Branding Ikan Hias Indonesia Potensial Tingkatkan Nilai Ekspor

Branding Ikan Hias Indonesia Potensial Tingkatkan Nilai Ekspor

“Pemerintah terus genjot ekspor dan budidaya ikan hias. Karena potensinya (ekspor) mencapai 15,82 juta US Dolar. Lapangan pekerjaan akan semakin terbuka luas dari sektor ini (ikan hias).”

Branding Ikan Hias Indonesia Potensial Tingkatkan Nilai Ekspor


Telegraf , Jakarta – Staf Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KK) Suseno Sukoyono menjelaskan bahwa program branding ikan hias Indonesia sudah sangat mendesak. “Upaya branding akan lebih banyak pada jenis (ikan hias) botia,” Suseno mengatakan kepada Telegraf.

Prospek bisnis dan ekspor ikan hias di Indonesia sangat besar. Jenis botia juga banyak dibudidaya di Sumatera dan Kalimantan. Botia memiliki keindahan bentuk, warna sehingga banyak disukai hobbyist di luar negeri. “Pemerintah terus genjot ekspor dan budidaya ikan hias. Karena potensinya (ekspor) mencapai 15,82 juta US Dolar. Lapangan pekerjaan akan semakin terbuka luas dari sektor ini (ikan hias).”

KKP dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga sedang menyusun roadmap.Nantinya, semua ‘pemain’ punya arahan untuk pengembangan bisnis ikan hiasnya. Kondisi saat ini, Indonesia menjadi negara ketiga eksportir ikan hias dunia. Posisi ini harus ditingkatkan, minimal dipertahankan.

“Kami nggak usah ribet, cari jenis lain untuk branding. Koi memang bagus, tapi yang ada di depan mata saja, melimpah terutama di Kalimantan dan Sumatera, (yakni) botia. Karena sampai sekarang belum ada branding ikan hias Indonesia.”

10,32 persen kebutuhan ikan hias dunia dipasok dari Indonesia. Sementara Spanyol dan Jepang masing-masing menduduki urutan pertama dan kedua sebagai eksportir ikan hias yakni 16,62 dan 13,03 persen. Kendatipun demikian, bicara ikan hias Indonesia sepertinya tidak lepas dari nama Singapura.

Karena negara tersebut dulunya sempat Berjaya sebagai eksportir. Karena Singapura memiliki infrastruktur angkutan udara, terutama cargonya untuk bisa terbang langsung ke beberapa negara importer di Eropa dan Amerika.

Baca Juga :   Milad Ke 7 Jamsyar terus Secure, Survive, Sustain dan Catat Aset 1,9 Triliun

“Tetapi sekarang, (ikan hias Indonesia) setidaknya kita bisa mengalahkan Singapura. Bahkan informasi dari lapangan, ekspor bisa langsung dari Indonesia. Selain pasar China, sebetulnya nilai ekspor lebih besar dari Eropa dan Amerika.”

Indonesia terus mempelajari dengan seksama mengenai perdagangan ikan hias internasional. Data perdagangan menjadi acuan untuk terus membuka peluang pasar ekspor ikan hias Indonesia. Selain itu, KKP juga perlu mengetahui berapa serapan pasar dan kebutuhan ikan hias di luar negeri. Indonesia juga harus tahu tingkat kebutuhan dan lokasi tepatnya pasar ikan hias Indonesia.

Branding strategy bisa parallel dengan upaya perwujudan Indonesia sebagai negara produsen ikan hias nomor satu di dunia pada 2019 mendatang. KKP dan Kemendag akan review atas regulasi yang berlaku di Indonesia. Kalau ada regulasi yang dinilai menghambat, akan ada perampingan untuk efisiensi. “Usaha ini sangat prospektif. Ada masalah di lapangan termasuk regulasi, tapi tetap positif.” (S.Liu)


Atti K.

close