Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Belanja Pemilu Belum Bisa Dongkrak Pertumbuhan 5,2% Pada 2024
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Belanja Pemilu Belum Bisa Dongkrak Pertumbuhan 5,2% Pada 2024

Hanna Iffah Rabu, 13 Desember 2023 | 04:48 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Seorang pekerja KPU membawa materi pemilu saat menyiapkan kotak suara sebelum didistribusikan ke TPS di sebuah gudang di Jakarta, Indonesia, 15 April 2019. REUTERS/Willy Kurniawan
Bagikan

Telegraf – Tahun politik digadang-gadang bakal mendongkrak konsumsi yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi dengan target 5,2% pada 2024. Gelontoran dana pada putaran Pemilu 2024 ditaksir tembus ratusan triliun rupiah. Founder Center of Reform on Economics (Core) Hendri Saparini melihat adanya Pemilu akan memberikan tambahan belanja sekitar Rp294,5 triliun.

“Kalau menurut kami sekitar Rp294,5 triliun, yakni dari yang privat, caleg, capres itu sekitar Rp258 triliun, dan 2024 akan ada tambahan Rp36,5 triliun dari APBN,” katanya dalam Core Economic Outlook 2024 di Perpustakaan Nasional RI, Selasa (12/12/2023).

Menurut Hendri, meskipun pengeluaran tersebut hanya akan memberikan sedikit pengaruh terhadap ekonomi, namun jelas tetap menggerakkan ekonomi Tanah Air.

Dalam paparannya, Hendri menyampaikan bahwa nilai pengeluaran tersebut setara dengan 4,2% dari total konsumsi rumah tangga. Sebagaimana diketahui, menurut pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi kontributor utama pertumbuhan ekonomi Indonesia.

Pada kesempatan yang sama, Ketua Umum Asosiasi Pengusaha Indonesia (Apindo) Shinta Kamdani melihat memang terdapat sejumlah bisnis yang berpeluang besar mengeruk omzet semasa perhelatan politik berlangsung.

Meski terdapat peluang bisnis, sektor bisnis tersebut hanya memiliki peningkatan yang kecil kepada Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN).

“Misalnya jasa konsultasi politik 1,8% dari APBN, atribut dan merchandise pemilu 1,1%, akomodasi makanan dan minuman cuma 2,5%, transportasi 6%, iklan dan lain-lain cuma 4%. Ini sangat kecil,” jelasnya.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

Shinta memaparkan bahwa sektor-sektor tersebut terhadap pembentukan APBN tidak signifikan. Terlebih, pengeluaran aktivitas ekonomi pemilu terekam dalam konsumsi lembaga non-profit yang melayani rumah tangga (LNPRT) tersebut tidak bisa menjadi tumpuan untuk menciptakan pertumbuhan ekonomi 5,2% pada 2024.

Karena itu, pemerintah tetap harus mengandalkan sektor utama, yakni industri pengolahan. Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat per kuartal III/2023, leading sektor ekonomi Indonesia, yakni industri pengolahan dengan kontribusi sebesar 18,75%, pertanian 13,57%, perdagangan 12,96%, pertambangan 10,18%, dan konstruksi sebesar 9,86%.

“Proyeksi 2024, kami tetap tidak dapat mengandalkan pemilu. Leading sektor yang paling penting ini masih menguasai 10% PDB tahun depan,” lanjutnya.

Sementara itu, Kementerian Keuangan menyediakan anggaran untuk Pemilu 2024 sejumlah Rp71,3 triliun yang terbagi ke dalam tiga tahun anggaran. Alokasi tersebut naik sekitar 57,3% dibanding anggaran Pemilu 2019 yakni senilai Rp45,3 triliun.

 

 

 

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?