Cemilan Hadiah Yang Bisa Wujudkan Kebahagiaan

Tanggal:


Telegraf – Ngemil sudah menjadi bagian dari budaya masyarakat Indonesia, kebiasaan yang juga dilakukan oleh semua orang di seluruh dunia sejak lama. Tak heran banyak jenis camilan mulai dari yang rasanya manis hingga asin. Biasanya camilan dinikmati bersama keluarga di waktu bersantai dalam keseharian sebagai kudapan di pagi atau sore hari.

Peran dan makna camilan bagi masyarakat pun terus berkembang terutama beberapa tahun terakhir akibat pandemi. Menurut survei tahunan Mondelez International “The State of Snacking” yang kali ini memasuki tahun ke-3 mengatakan bahwa camilan juga memegang peranan penting bagi kesehatan mental. Survey tahunan ini juga sebagai bentuk komitmen dalam memahami konsumen di seluruh dunia,termasuk Indonesia.

“Kebutuhan akan ngemil banyak muncul untuk meredam stres dan mencari kenyamanan yang dibutuhkan ketika jeda atau menyelesaikan pekerjaan, terutama bagi milenial dan Gen Z. Hal tersebut sangatlah mungkin, karena secara biologis perilaku makan atau ngemil dapat menyalakan reward system di otak yang menghasilkan hormon bahagia (dopamine),” jelas Saskhya, Psikolog & Co-founder Rumah Psikologi TigaGenerasi Saskhya Aulia Prima M.Psi menanggapi temuan tentang peran camilan sebagai hadiah (self-reward) untuk membahagiakan diri.

Survei juga mengungkap bahwa 93% responden mencari camilan untuk meningkatkan kesehatan mental, lebih tinggi dibandingkan data global yang tercatat yakni 75%. Lebih-lebih lagi, 72% responden juga mengatakan bahwa motivasi utama mereka dalam memilih camilan adalah sebagai hadiah untuk diri mereka sendiri (self-reward). Bahkan, kegiatan ngemil dianggap sebagai waktu untuk melepaskan diri dari beban mental yang mengelilingi setiap hari, di mana 61% setuju bahwa camilan memang seharusnya ditujukan untuk kebahagiaan atau kepuasan diri.

Mondelez Indonesia mengajak masyarakat menerapkan #JamNgemil dengan meluangkan waktu sejenak untuk menikmati camilan, sebagai cara sederhana untuk membahagiakan dan mengapresiasi diri.

“Dengan melakukan self reward, diri akan merasa senang dan itu sesuatu yang perlu, tidak egois, tidak lari dari tanggung jawab, dan sebaliknya justru akan meningkatkan kinerja, kesehatan mental, serta fisik,” ujar Saskhya menambahkan.

Ngemil camilan pun harus dilakukan secara #NgemilBijak yaitu sepenuhnya focus akan momen ngemil tersebut, sehingga dapat menyadari kebutuhan tubuh dan mendapatkan manfaat baik dari cemilan untuk membahagiakan diri. (Virgina)

Photo Credit : Snack time yang diperankan oleh model/Doc/Ist
Atti K.

Artikel Terbaru

Artikel Lainnya
Telegraf

Kemampuan Digital Harus Beradaptasi Dengan Pemanfaatannya

Telegraf - Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemkominfo) bersama Dewan...

Jokowi dan Ganjar Pranowo Takziah ke Kediaman Buya Syafii

Telegraf - Kabar duka menyelimuti tanah air. Cendekiawan muslim...

Sosok Panutan Itu Telah Pergi, Buya Syafii Wafat Hari Ini

Telegraf - Umat Islam bahkan bangsa Indonesia kehilangan sosok...

PLN Buka Program Tambah Daya, Bisa Lewat Aplikasi

Telegraf - PT PLN (Persero) mengajak masyarakat memanfaatkan program...