China Akan Investasikan 1,38 Miliar Dolar AS di Indonesia

"Yang menarik ekspor Indonesia meningkat termasuk kontribusi dari Kalbar signifikan 10,13 persen, dengan peningkatan ini kita mampu mengurangi permasalahan perdagangan Indonesia-Tiongkok nyaris 69 persen, ini merupakan data dari China,"

China Akan Investasikan 1,38 Miliar Dolar AS di Indonesia

Telegraf – China akan melakukan investasi senilai 1,38 miliar dolar AS ke Indonesia, termasuk di Provinsi Kalimantan Barar (Kalbar).

“Sejauh ini China sudah banyak investasi ke Kalbar. Tahun ini investor dari sana akan berinvestasi ke Indonesia terutama di Kalbar dan Kota Batang, Provinsi Jawa Tengah. Nilai investasi di bidang furnitur senilai 1,38 miliar dolar AS,” kata Duta Besar (Dubes) RI untuk China dan Mongolia, Djauhari Oratmangun, melalui keterangan tertulisnya, Jumat (16/04/2021).

Djauhari menuturkan, pada pertengahan April – Mei 2021 akan dilakukan kunjungan oleh pelaku usaha China ke Indonesia terutama ke dua daerah, Kalbar dan Jateng.

“Tentu investasi ini menjadi peluang daerah untuk maju dan terus membangun kerjasama perdagangan,” tuturnya.

Menurutnya, Kalbar berperan besar dalam meningkatkan nilai ekspor Indonesia ke Tiongkok yakni sebesar 10,13 persen.

“Yang menarik ekspor Indonesia meningkat termasuk kontribusi dari Kalbar signifikan 10,13 persen, dengan peningkatan ini kita mampu mengurangi permasalahan perdagangan Indonesia-China nyaris 69 persen, ini merupakan data dari China,” imbuhnya.

Ia menyebutkan, Indonesia saat ini di negara ASEAN atau Asia Tenggara menempati urutan ke 4 sebagai eksportir terbesar ke Tiongkok tahun 2020.

“Hingga pandemi saat ini hubungan antara Indonesia-China terjalin dengan baik dan untuk total investasi China sendiri di Indonesia tahun 2020 terealisasi sebesar 4,8 dolar AS,” paparnya.

Nilai ekspor Indonesia mengalami peningkatan sebesar 15 persen dibanding dengan total ekspor 2019.

“Ada peningkatan ekspor Indonesia untuk tahun ini sebesar 15 persen, produk unggulan dan potensialnya di antaranya, besi dan baja meningkat 136,52 persen, kertas dan kertas karton 133,25 persen, timah dan barang daripadanya 544,07 persen dan barang lainnya,” ujarnya.

Baca Juga :   Ini Kata Presiden FSPPB Terkait Penanganan Kebakaran Kilang Minyak Cilacap

Total perdagangan antar dua negara tersebut sudah di atas 78,48 miliar dolar AS, ada sedikit penurunan volume dikarenakan pandemi Covid-19.

“Untuk perdagangan tahun 2020 dengan adanya pandemi saat ini pariwisata menjadi mati suri, semoga dengan penanganan yang tepat pariwisata menjadi meningkat,” pungkasnya.

Sebelumnya, Djauhari mengatakan sejumlah produk unggulan dari Indonesia terjual dengan nilai transaksi sejumlah Rp405,9 juta, dalam Pameran Makanan dan Minuman China (CFDF) di Kota Chengdu, Provinsi Sichuan, pada 7-9 April 2021.


Photo Credit: Pengunjung melintasi layar elektronik pergerakan saham di Bursa Efek Indonesia, Jakarta. IHSG menguat dengan ditopang sektor mining, property dan basic industry. ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

 

Shan Santi

close