Connect with us

Philantrophy

BPKH RI – NU Care Lazisnu Berbagi Makanan Berbuka dan Sahur Bagi Korban Badai Siklon Seroja di NTT

Published

on

BPKH RI, NU Care, Lazisnu, Wahib Emha

️Play Radio 🎶


Telegraf – Melalui program kemitraan BPKH RI – NU Care Lazisnu kembali menyalurkan bantuan dapur umum dan makanan cepat saji bagi masyarakat yang terdampak bencana badai siklon Seroja di Nusa Tenggara Timur (NTT).

Dr. Rahmat Hidayat selaku Anggota Badan Pelaksana BPKH Bidang Kesekretariatan Badan dan Kemaslahatan mengatakan bahwa, BPKH turut berduka akibat bencana yang melanda masyarakat di NTT. BPKH, lanjutnya, juga terus berupaya tepat sasaran dalam menyalurkan bantuan bagi para korban.

“Kendati tak bisa langsung ke NTT, kami berharap bantuan yang diberikan melalui NU Care – Lazisnu dapat meringankan warga muslim yang menjalankan ibadah puasa usai diterpa bencana badai siklon seroja,” ujar Rahmat Hidayat dalam keterangan resmi yang diterima redaksi, Senin (26/4).

Rahmat Hidayat melanjutkan dana senilai Rp 200 juta untuk 11.200 penerima manfaat untuk berbuka puasa dan sahur tersebut diharapkan dapat menyentuh para korban bencana yang belum mendapatkan bantuan.

“NU Care – Lazisnu memiliki basis data yang luas sehingga kami berharap para korban yang benar-benar membutuhkan bisa mendapatkan bantuan,” kata Rahmat Hidayat menambahkan.

Adapun penyebaran bantuan cepat saji untuk sahur dan berbuka puasa difokuskan pada wilayah Kabupaten Kupang, Kota Kupang, Kabupaten Ende, ujar Yayah Ruchyati selaku tim pelaksana program kemaslahatan BPKH RI – NU Care LAzisnu

Bantuan makanan cepat saji ini disambut gembira oleh para warga yang terdampak di Kota Kupang. Menurut Ajhar Jowe, mewakili penerima manfaat Kota Kupang, Selaku ketua LPBI NU Kota Kupang menyampaikan rasa syukurnya atas perhatian BPKH RI terhadap warga muslim di kota kupang yang sedang menjalankan ibadah puasa yang terdampak bencana badai siklon Seroja.

Dalam kesempatan yang sama, Ketua Program Kemitraan BPKH RI – NU Care LAZISNU,  M.Wahib Emha mengatakan pihaknya berkomitmen tepat sasaran dalam penyaluran dana kemaslahatan umat. Dana tersebut akan disalurkan terutama ke wilayah – wilayah yang belum tersentuh bantuan.

“NU Care – Lazisnu menangani penyaluran bantuan makanan cepat saji ini diberikan saat sahur dan berbuka puasa selama 7 hari berturut turut dengan total 11.200 penerima manfaat. Kami juga telah memiliki jaringan relawan santri siaga bencana dalam penyaluran bantuan di NTT,” tutur M.Wahib.


Photo Credit : Ajhar Jowe, mewakili penerima manfaat Kota Kupang, Selaku ketua LPBI NU Kota Kupang memberikan bantuan Makanan Berbuka puasa. doc/Ist

 

Bagikan Artikel
Advertisement
2 Comments

Philantrophy

Talk Show Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham ZISWAF CTARSA

Published

on

By

ZISWAF CTARSA Selenggarakan Talk Show Pasar Modal Syariah Dan Wakaf Saham

️Play Radio 🎶


Telegraf – Lembaga ZISWAF CTARSA menyelenggarakan kegiatan literasi yang mengusung tema wakaf. Kegiatan ini bernama “Talk Show Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham” (26/12/22). Salah satu program dari Lembaga ZISWAF CTARSA adalah meningkatkan literasi ZISWAF dalam meningkatkan pemahaman ZISWAF kepada masyarakat umum.

Kegiatan diselenggarakan dengan cara hybrid, peserta yang hadir secara langsung di Menara Mega Syariah lantai 10 Jakarta Selatan, ada juga yang hadir melalui platform ZOOM, You Tube, Facebook, Instagram dan media lainnya.

Literasi wakaf yang diselenggarakan Lembaga ZISWAF CTARSA menghadirkan praktisi wakaf dan pasar modal syariah. Adapun keynote speech acara Talkshow adalah direktur lembaga ZISWAF CTARSA, M Wahib MH. Terkait Isu-isu perwakafan kontemporer tidak luput dari poin-poin sambutan M. Wahib MH yang pernah menjabat sebagai ketua lembaga PP NU CARE LAZISNU.

Selain itu, perkembangan wakaf di Indonesia dipaparkan secara gamblang mulai dari wakaf 3 M (makam, madrasah, mushola), wakaf uang, CWLS (Cash Waqf Linked Sukuk), wakaf saham, wakaf reksadana dan lain sebagainya.

Talk Show Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham dibuka oleh Bapak Nur Fadlan. Diawali dengan membacakan riwayat hidup narasumber, Bapak NJ. Aji Martono. Narasumber kali ini memiliki banyak sertifikasi keahlian baik yang terkait dengan pasar modal maupun lainnya.

Sertifikasi beliau diantaranya Register Financial Certified (RFC), Certified Equity Sales (CES) – BNSP, Certified Securities Analyst (CSA) – BNSP, Certified Risk Associate (CRA) – BNSP, Certified Risk Professional (CRP) – BNSP, ToT Level 4 – BNSP, AJJ – BNSP, Assessor BNSP, Certified Mediator (CME) – Mahkamah Agung (PERMA 01/2016) dan lain sebagainya.

Narasumber menjelaskan secara detail terkait dengan pasar modal syariah, baik yang terkait dengan sejarah dan regulasinya di Indonesia. Saham-saham yang listed dalam Daftar Efek Syariah (DES) yang merupakan objek wakaf saham juga dipaparkan oleh pak Aji Martono. Wakaf saham dapat ditunaikan dengan capital gain atau pun deviden dalam saham-saham listed DES.

Dalam Talk Show Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham para peserta sangat aktif terbukti dengan terkumpulnya 30 pertanyaan baik yang berasal dari peserta yang datang di Menara Mega Syariah maupun yang hadir melalui platform platform ZOOM, You Tube, Facebook, Instagram dan media lainnya. Bapak Nur Fadlan memilih pertanyaan yang dianggap memiliki irisan kesamaan.

Adapun pertanyaan yang terpilih adalah pertanyaan dari bapak Ahmad dari BAZNAS Sulawesi Barat, Bapat Demmy Budiawan dari BPKH RI, Bapak Aldy dari Bank Mega Syariah dan Bapak Misdiantoro dari Wakaf Mandiri dan lain sebagainya. Pada pukul 12.15 Talk Show Pasar Modal Syariah dan Wakaf Saham diakhiri dan dikembalikan kepada MC, Ibu Chavia. MC menutup acara Talk Show dengan bacaan hamdalah.   

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

Sah, CT ARSA Foundation Mengumpulkan Zakat di Indonesia Diakui Negara

Published

on

Photo Credit: Penyerahan Izin Operasional Lembaga Amil Zakat ke CT Arsa Foundation. TELEGRAF/Muhammad Nurabain
Photo Credit: Penyerahan Izin Operasional Lembaga Amil Zakat ke CT Arsa Foundation. TELEGRAF/Muhamad Nurabain

️Play Radio 🎶


Telegraf – Akhirnya Kementerian Agama (Kemenag) memberikan surat keterangan (SK) izin kepada Lembaga Amil Zakat (LAZ) CT ARSA Foundation di Gedung Bank Mega Syariah, Jakarta Selatan. Kini CT ARSA Foundation resmi menjadi LAZ skala nasional.

“Hari ini kita dari Kementerian Agama dari direktorat zakat dan wakaf menyerahkan SK LAZ Yayasan CT ARSA,” kata Direktur Pemberdayaan Zakat dan Wakaf Kementerian Agama, Tarmizi Tohor, Jumat, (26/08/2022).

Tarmizi mengatakan Lembaga Amil Zakat (LAZ) CT ARSA Foundation telah diakui oleh negara. Kedepannya CT ARSA Foundation dapat mengumpulkan dan mendistribusikan zakat di Indonesia.

“Mulai hari ini secara hukum negara dan hukum syariah bahwa sah dan boleh Yayasan CT ARSA ini untuk memungut zakat, untuk mengumpulkan zakat di Indonesia ini,” ujar Tarmizi.

Sementara itu, Direktur Lembaga Zakat, Infak, Sedekah dan Wakaf (ZISWAF) CT ARSA Foundation, Muhammad Wahib Emha, mengapresiasi pemberian surat izin dari Kemenag. Kini pihaknya akan memulai kegiatan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

“Tentu sebagaimana visi misi CT ARSA Foundation itu memutus mata rantai kemiskinan dengan pendidikan yang berkualitas, kesehatan yang meningkat, dan juga pemberdayaan,” pungkas Wahib.

Diketahui, surat keputusan ini terdaftar sebagai Keputusan Menteri Agama RI Nomor 811 Tahun 2022 Tentang Pemberian Izin kepada Yayasan LAZ CT Arsa sebagai Lembaga Amil Zakat Skala Nasional. Pemberian surat ini juga disaksikan para petinggi CT ARSA Foundation.

Sebelumnya Badan Zakat Nasional (Baznas) memberi surat rekomendasi izin pembentukan Lembaga Amil Zakat (LAZ) kepada CT Arsa Foundation di Gedung Baznas, Jakarta, pada Rabu (06/07/2022).

Pemberian rekomendasi izin ini juga diikuti dengan penandatangan pakta integritas antara kedua belah pihak yang diwakili oleh Pimpinan Baznas Bidang Koordinasi Zakat Nasional Achmad Sudrajat, Sekretaris CT Arsa Foundation Titin Rosmasari, dan Direktur LAZ CT Arsa Foundation Muhammad Wahib Emha.

Adapun titik awal kelahiran CT Arsa Foundation berawal dari bencana gempa dan tsunami yang melanda Aceh pada 26 Desember 2004. Pendiri sekaligus Chairman CT Corp Chairul Tanjung menuturkan, bencana itu mendorongnya memberikan bantuan serta mendirikan tempat tinggal dan sekolah bagi anak-anak korban.

Dengan nama Rumah Anak Madani (RAM), CT bersama dengan berbagai pihak ,khususnya perusahaan di lingkungan CT Corp dan para pemirsa Trans TV, membangun RAM pada 2 Februari 2005 dengan biaya Rp 14 miliar. Sekolah yang kini berkembang menjadi Sekolah Unggulan CT Arsa Foundation di 2010 ini pun menjadi cikal bakal CT Arsa Foundation.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

Baznas Berikan Surat Rekomendasi CT Arsa Foundation Sebagai Lembaga Amil Zakat

Published

on

By

️Play Radio 🎶


Telegraf – Pimpinan Baznas Achmad Sudrajat memimpin secara langsung penandatangan pakta Integritas dan pemberian surat rekomendasi kepada LAZ CT Arsa Foundation di lantai 5 Gedung Baznas pada hari rabu (6/7/22).

Dalam pelaksanaan pakta Integritas ini, Achmad Sudrajat menyampaikan bahwa, implementasi terhadap UU zakat, dan Inpres Nomor 3 Tahun 2014 tentang optimalisasi pengumpulan zakat dalam mengatasi kemiskinan untuk membangun kesejahteraan umat, perlu dukungan semua pihak dengan memiliki niat yang baik dan suci yang perlu di jaga bersama.

Penerapan Aman Syar’i, Aman Regulasi dan Aman NKRI sesuai hukum perzakatan akan menjadi peran penting secara bersama sama dalam mensejahterakan umat. Hal tersebut perlu di kuatkan semua pihak agar tercapai. Jika spirit ini saling bersinergi dan berkolaborasi, hingga terus terjaga, maka akan tercapai apa yang diinginkan oleh masyarakat.

Turut hadir Titin Rosmasari yang mewakili CT Arsa Foundation mengatakan “Alhamdulillah ini adalah proses yang kita sudah  tunggu, artinya CT Arsa selangkah lagi kita akan memiliki Lembaga zakat yang memang menjadi salah satu tujuan dari CT Arsa. Tentu kami berbahagia sekali, artinya cita-cita dan tujuan CT Arsa dalam mengatasi kemiskinan lewat Pendidikan dan kegiatan sosial ini bisa semakin baik.

Wahib MH selaku direktur LAZ CT Arsa berujar, “CT ARSA Foundation satu langkah lagi secara resmi akan memiliki Lembaga Amil Zakat CT ARSA (LAZ CT ARSA). Dengan dilengkapinya seluruh persyaratan hari ini, Maka BAZNAS telah memberikan rekomendasi yang selanjutnya diajukan ke Menteri Agama RI”.

Menurut Wahib keunggulan dari LAZ CT ARSA, sebagai Lembaga Amil yang sangat unik, karena semua pengelolaan operasional dan gaji manajemen dibiayai penuh oleh perusahaan Trans Corp. Sehingga tidak menggunakan dana amil ataupun nazhir sepersenpun. Sehingga dana zakat, infak, sedekah, wakaf dan DSKL akan masuk 100% dan juga ditasharufkan sebesar 100% pula kepada mustahiq, mauquf alaih dan juga penerima manfaat.

idaulat

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

BPKH Dan NU Care – Lazisnu Resmikan Bantuan Asrama Mahasiswa PTIQ Jakarta

Published

on

Penyerahan secara Simbolis dari BPKH Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T. dan LAZISNU untuk Institut PTIQ Jakarta, yang diterima langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A

️Play Radio 🎶



Telegraf – Institut PTIQ Jakarta menggelar acara peresmian asrama mahasiswa baru di Aula Hj. Zaleha sutowo. Asrama baru tersebut merupakan bagian dari program kemaslahatan BPKH RI dan NU Care Lazisnu di bidang Pendidikan dan Dakwah (26/10/2021) .

Kegiatan ini dihadiri langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A., Wakil Rektor II, Dr. Syamsul Bahri Tanrere, M.Ed., Adapun pihak BPKH RI yang hadir Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T., selaku anggota bidang kesekretariatan Badan & Kemaslahatan BPKH RI dan Abdur Rouf, M.Hum., selaku Sekretaris PP NU Care Lazisnu.

Acara dimulai dengan pembukaan oleh MC, Saiful Arif, M.A., menyanyikan lagu Indonesia Raya, dan pembacaan ayat suci Al-Qur’an oleh Mahasiswa Semester 1 Institut PTIQ Jakarta.

Kemudian dilanjutkan dengan sambutan yang disampaikan oleh Abdur Rouf, M.Hum., Dalam sambutannya beliau menyampaikan bahwa kemitraan LAZISNU dengan PTIQ harus berlanjut tidak hanya yang terkait infrastruktur melainkan terkait dengan pengembangan sumber daya manusia (SDM).

“Bahwa Institut PTIQ Jakarta merupakan lembaga yang paling tepat karena terbukti para alumninya mampu menjawab kebutuhan masyarakat dalam hal pengabdian dan pelayanan keummatan” Ujar sekretaris LAZISNU yang juga merupakan alumnus Fakultas Ushuluddin Institut PTIQ Jakarta.

Sambutan berikutnya disampaikan oleh Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A.. Dalam sambutannya beliau membenarkan apa yang telah disampaikan oleh Abdur Rouf, bahwa untuk menemukan alumni Institut PTIQ Jakarta diseluruh indonesia cukuplah mudah. Misalnya jika ada masjid besar, dapat dipastikan Imamnya adalah alumni PTIQ. Artinya dana yang dikeluarkan oleh BPKH tersebut akan sangat bermanfaat dalam proses mengkader para ulama yang kehadirannya sangat dirasakan oleh umat secara langsung.

 

Penyampaian sambutan akhir oleh Rahmat Hidayat, dalam penjelasannya disampaikan terkait sumber dana yang dipergunakan dalam setiap program kemaslahatan BPKH RI, untuk hal pembangunan asrama mahasiswa PTIQ. Beliau memastikan bahwa dana tersebut tidak berasal dari uang setoran haji melainkan berasal Nilai Manfaat pengelolaan Investasi Dana Abadi Umat (DAU). Dana tersebut disalurkan secara langsung maupun melalui mitra-mitra kerja sama, salah satunya adalah NU Care LAZISNU.

Terakhir, kegiatan diakhiri dengan pemberian cinderamata, pembacaan doa oleh Bapak KH. Ahmad Dahuri, S.Q., M.A. direktur Ma’had Al-Qur’an, dan pemotongan pita oleh Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T.


Poto Credit : Penyerahan secara Simbolis dari BPKH Dr. Rahmat Hidayat, S.E., M.T. dan LAZISNU untuk Institut PTIQ Jakarta, yang diterima langsung oleh Rektor Institut PTIQ Jakarta, Prof. Dr. KH. Nasaruddin Umar, M.A. doc/NU Care – Lazisnu


 

Bagikan Artikel
Continue Reading

Philantrophy

Ahmad Basarah Dukung Program Kemaslahatan BPKH

Published

on

Ahmad Basarah

️Play Radio 🎶


Telegraf – Menurut data satuan tim tugas penanganan Covid-19 pada senin 20 September 2021 masih ada sekitar 1.932 orang dinyatakan positif, dengan total akumulasi sekitar 4.192.225 orang terkonfirmasi.

Jumlah tersebut ada sekitar 3.996.125 pasien sembuh, sementara mereka yang meninggal dunia mencapai 140.634 orang. Kasus Covid-19 dunia saat ini mencapai 219 juta kasus, sementara mereka yang meninggal telah mencapai 4 juta lebih pasien yang meninggal dunia akibat Covid-19 .

Peresmian ruang isolasi Covid-19 di 7 Pondok Pesantren sebagai penerima manfaat program kemaslahatan Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH RI) yang dilaksanakan oleh NU Care Lazisnu dilakukan secara daring zoom (24/09/2021).

Adapun peresmian daring ini dihadiri oleh :

  1. Rahmat Hidayat, SE, MT (Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan)
  2. Emir Rio Krishna (Deputi bidang kemaslahatan)
  3. Agung Sri Hendarsa & Ibu Indriayu Afriana (Kadiv kemaslahatan)
  4. Wahib MH, M.Si (Ketua PP NU Care – Lazisnu)
  5. Ahmad Basarah, M.H. Wakil Ketua MPR RI
  6. Abdul Ghofar Rozin (Ketua RMI NU)
  7. M.I. Sofwan Yahya (Kepala PP Luhur Al Tsaqafah)
  8. A. Aam Umar A’lam (Pengasuh Pondok Pesantren Fauzan)
  9. Muhammad Bin Ja’far (Pimpinan Pondok Pesantren KHAS Kempek)
  10. Abdul Ghofarrozin (Pengasuh Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati)
  11. Imdadurrohman Al Ubudi (Pengasuh Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin)
  12. Ahmad Arif Yahya (Pengasuh Pondok Pesantren Miftahul Huda Gading)
  13. Abdul Hannan Ma’shum (Pengasuh Pondok Pesantren Fathul Ulum Kewagean)

Sedangkan pondok pesantren yang menerima manfaat program Kesehatan, khususnya ruang isolasi Covid-19, diantaranya adalah :

  1. Pondok pesantren Luhur Staqafah Jakarta Selatan
  2. Pondok pesantren Fauzan Garut Jawa Barat
  3. Pondok Pesantren khas Kempek Cirebon Jawa Barat
  4. Pondok Pesantren Al Ihya Ulumuddin, Cilacap Jawa Tengah
  5. Pondok Pesantren Maslakul Huda Pati Jawa Tengah
  6. Pondok pesantren Miftahul Huda Gading Malang
  7. Pondok pesantren Fathul Ulum kwagean Kediri Jawa Timur.

Dalam sambutannya Ahmad Basarah mengatakan pemerintah kita telah bekerja keras, sehingga dalam beberapa minggu terakhir ini kita telah berhasil membuat Covid-19 di Indonesia turun, bahkan menurut John Hopkins University angkat pada minggu 19 September 2021 kemarin menyebutkan bahwa negara kita termasuk one of the best di dalam menangani Covid-19 .

Namun keberhasilan itu tetap harus kita waspadai karena bisa saja terjadi pada gelombang – gelombang berikutnya.

“Bahkan demi epidemologi Universitas Griffith Australia, Iki Budiman mengatakan bahwa ancaman gelombang 3 Covid-19 di akhir Desember yang akan datang diprediksi juga akan kembali di berbagai dunia, termasuk kemungkinan itu terjadi di Indonesia,” ujar Basarah.

Menurut laporan badan amil zakat nasional hingga akhir Agustus 2021, sekitar 723 kyai Indonesia meninggal dunia terinfeksi virus Covid-19, padahal per 27 Desember 2020 data resmi Asosiasi Pesantren Nahdlatul Ulama mencatat saat itu baru hanya 230 meninggal dunia akibat Covid-19, artinya peningkatannya di tahun 2021 ini hampir 200%.

Ketua PP NU Care Lazisnu, M. Wahib M.H menyampaikan bahwa peresmian ruang isolasi Covid-19 di 7 Pesantren, sebagai penerima manfaat program kemaslahatan BPKH dan NU Care – Lazisnu adalah bukti nyata dari implementasi misi BPKH dalam upaya menanggulangi Covid-19.

BPKH bersama mitra kemaslahatan NU Care-Lazisnu melakukan kerjasama penyediaan ruang isolasi Covid-19 di 7 pondok pesantren. Program ini didukung sekaligus dalam rangka melaksanakan amanat undang-undang Republik Indonesia Nomor 34 tahun 2018 tentang pengelolaan keuangan haji.

Ayat 1 dan ayat 2 undang-undang ini dinyatakan bahwa dana haji adalah dana setoran biaya penyelenggaraan ibadah haji, dan efisiensi penyelenggaraan haji serta nilai manfaat yang dikuasai oleh negara dalam rangka penyelenggaraan ibadah haji dan pelaksanaan program kegiatan kemaslahatan umat.

Dengan kata lain pembiayaan fasilitas ruang isolasi di 7 pesantren tersebut dibiayai oleh dana haji, pendanaan itu harus halalan toyiban yang dilakukan dengan cara yang benar, sebab undang-undang sudah menyatakan dan mengaturnya demikian, yakni untuk melaksanakan program kegiatan untuk kemaslahatan umat islam.

Memberi amanat kepada BPKH agar menggunakan keuangan haji untuk banyak sektor, antara lain kegiatan program kemaslahatan umat islam. 7 program ini adalah tersedianya fasilitas yang layak untuk mendukung pelayanan kesehatan, khususnya penanggulangan Covid-19 bagi pesantren, dan juga santri di pondok pesantren yang tujuan keduanya adalah tersosialisasinya program Haji dalam membantu menyediakan fasilitas kesehatan dan penanggulangan Covid-19 di pondok pesantren.

“RMI memawakili pondok pesantren sebagai penerima manfaat sangat bersyukur dengan hadirnya BPKH bersama-sama dengan NU Care-Lazisnu yang telah memfasilitasi adanya ruang isolasi. Hal ini sangat membantu pondok pesantren dalam meningkatkan ruang isolasi menjadi semacam poskestren kedepannya dan kemudian menjadi klinik, sehingga ketersediaan akses Kesehatan bagi santri semakin nyata dan terjangkau,” ujar Ketua RMI NU KH. Abdul Ghofar Rozin.

Anggota bidang kesekretariatan badan dan kemaslahatan Rahmat Hidayat, mengatakan bahwa tujuan utama dalam pengelolaan keuangan itu ada tiga, yang pertama adalah peningkatan kualitas Penyelenggaraan Ibadah Haji, peningkatan rasionalitas, dan efisiensi BPKH, dan juga untuk kemaslahatan umat islam.

BPKH dalam pelaksanaan tugas dan wewenang berlandaskan pada prinsip prinsip syariah, prinsip kehati-hatian, manfaat, nirlaba, transparan dan akuntabel. Prinsip transparan sejalan dengan keterbukaan informasi sebagaimana tercantum dalam Undang-Undang No. 14 tahun 2008 tentang Keterbukaan Informasi Publik (KIP).

Menurut Rahmat Hidayat NU Care-Lazisnu merupakan mitra terbesar dalam menyerap program kemaslahatan.

Untuk itu atas nama pimpinan BPKH Rahmat Hidayat menyampaikan terima kasih kepada NU Care-Lazisnu dan pondok pesantren karena bisa menjadi wasilah dalam program kemaslahatan.

BPKH juga membuka diri terhadap masayarat untuk memperoleh informasi publik mengenai pengelolaan keuangan haji melalui website www.bpkh.go.id.

Bagikan Artikel
Continue Reading

Lainnya Dari Telegraf

close