Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Bintan Festival Tidak Mengarah pada Prostitusi, Panitia Comply Perda
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Bintan Festival Tidak Mengarah pada Prostitusi, Panitia Comply Perda

Atti K. Rabu, 26 Oktober 2016 | 14:06 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Jakarta – Perusahaan pengembang tetap comply dengan peraturan daerah (Perda) dan juga menyesuaikan budaya masyarakat Melayu untuk gelar keramaian yakni konser music dan lomba lari keluarga. Dua event digelar berbarengan dalam satu acara yakni Bintan Festival. “Setiap event dan keramaian di Bintan tidak mengarah pada hal-hal gemerlapnya dunia malam termasuk prostitusi. Kami patuh, karena pemerintah (kabupaten) Bintan tidak mengizinkan (hiburan) kehidupan malam seperti di Batam,” project director Bintan Festival Jourena Juliet mengatakan kepada Telegraf.

Sudah menjadi rahasia umum, bahwa hiburan malam di Batam sudah berlangsung lama. Bahkan ada satu lokasi yang diberi nama Kampung Bule di kawasan bisnis Nagoya. Cewek-cewek seksi tampil pada “aquarium” terbuka, tepatnya di teras gedung bar, pub, café, diskotik dan lain sebagainya. Blok rumah-rumah toko tiga sampai empat lantai di Kampung Bule hanya ramai pada malam hari. Para cewek seksi menjajakan diri untuk para wisatawan baik dalam dan luar negeri. “Bintan jauh berbeda dengan Batam, walaupun berada dalam satu provinsi. Di Bintan, jam sembilan malam, (suasananya) sudah sepi. Kalaupun ada, hanya (keramaian) di coffee shop. Tetapi tidak ada ‘aquarium’ (penampilan cewek-cewek seksi yang menjajakan diri). Budaya masyarakat Melayu baik dulu dan sekarang tetap mengedepankan suasana Islami.”

Bintan Festival juga merupakan bagian dari kegiatan promosi beberapa proyek property milik Stareast Sejahtera Group. Perusahaan sedang menggarap tiga proyek besar, dengan nilai investasi sekitar Rp 700 milyar. Ketiga proyek tersebut adalah hotel dan kondotel The Grand Lagoi di bawah manajemen Swiss-belhotel International, kondotel dan serviced apartment Quincy Heritage, dan Bintan Market Place. Seluruhnya berada di kawasan Bintan Resort. Kepri, khususnya Pulau Bintan dianggap menjanjikan, terutama untuk pengembangan wisata bahari. “Bintan adalah salah satu pulau terbesar di Kepri, dan jendela Indonesia untuk internasional. Karena Bintan sampai ke Singapura, Malaysia hanya 30 – 40 menit dengan ferry. 80 persen wilayah Bintan adalah perairan dengan keindahan pantai yang masih ‘perawan’ dan alami.”

Panitia Bintan Festival gelar event Moonrun & Soundscape pada Desember mendatang. Selain mendatangkan group music ternama, yakni Noah, para wisatawan juga bisa ikut acara lari keluarga. Untuk menciptakan suasana berolahraga lari yang berbeda, Moonrun rencananya dimulai pukul 7 malam. “Prediksi, (Moonrun) selesai jam satu dini hari. Untuk yang suka music, pengunjung bisa menikmati penampilan Noah, DJ Winky, the Angels Percussion dan musisi asal Rusia, (yakni) Don’t Ask me Why. Konser tersebut dengan tema Soundscape bisa ‘nyambung’ (kombinasi) dengan lari keluarga. Mungkin, suasana (konser music) ada ‘doping’ sedikit dengan wine. Kami juga persiapkan suasana Evening Coffee dari Denise Chariesta (Jakarta). Selama ini, D.C. (Denise Chariesta) Coffee juga sudah dikenal, branded di kalangan atas seperti Komunitas Lamborghini (mobil mewah).”

Panitia tidak menyangka bisa undang Noah pada Soundscape. Belajar dari pengalaman sebelumnya, yakni konser music di Batam (thn 2012). Panitia sempat diminta untuk gelar acara yang sama, yakni konser Noah di Bintan. Konser Noah tahun 2012 yang lalu juga digelar indoor (tertutup). Sehingga kali ini, pada Bintan Festival, konser digelar outdoor (terbuka). Panitia mendengar langsung permintaan dari kalangan bawah, seperti polisi lalu lintas, tukang ojek di Batam. Mereka mendapuk panitia untuk undang Ariel (Noah) di Bintan. “Saya akhirnya tergerak untuk observasi bagaimana bisa gelar acara yang sama di Bintan. Karena di Batam, responsnya lumayan tinggi. Noah bisa masuk segala usia, dan Ariel kan ibaratnya ‘the Legend’. Sehingga kami yakin, Bintan Festival bisa mendatangkan banyak wisatawan. Karena Ariel juga sudah beberapa kali konser, dan dikenal penggemarnya di Singapura, Malaysia.” (S.Liu)

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?