Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca BCA Syariah Dorong Ekonomi Berkelanjutan Lewat Inovasi Digital dan Literasi Keuangan Syariah
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

BCA Syariah Dorong Ekonomi Berkelanjutan Lewat Inovasi Digital dan Literasi Keuangan Syariah

Atti K. Minggu, 2 November 2025 | 09:52 WIB Waktu Baca 4 Menit
Bagikan
Bagikan

Telegraf – PT Bank BCA Syariah (BCA Syariah) mencatat kinerja keuangan yang terus tumbuh positif hingga kuartal III 2025. Di tengah dinamika ekonomi nasional, total aset BCA Syariah naik 20,3% secara tahunan (YoY) menjadi Rp18,1 triliun. Pertumbuhan ini ditopang oleh kenaikan Dana Pihak Ketiga (DPK) sebesar 24,2% YoY menjadi Rp14,2 triliun, serta peningkatan pembiayaan 17% YoY yang mencapai Rp12,2 triliun.

Presiden Direktur BCA Syariah Yuli Melati Suryaningrum mengatakan, capaian tersebut tak lepas dari kepercayaan nasabah dan fokus perusahaan terhadap inovasi berbasis maqasid syariah.

“Kami berupaya menghadirkan layanan perbankan syariah yang tidak hanya modern, tetapi juga membawa nilai keberkahan bagi nasabah,” ujarnya dalam kegiatan BCA Syariah Media Workshop: Mewujudkan Keberlanjutan Penuh Berkah di Bogor, Jumat (31/10).

Melalui aplikasi BSya by BCA Syariah, nasabah kini bisa melakukan berbagai transaksi dalam satu platform, mulai dari investasi emas, tabungan haji, hingga pembayaran zakat. Inovasi digital ini diharapkan memperluas inklusi keuangan syariah sekaligus memperkuat koneksi antara transaksi finansial dan ibadah.

Sebagai bagian dari komitmen terhadap keuangan berkelanjutan, BCA Syariah terus meningkatkan porsi pembiayaan hijau. Hingga September 2025, total pembiayaan hijau mencapai Rp3 triliun atau 24,8% dari total portofolio pembiayaan.
Pembiayaan ini mencakup enam kategori Kegiatan Usaha Berwawasan Lingkungan (KUBL) seperti efisiensi energi, transportasi ramah lingkungan, eco efficiency, pengelolaan sumber daya alam hayati berkelanjutan, serta pengolahan air dan limbah.

Selain itu, BCA Syariah memperkenalkan konsep zero waste dengan mengolah kembali seragam lama karyawan menjadi kain bermotif baru melalui kolaborasi bersama kelompok perempuan binaan di Bogor yang dikelola oleh Workshop Adrie Basuki, seorang circular designer. Inisiatif ini menjadi wujud nyata pemberdayaan masyarakat dan ekonomi sirkular.

Dalam kesempatan yang sama, BCA Syariah juga menggelar Journalist Writing Competition (JWC) 2025 yang telah memasuki tahun ketiga. Dengan tema “BSya by BCA Syariah Menemani Langkah Penuh Berkah”, kompetisi ini diikuti 158 artikel dari berbagai media nasional, baik cetak maupun daring.

“Peran media sangat penting dalam memperluas pemahaman publik terhadap keuangan syariah. Melalui karya jurnalistik, nilai dan manfaat perbankan syariah bisa tersampaikan lebih luas,” tutur Yuli.

Dalam sesi yang sama, Direktur Infrastruktur Ekosistem Ekonomi Syariah KNEKS, Dr. Sutan Emir Hidayat, M.B.A., menegaskan bahwa ekonomi syariah kini menjadi bagian dari arah kebijakan pembangunan nasional.

“Untuk pertama kalinya, ekonomi syariah tercantum dalam RPJPN 2025–2045, menjadikannya pilar utama pembangunan Indonesia 20 tahun ke depan,” ujar Emir.

Menurutnya, target kontribusi ekonomi syariah terhadap PDB ditetapkan sebesar 56,11% pada tahun 2029, dengan proyeksi pertumbuhan aset keuangan syariah meningkat dari 42,67% menjadi 51,42% terhadap PDB.

Meski pertumbuhan industri syariah meningkat signifikan—dengan aset keuangan syariah tumbuh 19,8% pada 2025, melampaui pertumbuhan sektor keuangan nasional sebesar 7,6%—tingkat literasi keuangan syariah masih tertinggal.

“Berdasarkan data OJK, literasi keuangan nasional baru mencapai 43%, sementara literasi syariah masih rendah. Tantangan terbesar kita adalah edukasi publik,” jelas Emir.

Ia menambahkan, peningkatan penyaluran gaji ASN melalui bank syariah juga menjadi indikator positif, yang kini telah mencapai Rp1,37 triliun, naik 15,7% dibanding tahun sebelumnya.

Emir optimistis, kolaborasi antara pemerintah, industri perbankan, akademisi, dan media akan memperkuat posisi Indonesia sebagai pusat ekonomi dan keuangan syariah dunia.

“Kalau Malaysia bisa mencapai 50% aset perbankan syariah dari total perbankan nasional, Indonesia pun bisa menyainginya. Kuncinya ada pada literasi, digitalisasi, dan kolaborasi,” pungkasnya.

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Kupas Jaran Kepang Temanggung, Agus Gondrong Ditunggu Tropi Abyakta Pada Puncak HPN 2026.
Waktu Baca 2 Menit
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok
MIS Jakarta Dominasi IPITEx 2026 Bangkok, Borong Medali Emas dan Penghargaan Internasional
Waktu Baca 4 Menit
DPP GMNI Dorong Hilirisasi Adil dan Berkelanjutan untuk Bangsa
Waktu Baca 5 Menit
Bank Jakarta Luncurkan Kartu Debit Visa, Gubernur Dorong Transformasi dan Persiapan IPO
Waktu Baca 3 Menit
Rock Ngisor Ringin Part #2 Jadi Ajang Kumpul Musisi Rock Tanah Air
Waktu Baca 4 Menit

Program FLPP Capai Rekor 263 Ribu Unit, BTN Dominasi Penyaluran Rumah Subsidi Nasional

Waktu Baca 4 Menit

BSN Resmi Beroperasi Usai Spin-Off dari BTN, Bidik Pertumbuhan Perbankan Syariah Nasional

Waktu Baca 3 Menit

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit

OJK Bentuk Departemen UMKM dan Keuangan Syariah, Pengawasan Bank Digital Berlaku 2026

Waktu Baca 3 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

OJK Raih Predikat Badan Publik Terbaik Nasional 2025, Tegaskan Komitmen Keterbukaan Informasi

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

Keseimbangan Energi Jadi Kunci Ketahanan Nasional, Migas dan EBT Harus Berjalan Beriringan

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Transisi Energi Terkendala Infrastruktur, Pemanfaatan EBT Masih di Bawah Target

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK: Aset Perbankan Syariah Tembus Rekor Tertinggi, Lampaui Rp1.028 Triliun pada Oktober 2025

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

OJK Terapkan Perlakuan Khusus Kredit Untuk Korban Bencana Aceh, Sumut dan Sumbar

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Resmikan Kantor Provinsi Maluku Utara, Perkuat Pengawasan Jasa Keuangan dan Pelindungan Konsumen

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

LPS Tegaskan Pentingnya Penjaminan Polis untuk Stabilitas Industri Asuransi

Waktu Baca 3 Menit
Ekonomika

Penetrasi Rendah, Industri Asuransi RI Dinilai Masih Punya Ruang Pertumbuhan Sangat Besar

Waktu Baca 4 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2025 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?