Bawang Putih Akan Masuk Dari Pelabuan Tanjung Priok

Bawang Putih Akan Masuk Dari Pelabuan Tanjung Priok

"Dalam waktu sangat singkat dan sudah ada nomer permentannya pelabuhan Tanjung Priok akan dibuka untuk masuknya bawang putih"

Bawang Putih Akan Masuk Dari Pelabuan Tanjung Priok

Telegraf – Kementrian Pertanian keluarkan Permentan No 20 tahun 2017 yang berisikan bahwa Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara sebagai pintu masuknya bawang putih, hal ini sudah di kaji sejak tahun 2012 oleh badan karantinya yang mana Pelabuhan Tanjung Perak sudah over load.

Hal ini disampaikan Kepala Badan Karantina Pertanian, Banun Harpini di kantornya Jakarta, Kamis (98/6/17). “Dalam waktu sangat singkat dan sudah ada nomer permentannya pelabuhan Tanjung Priok akan dibuka untuk masuknya bawang putih,” tuturnya.

Untuk saat ini pintu masuk utama bawang putih beradi di Pelabuhan Tanjung Perak Surabaya, yang mana ini sesuai dengan Permentan Nomor 43 yang melarng Pelabuhan Tanjung Priok untuk masuknya bawang putih atau umbi lapis.

Berhubung di pelabuhan Tanjung Perak sudah mengalami over load yang luar biasa maka dikhawatirkan dengan sarana dan prasarana serta kapasitas yang minim justru akan menanggung resiko yang tidak diinginkan dan di Pelabuhan Tanjung priok untuk karantina bawang putih sudah sangat memadai.

Selain pembukaan pelabuhan Tanjung Priok sebagai pintu masuknya bawang putih Banun mengatakan Badan karantina pertanian juga melakukan peningkatan pelayanan karantina pertaian di pintu dan keluar seluruh Indonesia.

Kahususnya Ramadhan dan jelang Indul Fitri layanan di buka 24 jam selama 7 hari dan akan dipantau untuk memastikan arus komoditas dan kebutuhan masyarakat meningkat, selain itu pusat karantina juga menerima pengaduan yang disampaikan pada semua akun medsos barantan sebagai upaya merespon cepat kebutuhan informasi dan keluhan pelayanan.

Baca Juga :   Milad Ke 7 Jamsyar terus Secure, Survive, Sustain dan Catat Aset 1,9 Triliun

“Hal ini dilakukan untuk memberikan layanan publik terbaik kepada masyarakat dan tentunya diperlukan kesiapan lembaga publik, temasuk Badan Karantina Pertanian dalam menjaga kesehatan produk pertanian,” ujar Banun.


 

 

Atti Kurnia

close