CSR BPDP Adakan Edukasi dan Sosialisasi Minyak Kelapa Sawit

CSR BPDP Adakan Edukasi dan Sosialisasi Minyak Kelapa Sawit

“Dalam kegiatan ini kami mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara mengoreng dengan baik dan benar, dengan tidak mengunakan minyak bekas dan tidak menggunakan minyak yang sudah dipakai lebih dari dua k

CSR BPDP Adakan Edukasi dan Sosialisasi Minyak Kelapa Sawit


Telegraf, Bogor – Setelah melepaskan jabatannya  sebagai Direktur Utama Badan Pengelola dana Perkebunan (BPDP) Kelapa Sawit Bayu Krisnamurthi bersama Badan Pengelola dan Perkebunan Kelapa Sawit mengadakan edukasi dan kegiatan bakti sosial yang merupakan kegiatan CSR (corporate social responsibility), sebagai rangkaian Pekan Nasional Sawit Indonesia (PNSI) 2017, di Desa Singasari, Kecamatan Jonggol, Bogor, kemarin.

“Banyak masyarakat yang sampai saat ini tidak tau bahwa minyak goreng yang digunakan selama ini adalah minyak goreng kelapa sawit,” ujarnya usai menyerahkan  donasi sebanyak Rp15.000.000 untuk sarana prasarana sekolah.

Selain penyerahan donasi BPDP juga menghadirkan demo memasak dimana disesi ini masyarakat di beri edukasi mengenai bagaimana mengoreng secara baik dan benar yang mana masyarakat sebaiknya jika mengoreng atau memasak tidak mengunakan minyak yang sudah dipakai lebih dari dua kali pemakaian.

“Dalam kegiatan ini kami mengedukasi masyarakat tentang bagaimana cara mengoreng dengan baik dan benar, dengan tidak mengunakan minyak bekas dan tidak menggunakan minyak yang sudah dipakai lebih dari dua kali,” Bayu yang sekarang menjabat sebagai Ketua Perhimpunan Ekonomi Pertanian Indonesia menjelaskan.

Minyak kelapa sawit adalah salah satu minyak yang tidak mengandung Trans Fat, hal ini d nyatakan oleh Food and Drug Administration United State of Amerika, adalah salah satu otoritas kemanan pangan yang paling dirujuk di dunia. Trans Fat adalah zat yang membahayakan bagi tubuh manusia, terutama jantung.

Baca Juga :   Zipmex Umumkan Investornya Setelah Mendapat Pendanaan 41 Juta Dolar AS

“Food and Drugs Administration United State of America, itu salah satu otoritas keamanan pangan yang paling dirujuk di dunia, telah menyatakan bahwa minyak goreng sawit itu tidak memiliki zat yang berbahaya yang dikenal sebagai Trans Fat, dan  FDA justru telah mengeluarkan warning konsumsi minyak goreng yang mengandung transfat, dan yang paling banyak mengandung Trans Fat adalah minyak kedelai,” Bayu menuturkan.

Kegiatan ini sekaligus menjadi wadah promosi, sosialisasi, dan edukasi kepada masyarakat tentang peran kelapa sawit di Indonesia sehingga diharapkan dapat menyentuh masyarakat bahwa kelapa sawit disini bisa menjadi salah satu pilar keberhasilan bisnis kelapa sawit. (Red)

Credit Foto : aladokter.com


 

Atti Kurnia

close