas, Atikoh mengatakan keluhannya hampir sama. FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Istri calon presiden 2024 Ganjar Pranowo, Siti Atikoh Supriyanti menegaskan inklusivitas bisa terwujud dengan tanggung jawab seluruh elemen masyarakat. Sehingga tak ada lagi cerita ketimpangan, khususnya yang dirasakan kelompok penyandang disabilitas.

Hal itu disampaikan usai bertemu Komunitas Disabilitas Tunarungu Indonesia (KDTI) di BUMI Pospera, Cipinang, Jakarta Timur, Minggu (03/12/2023). Pada kesempatan tersebut, Atikoh sempat berdialog dengan tiga penyandang tuna rungu, yakni Ali, Imam dan Christi.

Mereka bertiga mempunyai latarbelakang berbeda. Namun, ketiganya memiliki kesamaan aspirasi yakni kesenjangan yang dialami penyandang disabilitas. Baik soal akses hingga perbedaan upah kerja.

“Mungkin saat ini sudah ada inisiasi (dari pemerintah) tetapi memang harus disuarakan terus terkait inklusivitas,” ucap Atikoh.

Dari berbagai pertemuannya dengan kelompok disabilitas, Atikoh mengatakan keluhannya hampir sama. Khususnya dalam hal kerja, ada kesan di mana sebuah perusahaan hanya memenuhi kewajiban atau formalitas saja dalam mempekerjakan penyandang disabilitas.

“Salah satunya tadi, mereka sama-sama karyawan di perusahaan ternyata upahnya beda. Ini masukan juga, dan dari sisi penjenjangan karir, kok ada perbedaan,” ujarnya.

Atikoh mengatakan, masalah inklusivitas bisa terwujud jika dipersiapkan secara komprehensif. Artinya, kata Atikoh, dimulai dari menyiapkan lingkungannya terlebih dulu.

“Jadi lingkungannya dulu yang harus dipersiapkan, untuk mereka bisa menerima teman-teman (disabilitas) dengan baik. Bahwa mereka memiliki hak yang sama untuk memberikan kinerja yang terbaik,” katanya.

Baca Juga :  Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Disinggung komitmennya, Atikoh menegaskan posisinya sejak dulu jelas. Ia selalu mendampingi dan turut menyuarakan inklusivitas khususnya dalam pembangunan.

Atikoh lantas mengutip pernyataan Mary Temple Grandin, seorang profesor dengan autisme pertama yang mengatakan setiap manusia itu memiliki hak untuk diperlakukan dengan sebaik-baiknya dan dengan kesetaraan.

“Selama ini memang saya memiliki komitmen untuk temen-temen selalu mendampingi mereka, nggak ada pencapresan juga seperti itu. Bagaimana kita bisa bergandengan tangan menyuarakan hak-hak mereka, ini diperlukan kerjasama dari seluruh kelompok, seluruh elemen masyarakat dan stakeholder agar hak mereka bener-bener terpenuhi,” tandasnya.

Di kesempatan itu, Atikoh sempat memborong produk makanan UMKM dari penyandang penyandang disabilitas pendengaran. Atikoh juga bernyanyi bersama band yang pemainnya merupakan disabilitas daksa. Selain itu, Atikoh juga bertemu Nayla seorang penulis penyandang disabilitas pendengaran yang melukis Atikoh dan Ganjar.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit
Bite Me Sweet
Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia
Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Magang Nasional
Nasional

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Sinergi Lintas Sektoral, Pemberantasan Narkoba Jadi Prioritas Nasional

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

GAMKI dan Lembaga Kristen Kompak Polisikan JK Terkait Isi Ceramah

Waktu Baca 2 Menit
Nasional

Pernyataan Jusuf Kalla Terkait Isu SARA Dianggap Berpotensi Sesatkan Publik

Waktu Baca 3 Menit
Nasional

Proses Hukum Andrie Yunus, Aktivis 98: Jangan Ada Yang “Memancing di Air Keruh”

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Generasi Muda Harus Diingatkan Tentang Bahaya Kepentingan Asing

Waktu Baca 4 Menit
Nasional

Proses Hukum Militer Kasus Air Keras Wajib Dihormati dan Dikawal Publik

Waktu Baca 5 Menit
Nasional

Kasus Air Keras dan Isu Destabilitas Keamanan Negara, Publik Harus Waspada Soal Perang Informasi

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?