BLT BPJS Ketenagakerjaan Dihentikan Sementara

BLT BPJS Ketenagakerjaan Dihentikan Sementara

“Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dilihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya,"

BLT BPJS Ketenagakerjaan Dihentikan Sementara


Telegraf – Setelah ditunggu-tunggu, kejelasan mengenai perpanjangan Bantuan Subsidi Upah (BSU) atau Bantuan Langsung Tunai (BLT) Ketenagakerjaan akhirnya diumumkan.

Menteri Ketenagakerjaan Ida Fauziyah menegaskan jika BSU atau BLT BPJS Ketenagakerjaan untuk karyawan dengan gaji di bawah Rp5 juta sementara tidak dilanjutkan.

Menurut Menaker, hal ini dikarenakan anggaran dana untuk BLT BPJS Ketenagakerjaan tidak masuk dalam APBN 2021. Lebih lanjut Menaker Ida menambahkan bahwa kelanjutan BLT BPJS Ketenagakerjaan ini bergantung pada kondisi ekonomi mendatang.

“Sementara, memang di APBN 2021 BSU tidak dialokasikan. Nanti dilihat bagaimana kondisi ekonomi berikutnya,” ujarnya di Medan, (31/01/2021) lalu.

Sebelumnya, dalam paparannya terkait program pemulihan ekonomi nasional (PEN), Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati tidak menyebut anggaran subsidi gaji atau subsidi upah dalam program bansos tahun 2021.

Hanya 8 Bansos yang disinggung yakni PKH bagi 10 juta KPM, kartu sembako, Pra Kerja, BLT Dana Desa, bansos tunai bagi 10 juta KPM, subsidi kuota PJJ, serta diskon listrik.

Bantuan untuk UMKM dialokasikan Rp156,06 triliun dengan fokus pada subsidi bunga KUR dan non-KUR, IJP Koorporasi dan UMKM, penempatan dana, serta penjaminan loss limit dan korporasi.


Photo Credit: Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Ida Fauziah ketika rapat bersama DPR. Liputan6/Johan Tallo

 

Shan Santi

close