Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Banjir Permintaan, Industri Sepeda Dalam Negeri Genjot Produksi
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Ekonomika

Banjir Permintaan, Industri Sepeda Dalam Negeri Genjot Produksi

Hanna Iffah Jumat, 7 Agustus 2020 | 01:50 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Sepeda lipat termasuk yang paling diburu para pembeli sejak April 2020. Foto: Komunitas ID Dahon
Bagikan

Salah satu industri sepeda dalam negeri merek United Bike kebanjiran permintaan. Hal itu ditandai dengan meningkatnya penjualan sejak Juni 2020 hingga dua kali lipat dibandingkan bulan-bulan sebelumnya.

Sepeda gunung atau mountain bike dan sepeda lipat atau folding bike merupakan jenis yang paling banyak dicari. Untuk mengantisipasi hal tersebut, PT Terang Dunia Internusa, manufaktur United Bike menggenjot produksi hingga kapasitas maksimal dengan mengoptimalkan pabrik yang ada di Sentul, Jawa Barat.

“Kami mengantisipasi naiknya permintaan dengan menambah shift, menambah jumlah tenaga kerja, memaksimalkan kapasitas produksi,” kata Sales Manager PT Terang Dunia Internusa Andry Dwinanda, Kamis (06/08/2020).

Pada situasi normal, United Bike memproduksi 600 ribu unit sepeda per tahun. Namun, dengan melonjaknya permintaan, kapasitas produksi digenjot maksimal hingga satu juta unit per tahun.

Adapun 20 persen dari total produksi tersebut diekspor ke sejumlah negara, di antaranya Amerika Serikat, Eropa, Jerman, Australia. United memiliki enam jenis sepeda yang dikembangkan hingga 110 model, yakni mountain bike, road bike, sepeda lipat, BMX, sepeda anak, city bike.

Dengan Tingkat Kandungan Dalam Negeri (TKDN) hingga 60 persen, United Bike relatif tidak kesulitan dalam mendapatkan bahan baku. Namun, untuk bahan baku impor, Andry menyampaikan terjadi kenaikan harga.

“Memang secara komponen mengalami kenaikan, dari suplainya pun jadi terbatas, karena permintaan tinggi ini tidak hanya di Indoneisa, tapi di seluruh dunia. Akhirnya, persediaan komponen ini terbatas. Makanya kita menaikkan harga sesuai harga kenaikan komponen itu sendiri,” ujarnya.

Harga sepeda yang ditawarkan United Bike juga beraneka ragam, tergantung dari komponen yang digunakan, misalnya komponen frame atau kerangkanya. Berbagai bahan baku bisa digunakan, mulai dari alloy, karbon, hingga baja.

Baca Juga :  Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat

“Otomatis karbon pasti lebih mahal dari alloy, karena dia bahannya lebih ringan, tapi kuat. Untuk alloy lebih mahal daripada steel, karena bisa antikarat dan ringan. Jadi, dari frame saja beda. Ada yang kualitasnya lebih kukuh, bagus, jadi lebih mahal,” katanya.

Sebagai produk buatan anak bangsa, Andry menyampaikan, merek yang diusungnya unggul dalam hal inovasi dan memenuhi kebutuhan pasar di Indonesia, karena lebih dekat dan dapat menyesuaikan dengan kondisi yang ada.

Andry berharap, industri sepeda dalam negeri dapat didukung oleh pemerintah sehingga dapat semakin maju dan berdaya saing.

“Kami siap saja untuk menambah investasi di dalam negeri, ekspansi juga. Kami harapkan dapat dukungan dari pemerintah seperti dari bea masuk dan semacamnya. Kami harap industri sepeda dalam negeri semakin maju,” pungkasnya.


Photo Credit: Sepeda lipat termasuk yang paling diburu para pembeli sejak April 2020. Komunitas ID Dahon

Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Megawati Institute: Tuntutan Buruh 2026 Bukan Aspirasi Tapi Kebutuhan Mendesak
Waktu Baca 4 Menit
Regenerasi Petani, Penghasil Gula Dunia dan Swa Sembada Pangan di Negeri Sendiri
Waktu Baca 9 Menit
Sinergi Teknologi dan Masyarakat Jadi Kunci Pertahanan Semesta di Era Digital
Waktu Baca 2 Menit
Komnas Disabilitas Serukan Semua Pihak Dukung Event Special Olympics di NTT
Waktu Baca 4 Menit
Dampak Konflik Timur Tengah: Harga Minyak Dunia Naik, Beban Subsidi BBM Indonesia Kian Berat
Waktu Baca 3 Menit

Strategi Digital Marketing 2026: KOL, Media, SEO & GEO untuk Dominasi Google dan AI Search

Waktu Baca 6 Menit

Kecelakaan Kereta Bekasi Timur: Kronologi, Peran Taksi, dan Celah Sistem yang Dipertanyakan

Waktu Baca 4 Menit

Membangun Fondasi AI dari Lapisan Paling Krusial: Pendekatan Panduit untuk Infrastruktur Masa Depan

Waktu Baca 3 Menit

Menggugat Etika Keluarga Dalam Ruang Negara

Waktu Baca 11 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Ekonomika

Transformasi Berbuah Manis, Bank Jakarta Sabet Penghargaan CEO & COO Terbaik 2026

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN Tahan Dividen, Fokus Perkuat Modal untuk Ekspansi Kredit 2026

Waktu Baca 3 Menit
Photo Credit: Aktivitas pelayanan di Kantor Regional 2 Jawa Barat Otoritas Jasa Keuangan (OJK) di Bandung, Jawa Barat. JIBI/Rachman
Ekonomika

Lawan Pinjol Ilegal, Komdigi dan DPR Dorong Masyarakat Melek Literasi Keuangan

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif

Waktu Baca 4 Menit
Ekonomika

BTN Gandeng INKOPPAS Garap Digitalisasi Pasar, Perluas Akses KUR Pedagang

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

OJK Dorong Integrasi Literasi Keuangan di Sekolah untuk Perkuat Ketahanan Finansial Generasi Muda

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

HPE Tembaga Turun 4,97% Paruh Kedua April 2026, Harga Emas Ikut Melemah

Waktu Baca 2 Menit
Ekonomika

BTN gandeng Indosat Jajaki Integrasi Layanan

Waktu Baca 2 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?