Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Belum Semua PT Siap Hadapi Standarisasi Pendidikan Tinggi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Didaktika

Belum Semua PT Siap Hadapi Standarisasi Pendidikan Tinggi

Edo W. Rabu, 20 September 2017 | 02:53 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf, Telegraf – Pasca dibentuk, Panitia Kerja (panja) Standar Nasional Pendidikan Tinggi (SNPT) Komisi X DPR RI terus bekerja meminta masukan dari kalangan perguruan tinggi tentang kebijakan Kementrian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemeneg Riset Dikti).

Karena antara Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dan Perguruan Tinggi Negeri (PTN) terdapat kesenjangan. Bahkan ada masukan dari sejumlah perguruan tinggi swasta yang belum siap untuk menghadapi standarisasi.

Anggota Komisi X DPR-RI Dr. Marlinda Irwanti Poernomo mengatakan dari hasilnya Komisi X DPR-RI melakukan kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah wilayah Indonesia memang banyak masukan bahwa Perguruan Tinggi di daerah belum siap dan tidak menginginkan adanya persamaan standar.

Standarisasi juga harus mempertimbangkan aspek secara letak geografis, dan tidak disamakan persyaratannya dengan perguruan tinggi yang berada di Pulau Jawa.

“Apa lagi untuk perguruan tinggi yang misalnya berada di wilayah-wilayah seperti Sulawesi, Papua dan sebagainya, mereka tidak mau disamakan dengan standar nasional perguruan tinggi seperti di Jawa seperti Gajah Mada, ITB dan sebagainya,” kata Marlinda Irwanti Poernomo di Jakarta, Selasa (19/9/2017)

Komisi X DPR sendiri, lanjut Marlinda membentuk Panja tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi bagian dari merespon kebijakan Menteri Riset dan Dikti yang menerbitkan regulasi Permenristekdikti No. 44 tahun 2015 tentang Standar Nasional Perguruan Tinggi.

“Karena kemarin kan pak menteri mengeluarkan peraturan menteri yang memberikan beberapa persyaratan standar nasional Perguruan Tinggi, maka setelah kita melakukan RDPU kita membentuk Panja,” kata Marlinda.

Menurut, politisi Dapil Jawa Tengah X ini, Panja Standar Nasional Pendidikan Tinggi dibentuk DPR dengan mempertimbangkan sejumlah hal. Pertama, memang terjadi kecemburuan karena antara PTN dan PTS kalau disamakan standar nasionalnya akan menyebabkan mereka tak mampu mengejar untuk bisa mendapatkan standar nasional itu.

“Sedangkan yang kedua, saya juga menyetujui karena dari jumlah perguruan tinggi di Indonesia yang ada sekarang disinyalir 40 persen tidak punya akreditasi, saya punya datanya,” kata Marlinda.

Sehingga Marlinda menyarankan kepada perguruan tinggi yang tidak punya akreditasi, ada ketentuan-ketentuan lain yang bisa dilakukan, seperti melakukan merger dan lain sebagainya.

“Walaupun Dikti sendiri sebenarnya sudah menganggarkan dalam anggaran tahun 2017 itu bagaimana polanya bagi PT yang akreditasinya C menjadi B dan yang B menjadi A diberi bantuan supaya akreditasinya naik,” katanya.

Kemudian, lanjut Marlinda, ada caranya lagi adalah PT mengharap bahwa ada aturan main antar PT supaya mereka tidak hanya masuk di Perguruan Tinggi yang sudah punya kualifikasi yang baik supaya ada pemerataan mahasiswa di PT yang ada.

“Nah salah satunya adalah kemarin Dikti sudah membuat bahwa nanti Kopertis itu akan berubah menjadi P2 Dikti. Jadi semua ijin Prodi nanti kemudian permasalahan-permasalahan perguruan tinggi akan dilakukan Koperti tidak ada S nya. Jadi antara Perguruan Tinggi negeri dan Swasta sudah tidak ada perbedaan lagi,” kata Marlinda.

“Jadi ini memperpendek jarak pengelolaan PT tidak semuanya harus ke Dikti. Jadi cukup melalui Koperti karena koperti ini memiliki daya jangkau yang lebih dekat dengan PT negeri dan swasta,” sambungnya.

Selain itu, Marlinda memastikan komposisi anggaran antara PTN dan PTS tidak ada perbedaan. Komisi X yang menganggarkan. Jadi bantuan untuk anak-anak mahasiswa tidak dibedakan.

“Tapi kalau kemudian nanti ditemukan ada perbedaan secara kuantitatif nanti bisa dilaporkan ke Komisi X,” katanya.

Hanya saja belakangan ini sejumlah Perguruan Tinggi memang ada keinginan untuk masuk dalam 100 besar PT terbaik di dunia maka mereka menggenjot perguruan tinggi top ten seperti UGM, UI, ITB, Undip untuk dapat menembus PT terbaik dunia. “Supaya Indonesia punya nilai value terbaik di mata internasional. Kita berharap PT lain bisa di suppport sedemikian rupa,” katanya. (Edo)


 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat
Waktu Baca 7 Menit
Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama
Waktu Baca 9 Menit
Fina Asriani
KPI Social Media 2026: Strategi Baru Biar Konten Makin Naik
Waktu Baca 6 Menit
Meat & Livestock Australia (MLA), bersama pemerintah New South Wales (NSW) serta didukung Qantas Airways dan Ranch Market, menghadirkan Aussie Beef Fair: Discover the Finest Flavors of New South Wales, program promosi yang menampilkan produk unggulan NSW, termasuk daging sapi premium Australia, yang berlangsung mulai 16 April hingga 15 Mei 2026 di 18 gerai Ranch Market Jakarta dan secara resmi dibuka melalui acara kick-off di Ranch Market Lotte Shopping Avenue, Jakarta (16/04).
Aussie Beef Fair Hadir di Jakarta dengan Daging Sapi Premium New South Wales dan Kesempatan Terbang ke Sydney
Waktu Baca 6 Menit
LAZADA SATSET Belanja Aman
SATSET Belanja Aman Tanpa Khawatir, Lazada Ajak Konsumen Lebih Waspada terhadap Penipuan
Waktu Baca 5 Menit

5 Rekomendasi Baju Padel Wanita Terbaik Dengan Harga Di Bawah Rp. 300.000

Waktu Baca 4 Menit

Mentalitas Kepiting, Membongkar Tren Serangan Personal di Media Sosial

Waktu Baca 4 Menit

Magang Nasional Batch I Segera Berakhir, Tahap Akhir Tentukan Sertifikat dan Uang Saku Peserta

Waktu Baca 3 Menit

vivo Y31d Pro Resmi Masuk Indonesia, Andalkan Baterai 7000mAh dan Fast Charging 90W

Waktu Baca 2 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Photo Credit: Siswa SDN Munggung 1 dan Siswa SDN Nayu Barat 2 Solo, belajar menggambar lambang Garuda Pancasila di Kadipiro, Kecamatan Banjarsari. Kegiatan tersebut untuk mengenalkan lambang Garuda Pancasila beserta artinya dalam rangka memperingati Hari Lahir Pancasila. FILE/SP
Didaktika

Digitalisasi dan Penguatan Ideologi: Pancasila Harus Jadi Benteng di Era Digital

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Transformasi Pendidikan Harus Dilakukan Melalui Pendekatan Sistemik dan Kolaboratif

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Pentingnya Persetujuan dan Perlindungan dalam Hubungan Intim

Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
Didaktika

MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional

Waktu Baca 4 Menit
Photo Credit: Strategi mendidik anak di era digitalisasi dan media sosial. Thinkstock
Didaktika

Pemanfaatan Ruang Digital Juga Perlu Literasi, Budaya dan Etika

Waktu Baca 2 Menit
Didaktika

Hari Guru Nasional, Keteguhan Untuk Mendidik Generasi Unggul Bangsa

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Percepatan Konektivitas Rumah Tangga Perkuat Digitalisasi Pendidikan Nasional

Waktu Baca 3 Menit
Didaktika

Pendidikan Terjangkau Jadi Fokus Jaspal Sidhu di EdTech Asia Summit 2025

Waktu Baca 3 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?