Cari
Sign In
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
Telegraf

Kawat Berita Indonesia

  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Membaca Aksi Hijau dari Astra Untuk Masyarakat Pulau Pramuka
Bagikan
Font ResizerAa
TelegrafTelegraf
Cari
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Internasional
  • Entertainment
  • Lifestyle
  • Technology
  • Olahraga
  • Otomotif
  • Lainnya
    • Regional
    • Didaktika
    • Musik
    • Religi
    • Properti
    • Opini
    • Telemale
    • Philantrophy
    • Corporate
    • Humaniora
    • Cakrawala
    • Telegrafi
    • Telecoffee
    • Telefokus
    • Telerasi
Punya Akun? Sign In
Ikuti Kami
Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.
Humaniora

Aksi Hijau dari Astra Untuk Masyarakat Pulau Pramuka

Atti K. Kamis, 27 September 2018 | 22:23 WIB Waktu Baca 3 Menit
Bagikan
Mahyudin Hafsyah penerima manfaat Biodegester sedang menunjukan cara kerja sampah limbah sayuran yang diolah menjadi gas.
Bagikan

 


Telegraf, Jakarta – Sampah merupakan persoalan yang cukup besar dalam masyarakat khususnya di kepulauan, PT Astra Internasional Tbk andil dalam pengeloan sampah yang terdapat di Pulau Pramuka, dalam program “Aksi Hijau” di kampung berseri Astra.

Tokoh pengerak lokal adalah modal utama suatu daerah yang akan dipilih oleh Astra dalam programnya, “kita selalu melakukan sosial maping kita lihat masyarakat apakah ada local championnya/tokoh pengeraknya atau tidak kalau ada baru kita masuk,” ungkap Boy Kelana Subroto Head of Corporate Communication PT Astra Internasional Tbk, usai workshop lingkungan Astra di Pulau Pramuka,Jakarta.

Mahariah, seorang guru sekolah dasar berusia 49 tahun kelahiran Pulau Panggang, Kepulauan Seribu yang merupakan tokoh masyarakat yang berpengaruh dan dipercaya dapat mendorong warga lainnya untuk mengatasi berbagai persoalan sampah dan masalah lingkungan, ekonomi dan sosial lainnya.

Seiring dengan kegiatan positif Mahariah dan kelompoknya, Astra memfasilitasi berbagai kegiatan pembinaan yang mengacu pada empat pilar kontribusi sosial Astra yang berkelanjutan, yakni kesehatan, pendidikan, lingkungan dan kewirausahaan yang kemudiane dicanangkan menjadi Kampung Berseri Astra Pulau Pramuka pada tahun 2015.

Boy menjelaskan Astra tidak memberikan dana terhadap daerah daerah yang terpilih, Astra hanya memberikan pelatihan pelatihan, memberikan alat seperti biogas, “karena sekali kami tidak memberikan dana disini, kami memberikan pelatihan , kami memberikan alat alat untuk mereka,” tuturnya kamis (27/9).

Pada bidang lingkungan, kegiatan berfokus pada pengolahan sampah dan ketersediaan air bersih. Kegiatan yang dilakukan antara lain, pengelolaan bank sampah, pengumpulan sampah organik yang dimasukkan ke dalam alat biodigester, sehingga menghasilkan biogas untuk keperluan memasak, pemanfaatan ulang botol plastik agar menjadi bata ramah lingkungan (ecobrick), pembuatan karya seni dari limbah styrofoam, serta penampungan air hujan dan pertanian sayur organik yang dapat dilakukan di halaman rumah.

Telegraf berkesempatan menemui Mahyudin Hafsyah (49) salah satu penerima alat percontohan Biodegester ia mengatakan, dengan adanya alat tersebut dapat meghemat gas elpigi yang selama ini ia pakai untuk memasak, dari 5 kilo limbah organik sayur mayur yang dikumpulkan dalam 1 hari, Mahyudin bisa mengunakan 2 jam gas yang dihasilkan tersebut.

“Manfaatnya lebih baik karena saya di rumah saya coba yang seharusnya kita gunakan tabung Elpigi 3 kilo seminggu, dengan adanya biogas ini bisa memanjang sampai 10 hari, secara ekonomis saya sudah terbantu dari sini,” kata Mahyudin.

Mahyudin berharap Astra mensupor kembali untuk pengadaan terminal penyimpanan gasnya, agar pemakaian tidak sekali pakai habis.” kalau ada terminal penyimpanan, nanti bisa disalurkan ke rumah rumah lain, ungkapnya. (Red)


Credit Photo: Mahyudin Hafsyah penerima manfaat Biodegester sedang menunjukan cara kerja sampah limbah sayuran yang diolah menjadi gas/telegraf


Bagikan Artikel
Twitter Email Copy Link Print

Artikel Terbaru

Darmo Gandul vs Gatoloco: Aktivisme dan Perang Pikiran Zaman Baru
Waktu Baca 10 Menit
Lawan Judi Online, Kominfo dan DPR Tingkatkan Literasi Digital Bagi Masyarakat
Waktu Baca 2 Menit
DAI: Industri Asuransi Tahan Tekanan Global, Unitlink Tetap Tunjukkan Kinerja Positif
Waktu Baca 4 Menit
Kupeluk Kamu Selamanya
Seberapa Jauh Ibu Berjuang? “Kupeluk Kamu Selamanya” Siap Menguras Air Mata di Bioskop
Waktu Baca 2 Menit
Foto : Noormahal, Delhi NCR Karnal, Autograph Collection - Exterior
Autograph Collection Debut di India, Noormahal Hadirkan Istana Mewah dengan Sentuhan Sejarah dan Desain Modern
Waktu Baca 4 Menit

Tanda Tangan Elektronik Melejit 250%, Privy Ungkap Ancaman Dokumen Digital Palsu Masih Tinggi

Waktu Baca 3 Menit

Bite Me Sweet: Saat Dessert Jadi Cerminan Karakter, Luvita Ho Bawa Indonesia ke Panggung Asia

Waktu Baca 4 Menit

AS Klaim Sita Sebuah Kapal Berbendera Iran di Selat Hormuz, Teheran Merespon Cepat

Waktu Baca 7 Menit

Ketika Pendamai Dituduh Menista Agama

Waktu Baca 9 Menit

Lainnya Dari Telegraf

Humaniora

Permata Sanny Peduli Gandeng YPJI Salurkan Paket Sembako untuk Jurnalis

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Meneguhkan Kembali Pancasila Dalam Kehidupan Berbangsa dan Bernegara Sebagai Way Of Life

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Tradisi Warga Indonesia Dalam Merayakan Malam Tahun Baru di New York

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Jejak Soeharto The Godfather of Orde Baru, Dari Militer, Kudeta Hingga Dilengserkan

Waktu Baca 12 Menit
Heroes and the Meaning of Sacrifice
Humaniora

Bangkitlah Dengan Nurani, Setiap Zaman Butuh Pahlawan Baru

Waktu Baca 2 Menit
Humaniora

Rumuskan Solusi Stunting dan Anemia, Ilmuwan Mesir dan Turki Berkumpul di UNU Yogyakarta

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Merayakan Inisiatif Perdamaian Global, UNU Jogja – Indika Foundation Gelar “2R: Ruang Riung

Waktu Baca 6 Menit
Humaniora

Mayoritas Penyandang Disabilitas Tak Kuliah dan Tak Bekerja

Waktu Baca 5 Menit
Telegraf
  • Nasional
  • Ekonomika
  • Politika
  • Regional
  • Internasional
  • Cakrawala
  • Didaktika
  • Corporate
  • Religi
  • Properti
  • Lifestyle
  • Entertainment
  • Musik
  • Olahraga
  • Technology
  • Otomotif
  • Telemale
  • Opini
  • Telerasi
  • Philantrophy
  • Tentang Kami
  • Redaksi
  • Kontak
  • Disclaimer
  • Pedoman Media Siber

KBI Media

  • Akunku
  • Hobimu
  • Karir
  • Subscribe
  • Telegrafi
  • Teletech
  • Telefoto
  • Travelgraf
  • Musikplus

Kawat Berita Indonesia

Telegraf uses the standards of the of the Independent Press Standards Organisation (IPSO) and we subscribe to its Editors’ Code of Practice. Copyright © 2026 Telegraf. All Rights Reserved.

Selamat Datang!

Masuk ke akunmu

Lupa passwordmu?