Di Ikuti 35 Merek, Pameran Otomotif IIMS 2018 Resmi Dibuka Oleh Jokowi

“Saya percaya bahwa dengan Revolusi Industri 4.0 pertumbuhan sektor otomotif akan melonjak. Justru akan meloncat bukan menciut, dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di seputar sektor otomotif dan sektor transportasi mobil juga akan bertambah bukan berkurang,”

Di Ikuti 35 Merek, Pameran Otomotif IIMS 2018 Resmi Dibuka Oleh Jokowi


Telegraf, Jakarta – Pameran otomotif Indonesia International Motor Show (IIMS) 2018 telah resmi dibuka oleh Presiden Republik Indonesia Joko Widodo (Jokowi). Digelar selama 11 hari mulai 19-29 April 2018 di JIExpo Kemayoran, Jakarta, pameran ini diikuti oleh 35 merek kendaraan dan lebih dari 350 perusahaan industri pendukung.

Komisaris Utama PT Diandra Media International Tbk, Lilik Oetama dalam sambutannya memaparkan, IIMS 2018 memiliki sejumlah inovasi dan perubahan untuk meningkatkan level pameran sesuai dengan standar internasional. Misalnya tidak lagi menggunakan tiket konvensional dan digantikan oleh tiket digital atau wristband.

“IIMS 2018 merupakan pionir pameran otomotif yang memanfaatkan teknologi digital dalam penyelenggaraannya. Bekerja sama dengan Bukalapak, tiket masuk tidak lagi berbentuk kertas, tetapi sudah dalam bentuk wristband,” ujar Lilik Oetama, di JIExpo Kemayoran, Jakarta, Kamis (19/04/18).

Sementara itu dalam pembukaan IIMS kali ini, Jokowi juga memuji tema yang dipilih dalam IIMS kali ini adalah dukungan dan komitmen kepada mobil listrik. “Ini jelas menunjukkan bahwa penyelenggara acara ini paham betul bahwa Revolusi Industri 4.0 sedang menuju ke sektor otomotif juga,” ujarnya.

Ia mengingatkan konsekuensi dari revolusi industri 4.0 di sektor otomotif, termasuk dampak dari transisi menjadi mobil listrik. Yang pertama, jumlah komponen otomotif dalam sebuah mobil listrik ini jumlahnya hanya sepersepuluh dari mobil biasa.

“Artinya apa? Kalau besok semua mobil di Indonesia sudah ganti menjadi mobil listrik, ya industri otomotif akan menciut 10%,” ucap Jokowi.

“Karena yang namanya mobil listrik itu merupakan sebuah mesin yang jauh lebih sederhana dan lebih simpel dari mobil biasa, maka mobil listrik jauh lebih jarang mogok dan jauh lebih jarang perlu diperbaiki atau dirawat”. lanjutnya.

Jokowi mengaku, dirinya mendapatkan informasi juga bahwa perusahaan mobil BMW sedang menjalankan eksperimen abonemen mobil BMW. Dengan demikian, lanjut Presiden, beli mobil, tapi bayar abonemen bulanan dan dengan aplikasi mobile, bisa mengakses berbagai model mobil BMW kapan saja dan dimana saja.

“Tren-tren seperti ini yang harus kita baca karena transfer harus kita baca. Akhirnya banyak yang menyampaikan, ngapain masih beli mobil,” tutur Jokowi.

Tidak Perlu Pesimis

Jokowi meminta industri otomotif tidak perlu pesimis menghadapi kecenderungan tersebut, seolah-olah industri komponen otomotif menciut, bengkel turun drastis, dan ujungnya industri otomotif berkurang.

“Saya percaya bahwa dengan Revolusi Industri 4.0 pertumbuhan sektor otomotif akan melonjak. Justru akan meloncat bukan menciut, dan jumlah tenaga kerja yang dibutuhkan di seputar sektor otomotif dan sektor transportasi mobil juga akan bertambah bukan berkurang,” kata Jokowi seraya menambahkan, yang terjadi adalah jenis pekerjaannya akan berubah, dan pekerja harus bergeser ke jenis pekerjaan yang agak berbeda.

Jokowi menunjuk contoh, kalau bisnis model beralih dari beli mobil ke panggil mobil. Berarti mobil yang sama akan dipakai oleh banyak orang dan akan terus-menerus. Jadi transportasi publik nanti , menurut Presiden, bukan hanya MRT, LRT yang sedang disiapkan atau ada busway.  Ia menambahkan bahwa nanti orang juga akan beralih ke yang namanya mobil publik, dimana setiap mobil bisa dipakai banyak orang dan dipakai terus-menerus.

Baca Juga :   Badai Pandemi Paksa Ford Hentikan Produksi Bronco dan Ranger

“Artinya apa? Mobil publik tadi juga harus sering dirawat secara intensif dan dicuci secara intensif. Dan kalau kita lihat, artinya cuci mobil terutama interiornya itu adalah sebuah jasa yang padat karya, merawat mobil  itu adalah jasa yang padat karya,” ungkapnya.

Selain itu, dengan pemakaian 20 jam per hari bukan hanya cuma 2-3 jam per hari, Presiden sampaikan bahwa sudah pasti mobil itu tidak akan tahan lama. Ia menegaskan bahwa jangka hidupnya akan jauh lebih pendek, kalau dulu mobil pribadi jarang dipakai bisa tahan 10-12 tahun, mungkin nanti mobil publik sudah harus ganti 2, 3 atau 4 tahun.

“Yang kita perlukan adalah melek, tahu, benar-benar mengikuti, benar-benar mencermati secara cepat, benar-benar mendalami secara cepat, dan kita harus benar-benar mempersiapkan secara cepat. Kita harus cekatan, kita harus lincah, kita harus siap,” tegas Jokowi.

Selain memamerkan berbagai kendaraan unggulan dari para Agen Pemegang Merek (APM), IIMS 2018 juga menghadirkan Electric Car Festival. Rangkaian kegiatannya seperti test drive mobil listrik mahasiswa dan mobil listrik yang dimiliki oleh APM.

Menggunakan seluruh area JIEXpo Kemayoran seluas 105.000 m2, Dyandra Promosindo selaku penyelenggaraan IIMS 2018 menargetkan 525.000 pengunjung dengan target transaksi mencapai Rp 3,3 triliun. IIMS 2018 dibuka setiap hari mulai pukul 11.00 WIB – 21.00 WIB (hari kerja) dan 10.00 WIB – 21.00 WIB (hari libur). Untuk hari Senin – Kamis, harga tiket masuknya Rp 50.000, sementara untuk hari Jumat – Minggu Rp 70.000.


Photo Credit : Jokowi saat meninjau pameran IIMS Tahun 2018, di Ruang Semeru JI-Expo Kemayoran, Jakarta, usai membuka IIMS, Kamis (19/04/18). | File/Dok/Jay

KBI Telegraf

close