BI Rate Bertahan di Angka 4,75 Persen

“tetap akan mewaspadai sejumlah resiko seperti rencana ekspansi kebijakan fiskal pemerintah Amerika Serikat (AS) ditengah sinyal pengetatan kebijakan moneter yang dapat mendorong penguatan mata uang AS dan penyesuaian suku bunga yang lebih cepat, serta rencana relaksasi regulasi sektor keuangan di AS, yang dapat meningkatkan risiko stabilitas sistem keuangan global”

BI Rate Bertahan di Angka 4,75 Persen


Telegraf, Jakarta – Bank Indonesia (BI) memutuskan untuk mempertahankan BI 7-day Reverse Repo Rate (BI 7-day RR Rate) tetap sebesar 4,75%, dengan suku bunga Deposit Facility tetap sebesar 4,00% dan Lending Facility tetap sebesar 5,50%.

Gubernur Bank Indonesia Agus Martowardojo menyampaikan usai melakukan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia pada 14 dan 16 Februari 2017, di kantornya Jl M.H Thamrin, Jakarta Pusat, Kamis, (16/2/17).

Agus mengatakan keputusan tersebut konsisten dengan upaya Bank Indonesia menjaga stabilitas makroekonomi dan sistem keuangan dengan tetap mendukung momentum pemulihan ekonomi domestik, meskipun ekonomi global masih belum stabil, pertumbuhan ekonomi Indonesia di perkirakan membaik dengan stabilitas makro ekonomi dan sistem keuangan yang tetap terjaga.

Meskipun demikian Agus menjelaskan “tetap akan mewaspadai sejumlah resiko seperti rencana ekspansi kebijakan fiskal pemerintah Amerika Serikat (AS) ditengah sinyal pengetatan kebijakan moneter yang dapat mendorong penguatan mata uang AS dan penyesuaian suku bunga yang lebih cepat, serta rencana relaksasi regulasi sektor keuangan di AS, yang dapat meningkatkan risiko stabilitas sistem keuangan global.”

Untuk mengoptimalkan bauran kebijakan moneter dan makroprudensial BI terus mengoptimalkan penguatan koordinasi dengan Pemerintah dan fokus pada pengendalian inflasi agar tetap berada pada kisaran sasaran dan kelanjutan reformasi struktural untuk mendukung pertumbuhan ekonomi yang berkesinambungan.

Sementara terkait inlfasi BI Agus mengatakanakan tetap berada pada kisaran 4±1%, meskipun mengalami tekanan yang meningkat diawal tahun 2017. (Red)

Baca Juga :   Webinar Muslimat NU, Dewi Arimbi Jelaskan Pentingnya Pencatatan Keuangan

Credit foto : Atti Kurnia


 

Atti Kurnia

close