Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Diroasting Tiga Komika, Ganjar: Tenang Kalian Tidak Akan Hilang!
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Politika

Diroasting Tiga Komika, Ganjar: Tenang Kalian Tidak Akan Hilang!

Didik Fitrianto Kamis, 21 Desember 2023 | 20:07 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Ganjar Pranowo saat usai diroasting tiga komika sekaligus di atas panggung Teman Cerita Festival di Djakarta Theatre, Kamis (21/12/2023). FILE/Telegraf
Bagikan

Telegraf – Seru, saat Ganjar Pranowo diroasting tiga komika sekaligus di atas panggung Teman Cerita Festival di Djakarta Theatre, Kamis (21/12/2023). Capres nomor urut 3 itu tertawa dan membalasnya dengan “tenang, kalian tidak akan hilang”.

Mantan Gubernur Jawa Tengah dua periode itu memang kerapkali tampil di “kursi panas” stand up comedy dengan roastingan komika tanah air. Kali ini, ia menghadapi tiga komika yang tak kalah pedas dalam melancarkan kritik.

Yakni Dani Adhitya, komika Suci 5 yang juga penyandang disabilitas asal Malang. Disusul oleh Ate dan Dani Jaya Wardhana atau dikenal McDanny.

Hari itu, Ganjar mendapat banyak energi dari komika muda dengan analisa kreatifnya. Mulai dari gaya kampanye, elektabilitas, sering blunder hingga keberpihakan terhadap disabilitas.

“Saya di sini ditugaskan meroasting Bapak, bukan ditugasi partai Bapak ya,” buka Dani Adhitya.

Ia melanjutkan, jika Ganjar satu-satunya Capres yang membahas isu disabilitas saat debat Capres pertama di Komisi Pemilihan Umum (KPU).

“Saya yakin sama Pak Ganjar, karena pada saat debat Capres kemarin, hanya Pak Ganjar yang satu-satunya bahas isu disabilitas . Butuh banget suara Disabilitas ya Pak?” seru Dani.

Materi panas juga dilancarkan McDanny, yang mengatakan bahwa karakter Ganjar saat debat tanggung.

“Kalau saya analisa hasil debat, pak Ganjar nanggung karakternya. Kalau mau berisi, berisi banget atau kalau mau menghibur, menghibur banget. Saran dari saya pas bapak pilih, pilih pindah partai,” ucap komika asli Jakarta itu.

Bukannya marah, Capres berambut putih itu justru tertawa dan senang mendengar materi roasting.

“Tenang, kalian tidak akan hilang,” jawab Ganjar yang direspon tepuk tangan dan tawa para penonton.

Dalam acara yang dihadiri sebanyak 1.200 anak muda itu bertambah seru saat Muhammd Zinedine Alam Ganjar, anaknya muncul sebagai komika. Ganjar terkejut tidak menyangka jika anaknya itu punya talenta untuk open mic di atas panggung komedi.

Bukannya membela, Alam justru ikut meroasting ayahnya sendiri. Lebih dari lima menit, politikus berambut putih itu mendapat suntikan energi soal dunia milenial dan generasi Z.

“Bapak itu sering melempar joke-joke yang kurang relevan ke anak muda. Padahal kalau bicara serius malah ditertawakan. Jadi agak kebalik tuh. Jadi perlu diberi materi-materi khusus,” Alam membuka tampilannya.

Tidak canggung, Alam terus melancarkan kritik kepada ayahnya sendiri. Mulai dari fesyen yang kurang kekinian, kekompakan dengan Mahfud MD hingga gaya kampanye.

“Bapak pakai baju hitam, Prof Mahfud pakai putih. Apa tidak telponan kali ya. Saran saja besok kalau mau debat perlu sleepcall dulu sama Prof Mahfud,” kata Alam yang disambut tawa penonton.

Alam juga menyampaikan pentingnya gimmick yang substansial saat membuat konten-konten.

“Substansi tanpa gimmick tidak akan sampai, tapi gimmick tanpa substansi juga omong kosong belaka. Harapannya ayah punya dua itu,” terangnya.

Usai acara, Ganjar mengaku merasa senang karena mendapat banyak masukan dan kritik yang disampaikan dengan gaya kreatif komedi.

“Ada yang menarik saja. Sejak kapan dia belajar jadi komika begitu ya, ternyata diajarin oleh orang-orang kreatif dan dia berani mencoba untuk melakukan itu. Menurut saya menarik, yang saya lihat adalah proses kreatifnya saja,” tuturnya.

Ia memastikan di era demokrasi kritik itu hal yang biasa.

“Mungkin yang perlu diperhatikan adalah tidak menyakiti. Kritiklah kebijakannya, tapi jangan maaf ya, fisiknya, sukunya, agamanya, golongannya,” tandasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit
Dokumen Digital Palsu
Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi
Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik

Waktu Baca 6 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Politika

Sosiolog UGM: Partai Politik Hanya Menambah Barisan Oligarki Korup

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Ultah Megawati Dari ‘My Way’ Merawat Pertiwi dan Berkumpulnya Trah Soekarno

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri. REUTERS/Andika Wahyu
Politika

Rayakan Ulang Tahun Megawati ke 79, PDIP Ajak Rawat Bumi Pertiwi

Waktu Baca 3 Menit
Politika

Puan Apresiasi Penghargaan Pekerja Migran Indonesia Dari Korsel

Waktu Baca 5 Menit
Politika

Agusrin Najamudin Mantan Gubernur Bengkulu DPO, Karena Kotak Pandora. Benarkah?

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Prabowo Disebut Sudah Kantongi Info Terkait Illegal Logging

Waktu Baca 4 Menit
Politika

Sekjen Muhammadiyah Minta Hindari Konflik Internal dan Korupsi

Waktu Baca 2 Menit
Politika

Ketua PKB Merasa Sedih dan Prihatin Pada Nasib Ketua PBNU

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?