Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Branding Ikan Hias Indonesia Potensial Tingkatkan Nilai Ekspor
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Branding Ikan Hias Indonesia Potensial Tingkatkan Nilai Ekspor

Atti K. Selasa, 3 Januari 2017 | 10:29 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf , Jakarta – Staf Ahli Kementerian Kelautan dan Perikanan (KK) Suseno Sukoyono menjelaskan bahwa program branding ikan hias Indonesia sudah sangat mendesak. “Upaya branding akan lebih banyak pada jenis (ikan hias) botia,” Suseno mengatakan kepada Telegraf.

Prospek bisnis dan ekspor ikan hias di Indonesia sangat besar. Jenis botia juga banyak dibudidaya di Sumatera dan Kalimantan. Botia memiliki keindahan bentuk, warna sehingga banyak disukai hobbyist di luar negeri. “Pemerintah terus genjot ekspor dan budidaya ikan hias. Karena potensinya (ekspor) mencapai 15,82 juta US Dolar. Lapangan pekerjaan akan semakin terbuka luas dari sektor ini (ikan hias).”

KKP dan Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia juga sedang menyusun roadmap.Nantinya, semua ‘pemain’ punya arahan untuk pengembangan bisnis ikan hiasnya. Kondisi saat ini, Indonesia menjadi negara ketiga eksportir ikan hias dunia. Posisi ini harus ditingkatkan, minimal dipertahankan.

“Kami nggak usah ribet, cari jenis lain untuk branding. Koi memang bagus, tapi yang ada di depan mata saja, melimpah terutama di Kalimantan dan Sumatera, (yakni) botia. Karena sampai sekarang belum ada branding ikan hias Indonesia.”

10,32 persen kebutuhan ikan hias dunia dipasok dari Indonesia. Sementara Spanyol dan Jepang masing-masing menduduki urutan pertama dan kedua sebagai eksportir ikan hias yakni 16,62 dan 13,03 persen. Kendatipun demikian, bicara ikan hias Indonesia sepertinya tidak lepas dari nama Singapura.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Karena negara tersebut dulunya sempat Berjaya sebagai eksportir. Karena Singapura memiliki infrastruktur angkutan udara, terutama cargonya untuk bisa terbang langsung ke beberapa negara importer di Eropa dan Amerika.

“Tetapi sekarang, (ikan hias Indonesia) setidaknya kita bisa mengalahkan Singapura. Bahkan informasi dari lapangan, ekspor bisa langsung dari Indonesia. Selain pasar China, sebetulnya nilai ekspor lebih besar dari Eropa dan Amerika.”

Indonesia terus mempelajari dengan seksama mengenai perdagangan ikan hias internasional. Data perdagangan menjadi acuan untuk terus membuka peluang pasar ekspor ikan hias Indonesia. Selain itu, KKP juga perlu mengetahui berapa serapan pasar dan kebutuhan ikan hias di luar negeri. Indonesia juga harus tahu tingkat kebutuhan dan lokasi tepatnya pasar ikan hias Indonesia.

Branding strategy bisa parallel dengan upaya perwujudan Indonesia sebagai negara produsen ikan hias nomor satu di dunia pada 2019 mendatang. KKP dan Kemendag akan review atas regulasi yang berlaku di Indonesia. Kalau ada regulasi yang dinilai menghambat, akan ada perampingan untuk efisiensi. “Usaha ini sangat prospektif. Ada masalah di lapangan termasuk regulasi, tapi tetap positif.” (S.Liu)


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?